Gerakan #NoStrawMovement, Bentuk Kepedulian KFC untuk Lingkungan

Suasana di depan instalasi KFC Untuk Laut Indonesia di gerai KFC Paramount Serpong, Tangerang, Sabtu (16/02/2019). (Foto: Chrysan Sekar)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – KFC Indonesia bersama Divers Clean Action (DCA) melakukan kampanye lingkungan #NoStrawMovement. Kampanye yang sudah dimulai sejak Mei 2017 ini merupakan bentuk komitmen dan kepedulian KFC terhadap lingkungan hidup khususnya laut.

Melalui gerakan ini, konsumen diajak untuk peduli lingkungan dengan tidak menggunakan sedotan plastik sekali pakai di seluruh gerai KFC Indonesia. Menurut data yang dihimpun oleh DCA, sedotan plastik menjadi penyumbang sampah terbesar ke-5 di dunia. Pemakaian sedotan sekali pakai di Indonesia mencapai 93 juta batang per harinya. Jika diurutkan, panjangnya sama dengan jarak Jakarta-Meksiko. Bahkan, pemakaian per minggunya setara dengan total tiga kali keliling bumi.

Untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait efek sampah plastik bagi ekosistem laut, KFC menghadirkan experimental box KFC Peduli Lingkungan – KFC Untuk Laut Indonesia di gerai KFC Paramount Serpong yang dibuka sejak 2 Februari hingga 3 Maret 2019. Di instalasi edukasi ini, pengunjung dapat mengetahui seberapa besar pengaruh buruk yang ditimbulkan sampah plastik bagi kehidupan di lautan. Di dalamnya, terdapat beberapa layar yang menampilkan video informatif, juga berbagai instalasi yang terbuat dari sedotan, botol plastik, kantong plastik, yang menggambarkan betapa sampah-sampah plastik tersebut sudah mencemari laut. Instalasi-instalasi ini juga dapat dijadikan titik foto yang menarik.

Instalasi dari rangkaian sedotan plastik yang menjuntai menggambarkan lautan yang sudah tercemar banyaknya sampah sedotan plastik. (Foto: Chrysan Sekar)

Sedotan plastik mengandung bahan polypropylene yang membutuhkan waktu hingga ratusan tahun untuk dapat hancur dan terurai (terdegradasi). Tidak sedikit sampah plastik baik sedotan, kantong plastik, atau botol plastik yang berakhir di laut. Hal ini tentunya dapat merusak ekosistem laut.

Terumbu karang yang terkontaminasi endapan sampah plastik dapat mengalami pemutihan (coral bleaching) dan terumbu karang menjadi lebih rentan terhadap penyakit dan akhirnya mati. Sementara penyu yang menjadikan ubur-ubur sebagai mangsanya menjadi terkecoh dengan keberadaan kantong plastik di lautan. Alih-alih memangsa ubur-ubur, penyu-penyu malah menelan kantong plastik yang tentu dapat menyebabkan penyu tersebut sakit, keracunan, bahkan mati.

Penulis: Abel Pramudya

Editor: Nabila Ulfa Jayanti

Foto: Chrysan Sekar