Ernest Prakasa: “Bullying” Itu Banyak Manfaatnya

Ernest Prakasa dalam Seminar 4LIVE yang dilaksanakan pada Jumat (9/11/18) bertempat di Lecture Theater Universitas Multimedia Nusantara.
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Komedian sekaligus sutradara Ernest Prakarsa mengisahkan perjalanan hidupnya ketika mengalami sejumlah perundungan (bullying) pada masa mudanya. Namun, dia justru menilai hal tersebut sebagai keuntungan untuk memacunya ada di titik kariernya saat ini.

“Kalau lu terbiasa berada di sebuah lingkungan di mana lu inferior, kayak gue kan cina sendiri dan yang lain kebanyakan enggak, untuk sampai di satu titik dan mendapatkan hal yang sama, gue terbiasa untuk berusaha lebih keras,” jelas Ernest pada Seminar 4LIVE di Lecture Theater Universitas Multimedia Nusantara (UMN).

Melalui kerja kerasnya, kini Ernest telah berhasil mencapai beberapa hal dalam kariernya sebagai seorang komedian, sutradara, sekaligus aktor. Sejak merilis film pertamanya, Ngenest (2015) Ernest konsisten merintis satu film keluarga tiap tahunnya. Dalam film besutannya tersebut Ernest juga terlibat membintangi film-film tersebut. Ernest juga pernah menjadi juara lima kompetisi Stand Up Comedy Indonesia Season 1. Dia juga telah menulis beberapa buku seperti Setengah Jalan dan Dari Merem ke Melek: Catatan Seorang Komedian.

Sebelum berada di posisi kariernya saat ini, komedian berusia 36 tahun ini mengalami sejumlah perundungan di masa mudanya karena etnisnya. Bahkan kisah perundungannya tersebut dituangkan dalam bukunya bertajuk Ngenest yang kemudian difilmkan.

Melalui seminar bertajuk Your Precious Mind besutan UMN Medical Center, Ernest memaparkan bahwa karya tersebut merupakan curahan hatinya akibat lelah mengalami perundungan selama sembilan tahun masa sekolahnya. Pun, ayah dua anak tersebut berharap anak-anaknya tidak mengalami hal serupa.

Selanjutnya Ernest menjelaskan bahwa bentuk perundungan yang kerap terjadi saat ini adalah perundungan melalui media sosial. Maka dari itu, suami Meira Anastasia tersebut mengimbau khalayak yang hadir untuk memiliki keteguhan mental.

“Apapun yang kita lakukan pasti butuh proses, dan di dalam proses tersebut pasti ada orang-orang yang asal komentar. Keteguhan mental harus dilatih untuk menghadapi orang-orang seperti itu,” ucap Ernest.

Dia menambahkan bahwa memiliki support system yang baik juga penting bagi Ernest. Saat ini, istrinya adalah support system terbesar untuknya.

 

Penulis: Maria Helen

Foto: Maria Helen

Editor: Ivan Jonathan