Hari Kanker Sedunia 2019 Ajak Masyarakat Lakukan Deteksi Dini Kanker

Foto: odishabytes.com
Share:

JAKARTA, ULTIMAGZ.com – Memperingati Hari Kanker se-Dunia 2019 pada 4 Februari, Union for International Cancer Control (UICC) menyoroti pentingnya kesadaran diri terhadap penyakit kanker. Kesadaran untuk melakukan deteksi dini dan diagnosis tahap awal terhadap kanker penting dilakukan untuk secara signifikan meningkatkan peluang pasien bertahan.

Dilansir dari worldcancerday.org kanker menjadi penyebab kematian tertinggi kedua di dunia. Setiap tahunnya, 9,6 juta orang di seluruh dunia meninggal akibat kanker. Di tahun 2030, para ahli memperkirakan kematian akibat kanker meningkat hingga 13 juta. Kanker juga membunuh lebih banyak daripada AIDS, Malaria, dan TBC bahkan bila ketiganya digabungkan menjadi satu.

Data Globocan menyebutkan di tahun 2018 terdapat 18,1 juta kasus baru, dimana 1 dari 5 laki-laki dan 1 dari 6 perempuan di dunia mengalami kejadian kanker. Data tersebut juga menyatakan 1 dari 8 laki-laki dan 1 dari 11 perempuan, meninggal karena kanker.

Selain itu, data juga menyebutkan bahwa 70% kasus kanker terjadi di negara berkembang, termasuk Indonesia. Angka kejadian penyakit kanker di Indonesia (prevalensi) sejumlah 136.2 per 100.000 penduduk. Indonesia berada pada urutan 8 di Asia Tenggara, sedangkan di Asia urutan ke-23.

Namun, sebenarnya sekitar sepertiga kanker dapat dicegah. Lebih dari 3,7 juta jiwa dapat diselamatkan setiap tahunnya dengan menerapkan strategi yang tepat untuk pencegahan, deteksi dini, dan perawatan. Chief Executive Officer Union for International Cancer Control Dr. Cary Adams meyakinkan bahwa kematian akibat kanker dapat dicegah dengan melakukan deteksi dini.

“Dalam Hari Kanker sedunia ini, kami ingin orang tahu bahwa banyak kanker dapat dikelola dan bahkan disembuhkan, terutama jika terdeteksi dan diobati sedini mungkin,” kata Adams.

“Dengan mendeteksi kanker pada tahap paling awal, besar peluang untuk mencegah jutaan kematian akibat kanker di seluruh dunia, ” tambahnya.

Sementara itu, Dirjen WHO Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus mendorong negara-negara memastikan layanan kesehatannya mumpuni untuk pengobatan kanker.

“Setiap negara harus memastikan bahwa layanan untuk pencegahan, diagnosis dini dan pengobatan kanker, serta perawatan paliatif dapat diintegrasikan sebagai upaya untuk mencapai kesehatan universal,” ujarnya.

Tahun ini, untuk pertama kalinya Hari Kanker Sedunia dibuat tema untuk tiga tahun sampai 2021. Mengangkat tema ‘I am and I Will’, Hari Kanker Sedunia mengajak semua pihak terkait menjalankan perannya masing masing dalam mengurangi beban akibat penyakit kanker.

Kampanye tiga tahun ini memungkinkan peluang untuk menciptakan dampak jangka panjang dengan meningkatkan keterlibatan publik. Lebih banyak peluang pula untuk membangun kesadaran global dan tindakan nyata yang berdampak mengurangi kanker di seluruh dunia.

Penulis: Abel Pramudya
Editor: Nabila Ulfa Jayanti
Foto: odishabytes.com
Sumber: worldcancerday.org, Globocan