SERPONG, ULTIMAGZ.com – Acara PRIDE (Public Relations and Ideas) 2016 mengadakan seminar yang mengangkat tema “Entering the New Era of Marketing Public Relations” di Lecture Hall Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Selasa (29/3). Dalam seminar ini, dua orang pembicara dari bagian public relation (PR) PT. Unilever Indonesia Tbk., Misty Maitimoe dan Adisty Nilasari membahas tentang peran marketing public relations (MPR) dalam mendukung pemasaran sebuah produk.
“Pekerjaan PR bukan hanya sekedar promosi, tetapi juga meyakinkan. Nah, untuk meyakinkan itu perlu beberapa strategi,” ungkap Misty sebagai pembicara pertama. Menurutnya, PR harus mampu menyusun strategi yang mengutamakan kepentingan clients, dan harus mengetahui secara jelas apa yang menjadi peluang sebuah usaha.
Adapun strategi-strategi itu antara lain; membangun relasi yang baik dengan pelanggan, alokasi media yang tepat, membangun komunikasi yang efektif, dan jangan takut untuk keluar modal lebih banyak. Menyoroti strategi-strategi tersebut, Misty menegaskan bahwa PR harus memiliki pengetahuan yang luas untuk melihat peluang dengan tepat.
“PR bukanlah sesuatu yang mahal kok, asal efektif. Oleh karena itu, PR harus pandai-pandai melihat peluang atau opportunity yang ada,” tambah Misty dalam penjelasannya pada seminar yang dihadiri mayoritas mahasiswa-mahasiswi PR UMN.
Sementara itu Adisty, pembicara kedua dalam seminar ini menekankan peran PR yang menjunjung prinsip good purpose. Menurut Adisty, cara terbaik untuk promosi adalah dengan mengambil hati para pelanggan lewat tujuan-tujuan baik yang ditekankan.
“Banyak orang yang bertanya, siapa sih itu PR? Kerjanya apa?,” kata Adisty membuka penjelasannya pada seminar ini. Menjawab hal tersebut, Adisty menerangkan bahwa PR adalah salah satu pemegang peranan penting di dalam sebuah perusahaan. Segala strategi yang dibangun perusahaan merupakan hasil ide-ide seorang PR.
Maka dari itu, baginya, PR harus punya wawasan terhadap keadaan yang ada di sekitar dan mampu mengutamakan tujuan baik sebagai peluang usaha.
Adisty memberi contoh tujuan baik tersebut dari produk-produk Unilever, seperti menyejahterakan para petani lokal lewat produk penyedap makanan. Produk tersebut dihasilkan dari kerja sama Unilever dengan petani-petani kedelai di Indonesia.
Demikian juga dengan produk kebersihan seperti sabun, yang mengkampanyekan pentingnya mencuci tangan. Lewat cara itu, produk tersebut mampu menarik simpati para pelanggannya demi suatu tujuan yang baik, yakni kebersihan dan kesehatan.
“Sebenarnya yang terpenting dari sebuah produk bukan kampanyenya, melainkan kemampuannya untuk melihat kondisi yang ada dan perubahan yang bisa mereka berikan,” ujar Adisty dalam penjelasannya di sesi tanya jawab.
PRIDE sendiri merupakan acara yang dihelat oleh jurusan PR UMN dibawah naungan Ikatan Mahasiswa Komunikasi (I’M KOM). Menurut ketua panitia Nathania Jusuf, tujuan utama dari rangkaian acara PRIDE adalah membuka mata mahasiswa tentang pekerjaan yang akan mereka hadapi selepas kuliah dengan menimba ilmu dari pihak-pihak yang telah berpengalaman menekuni pihak PR.
Selain itu, acara ini diselenggarakan agar mahasiswa UMN, khususnya jurusan PR lebih memahami mengenai MPR.
Untuk tahun ini, PRIDE bekerja sama dengan Ogilvy Public Relations, perusahaan yang menekuni bidang PR sejak 1980.
Acara ini dibuka oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tracce dengan menampilkan tarian tradisional. Rangkaian acara PRIDE sendiri terdiri dari seminar, screening, dan lomba pembuatan proposal. Hadiah utama dari lomba pembuatan proposal adalah kesempatan magang yang akan diumumkan pemenangnya pada Rabu (30/3).
Penulis: Richard Joe Sunarta & Christian Manafe
Editor: Alif Gusti Mahardika
Fotografer: Gustama Pandu




