Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

Kemampuan untuk menjawab pertanyaan wawancara cenderung menjadi kewajiban dalam memasuki dunia kerja maka harus dilatih sedini mungkin. (Ilustrasi: Theguardian.com)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Dalam dunia perkuliahan terdapat satu kemampuan yang umumnya diperlukan oleh semua mahasiswa, yaitu menjawab pertanyaan wawancara dengan baik dan benar. Berbeda dengan masa SMA, untuk mengikuti berbagai macam kegiatan di kampus, para mahasiswa cenderung diwajibkan mengikuti proses seleksi sebelum menjadi anggota UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) atau organisasi.

Sayang, banyak mahasiswa yang sebenarnya memiliki skill kerja, tapi gugur dalam proses wawancara. Apalah gunanya lihai bekerja jika tidak bisa memberikan kesan yang meyakinkan? Padahal, UKM dan organisasi sangat bermanfaat untuk membangun portofolio masa depan.

Untuk memperlancar proses wawancara, berikut  cara menjawab beberapa pertanyaan ‘klise’ yang biasa ditanyakan pewawancara:

1. Ceritakan tentang diri Anda

Sering menjadi pembuka dalam wawancara, pertanyaan ini cenderung salah diartikan sebagai ‘ice-breaker‘ oleh beberapa orang sehingga jawabannya tidak efektif.

Perlu diingat, pewawancara sama sekali tidak tertarik dengan cerita kehidupan Anda. Cukup ‘ceritakan’ mengenai kemampuan, kualifikasi, motiviasi, dan hal-hal penting lainnya yang relevan dengan bidang yang sedang Anda incar.

Contoh ‘cerita’ yang disarankan adalah, “Saya pernah mengikuti panitia (yang relevan) selama ‘x’ bulan. Hasil pekerjaan saya termasuk memuaskan, bahkan sudah bukan menjadi hal yang sulit bagi saya. Saya sangat percaya diri mengenai kemampuan saya yang satu ini, yaitu (kemampuan Anda). Menurut saya, saya mempunyai kualifikasi yang memadai untuk bergabung.”

2. Mengapa Anda tertarik untuk bergabung?

Pertanyaan ini mewajibkan Anda untuk melakukan research terlebih dahulu sebelum memasuki ruang wawancara. Walaupun cenderung ‘klise’, tidak baik juga bila dibalas dengan jawaban ‘klise’ seperti “Bidang pekerjaan ini terlihat baik,” “Cocok untuk saya,” atau bahkan “Mencari kegiatan saja.”

Cari tahulah mengenai UKM atau organisasi tersebut secara 5W + 1H. Apakah perkumpulan yang sedang ingin dimasuki? Siapa saja yang kira-kira dicari? Kapan dan di mana kegiatan mereka akan dilaksanakan? Mengapa mereka sedang mencari anggota?. Kemudian yang terakhir, tetapi tidak kalah penting. Bagaimana caranya agar terlihat mempunyai kualifikasi yang pantas untuk diterima?

Mungkin Anda bisa memberi jawaban seperti, “Acara Anda terlihat sangat inovatif dan memberikan inspirasi baru sehingga saya ingin berkontribusi dalam acara Anda sebagai ‘x’.” Atau mungkin, “Saat saya melihat organisasi Anda, saya yakin mempunyai kualitas yang memadai untuk mengembangkan acara Anda menjadi lebih baik lagi.” Hal ini penting karena pewawancara akan mengetahui bahwa Anda sudah memahami perkumpulan mereka dan bidang kerja yang Anda incar.

3. Beri tahu kami mengenai kelebihan Anda.

Pertanyaan ini merupakan kesempatan untuk menunjukkan ‘sinar’ anda dibandingkan kandidat yang lain. Intinya adalah beri tahu kelebihan-kelebihan yang relevan dengan organisasi yang Anda incar. Apa hubungannya jika Anda pandai bermain musik, tetapi ingin masuk ke dalam tim sepak bola? Perlu diingatkan, tunjukkan rasa percaya diri Anda di bagian ini.

Pewawancara membuka lowongan untuk mencari orang yang dapat memecahkan masalah maka jadilah orang yang dicari tersebut. Cari tahu mengenai kebutuhan mereka dan jawablah bahwa Anda bisa memenuhi kebutuhan mereka. Sebagai tambahan, buktikkan pula kelebihan Anda dengan kegiatan yang dulu diikuti sebagai referensi.

4. Beri tahu kami mengenai kekurangan Anda.                           

Nah, pertanyaan satu ini seringkali menjebak. Jebakannya adalah, Anda tidak harus benar-benar mengatakan mengenai kekurangan yang paling vital. Ceritakan saja ‘kekurangan’ yang merupakan kelebihan Anda dalam melakukan pekerjaan yang relevan dengan lowongan bidang kerja.

Jika Anda terlalu banyak menceritakan kekurangan, mengapa mereka harus menerima Anda? Maka dari itu, ceritakanlah kekurangan bersamaan dengan kelebihan Anda sebenarnya.

Contoh jawaban yang dapat diberikan adalah, “Saya sebenarnya sangat memperhatikan jadwal dan rencana yang matang dalam bekerja, tetapi jika ada rencana mendadak secara tiba-tiba, mungkin saya akan kewalahan menanganinya. Hal ini disebabkan jadwal sudah saya susun secara rapi menjadi terganggu. Namun, apa boleh buat saya harus tetap bertanggung jawab.”

Mengapa kami harus menerima Anda?

Selamat, jika Anda sudah menerima pertanyaan ini maka artinya Anda telah sampai pada tahap terakhir dalam wawancara. Pertanyaan ini lebih baik dibalas dengan menyatakan diri sebagai ‘solusi’ untuk suatu masalah yang kira-kira akan dihadapi organisasi incaran.

Hubungkan kemampuan, kualifikasi, dan motivasi Anda sebagai sosok ideal yang dicari oleh penanya. Poinnya adalah bukan mengapa Anda memerlukan bidang pekerjaan ini, melainkan mengapa mereka membutuhkan Anda.

Jawablah dengan yakin dan sepercaya diri mungkin. Hindari jawaban-jawaban ‘klise’ seperti, “Saya adalah seorang pekerja keras.”

 

Penulis: Ignatius Raditya Nugraha

Editor: Gilang Fajar Septian

Ilustrasi: Theguardian.com