JAKARTA, ULTIMAGZ.com — Demam berdarah merupakan penyakit berbahaya yang diperingati di Indonesia setiap tanggal 22 April. Berkaitan dengan itu, Kompas bekerja sama dengan Siloam Hospital menggelar forum diskusi kesehatan dengan tema “Kenali dan Waspada Demam Berdarah Dengue” di Pisa Kafe, Menteng, Sabtu (30/4).
Forum ini dihadiri oleh pimpinan redaksi harian Kompas Budiman Tanuredjo dan CEO Siloam Hospital Lippo Village dr. Anastina Tahjoo. Tak hanya itu, mahasiswa dari akademi perawat Hang Tuah Mitoharjo, Palang Merah Indonesia (PMI), dan akademi kebidanan dan perawat Rumah Sakit Jakarta juga turut hadir pada gelaran pertamanya.
Adapun pembicara dalam forum ini yaitu Vensya Sihotang (Direktur Pencegahan dan Pengendalian Tular Vektor dan Zoonotik Kementrian Kesehatan), Mozes Silaban (Internis Siloam Hospital Lippo Village), serta Tri Yunis Miko Wahyono (Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia).
Tak hanya untuk memperingati Hari Demam Berdarah Nasional atau National Dengue Day, pemilihan tema ini juga berhubungan dengan meningkatnya jumlah pasien DBD sebanyak dua kali lipat dari tahun lalu.
Miko menyebutkan bahwa nyamuk pembawa virus DBD Aedes Aegypti kebanyakan hidup di perkotaan. Hal ini dikarenakan padatnya daerah perkotaan sehingga virusnya pun mudah mewabah. Selain itu, faktor iklim dan kebersihan lingkungan juga menjadi faktor berkembangnya virus ini.
“Penyakit ini sifatnya musiman dan nggak bisa dirubah karena ini tergantung pada alam,” ujar Miko.
Gejala seseorang terjangkit virus ini umumnya serupa dengan pengidap flu, atau yang juga disebut flu-like syndrome. Pembicara menyebutkan bahwa penyakit DBD ini sebenarnya tidak membahayakan. Namun pada beberapa kasus, kematian seringkali disebabkan oleh keterlambatan penanganan oleh ahli.
“Kenalilah gejala demam berdarah. Penting untuk diperiksa sesegera mungkin,” ujar Mozes.
Beberapa antisipasi yang dapat dilakukan untuk menghindari penyakit ini adalah dengan menghindari gigitan nyamuk, penggunaan anti-repellent (obat nyamuk), serta pembunuhan larva nyamuk.
“Perangi sejak masih telur,” ucap Vensya.
Untuk memberikan dampak yang lebih besar, forum diskusi ini juga disiarkan secara langsung dari studio di Pisa Kafe oleh Tim Sonora Network. Rencananya, forum diskusi ini tidak hanya diadakan pada akhir April saja, tetapi juga secara rutin setiap bulannya.
Penulis: Kezia Maharani Sutikno
Editor: Agustina Selviana
Fotografer: Kezia Maharani Sutikno




