• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Saturday, August 30, 2025
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Event

Perilaku Koruptor dalam Kisah Pencuri Agung

Christoforus by Christoforus
July 23, 2017
in Event, Opini
Reading Time: 2 mins read
Perilaku Koruptor dalam Kisah Pencuri Agung

Silir Pujiwati bernyanyi dan didampingi oleh penari-penari dalam pentas Indonesia Kita berjudul "Pesta Para Pencuri" yang diadakan di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Jumat lalu (21/07/17).

0
SHARES
242
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, ULTIMAGZ.com – “Mereka akan mencuri semua yang ada di alam semesta ini, bahkan hati nurani,” kata Nyai Salma dengan tegas kepada para pencuri yang sedang berpesta.

Kehadiran Nyai (Happy Salma) sontak mengagetkan para pencuri dengan membuka identitas yang sesungguhnya sebagai Pencuri Agung. Nyai yang berparas cantik dan berpembawaan halus dengan gagah menangkap para pencuri, termasuk Inayah Wahid, yang menyaru sebagai Pencuri Agung yang hendak mencuri ajimat selendang sakti Wewe Gombel milik Nyai.

Begitulah akhir dari lakon berjudul “Pesta Para Pencuri” yang merupakan produksi ke-24 Indonesia Kita, 21-22 Juli 2017 di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta.

Jalan cerita

Kejadian bermula saat Nyonya Nyai Salma marah besar karena ada yang mencuri barang wasiat miliknya yang paling berharga. Situasi memang sudah tidak nyaman lagi lantaran banyak pencuri yang berkeliaran dan lihai menyamar.

Alih-alih meminta bantuan dari dua penjaga keamanan yang diperankan Susilo Nugroho dan Marwoto, Nyai Salma malah mencurigai keduannya lantaran dianggap sengaja mengondisikan situasi yang kisruh ini. Kecurigaannya tersebut ternyata benar bahwa kedua penjaga bekerja sama dengan para pencuri, yaitu Cak Lontong, Akbar, dan Trio GAM (Gareng, Wisben, Joned) untuk melakukan pencurian besar-besaran.

Para pencuri ini lantas bersekutu dan ingin menghadap Sang Pencuri Agung di tempat yang angker. Sampai akhirnya mereka menyadari bahwa diam-diam mereka tengah dicuri oleh seorang Pencuri Agung yang selama ini namanya menjadi legenda dalam dunia pencuri, tetapi mereka sama sekali tak mengenalinnya.

“Judul lakon “Pesta Para Pencuri” ini sepertinya agak netral. Kalau pesta para maling itu kasar. Di dalam dunia kriminal juga memiliki kasta, dari pencopet, maling, sampai koruptor. Kalau kita pakai koruptor, nanti menyindir hewan paling rakus lagi, yaitu DPR,” tutur salah satu tim kreatif Indonesia Kita Butet Kertaredjasa.

Menegaskan pernyataan Butet, penulis naskah “Pesta Para Pencuri”, Agus Noor menjelaskan, lakon digarap di tengah beragamnya persoalan yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini. Maka itu, melalui pentas seni, ia mencoba merawat semangat masyarakat menjaga Indonesia.

Lakon yang dibalut dengan gaya jenaka ini memiliki arti tersirat yang dimainkan dengan apik oleh para pemain. Alur cerita dikombinasikan dengan peristiwa yang aktual, yaitu mengenai Panitia Khusus (Pansus) hak angket KPK yang dinilai “mengganggu” kerja komisi antirasuah dan perilaku koruptor saat ini.

Contohnya saja ketika Inayah berkumpul dengan para pencuri. Kala itu ia berkata “Pencuri bersatu karena KPK. Lalu muncul partai pencuri untuk melindungi para pencuri. Kemudian mereka membuat pansus hak angkot untuk melindungi para pencuri.”

Selain itu, kritikan satir terhadap para koruptor dan anggota pansus hak angket KPK ini juga terdapat kala Nyai Salma menangkap para pencuri yang sedang berpesta.

“Mereka akan mencuri semua yang ada di alam semesta ini, bahkan hati nurani,” ucapnya.

Kemudian, Cak Lontong menimpal pernyataan Nyai dengan bertanya, “Memangnya ada yang masih punya hati nurani Nyai?”

Sementara itu, lakon ini juga berhubungan dengan tulisan Agus Noor yang dimuat di halaman opini Harian Kompas (15 Juli 2017). Tulisan yang berjudul “Koruptor Kita Tercinta” tersebut sarat dengan perilaku koruptor seperti para pencuri di lakon ini. Ia menulis bahwa masyarakat keliru kalau koruptor itu hanya mementingkan diri sendiri. Ia juga mementingkan partai politiknya, rekan-rekan sejawat, juga kroni-kroninya. Itulah sebabnya korupsi berlangsung secara merata dan dilakukan berjamaah. Anggap saja hal itu semangat gotong royong yang diimplementasikan dalam korupsi.

Dalam cerita, penjaga keamanan yang bekerja sama dengan komplotan pencuri, serupa dengan opini Agus Noor. Baginya, banyak yang menganggap koruptor musuh bersama yang harus dipenjarakan. Namun, menurutnya pikiran itu keliru. Pasalnya, apa jadinnya kalau semua koruptor dipenjarakan? Negara ini bisa lumpuh sebab semua pejabat dan aparat masuk penjara. Bahkan, penjara pun tak bisa berjalan dengan baik karena semua sipirnya akan masuk penjara.

Penulis : Christoforus Ristianto

Fotografer: Roberdy Giobriandi

Tags: agus noorAkbarbakti budaya djarum foundationbutet kartaredjasacak lontongdjarumhappy salmaindonesia kitaKorupsiKPK
Christoforus

Christoforus

Related Posts

Baskara Putra vokalis Hindia saat membawakan lagu “Rumah ke Rumah” dalam konser Pesta Bebas Berselancar 2025 pada Sabtu (19/07/2025). (ULTIMAGZ/Andita Chayara)
Event

Penampilan Hindia Ramaikan Pesta Bebas Berselancar 2025

July 22, 2025
Nyoman Paul tampil perdana di BNI Java Jazz Festival 2025 yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (30/05/25). (ULTIMAGZ/Putri C. Valentina)
Event

Nyoman Paul Debut di Java Jazz Festival 2025 dengan Album LUAP

July 16, 2025
digicam
Opini

Digicam Kembali ke Pasar: Dari Kesenangan Jadi Berlebihan?

July 16, 2025
Next Post
CreatiFest 2017 Pamerkan Kreativitas Berkonsep Interaktif

CreatiFest 2017 Pamerkan Kreativitas Berkonsep Interaktif

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eleven + nine =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021