Laga final yang berlangsung antara MNS dan Porodisa, Kamis (22/5) berlangsung ketat. MNS keluar sebagai pemenang melalui adu penalti. Sayangnya, dalam pertandingan ini sempat terjadi insiden pemukulan antara Valen dan Andre Rusli.
Valen asal Porodisa, tidak terima dikenai kartu merah oleh wasit. Pemuda asal Talaud ini lantas berjalan ke arah Andre Rusli dan langsung menampar wajah Andre Rusli. Para panitia pun langsung turun ke lapangan dan mencoba melerai.
Ditemui selepas pertandingan, Andre mengaku bahwa insiden tersebut adalah bagian dari pertandingan.
“Itu benturan dan menurut gue wajar terjadi. Valen emosi, lalu gue juga emosi. Namun, gue lebih bisa ngontrol emosi itu,” tutur Andre.
Cornelius Bintang selaku Ketua Panitia UFC mengaku, insiden tersebut merupakan bagian dari pertandingan. Semuanya adalah keputusan wasit.
“Apa yang terjadi di lapangan adalah keputusan wasit. Panitia tidak boleh mengganggu gugat keputusan wasit,” tutur Bintang.
Insiden Perkelahian Jadi PR Bersama
Insiden perkelahian memang sudah menjadi pekerjaan rumah dari panitia UFC selama bertahun-tahun. Pihak panitia pun sudah melakukan tindakan pencegahan seperti banned untuk pemain bermasalah serta sanksi bagi mereka yang terlibat insiden.
“Kita sudah memberikan peraturan sejelas mungkin. Kita juga sudah menjalin hubungan baik dengan beberapa orang yang bermasalahan, sehingga jika terjadi perselisihan kita bisa ngomong baik-baik,” ujar Bintang.
Insiden pemukulan ini juga sempat terjadi pada pertandingan semifinal antara Tongsisdotcom dan Porodisa. Saat itu, Valen juga kedapatan melakukan pemukulan terhadap pemain lain bernama Leonardo Richie. Sayangnya, insiden itu luput dari perhatian wasit.
Mengenai insiden ini, Bintang mengaku bahwa wasit saat itu kurang tegas.
“Saya mengakui wasit itu kurang tegas. Oleh karena itu, panitia mengganti wasit tahun lalu dan tahun ini. Namun, wasit Rabu itu bukan wasit biasanya. Jadi, memang wasitnya yang kurang tegas,” akunya.
Tampaknya, ini juga menjadi PR besar bagi panitia UFC selanjutnya untuk dapat menyeleksi wasit dengan ketat sehingga insiden pemukulan seperti ini tidak terjadi lagi. Terlepas dari itu, penyelenggaraan UFC tahun ini, jauh lebih baik dari tahun sebelumnya. Beberapa insiden bisa ditangani dengan baik dan pertandingan pun dijadwalkan lebih teratur.
[divider] [/divider] [box title=”Info”] Reporter: Patric BatubaraEditor: Sintia Astarina
Fotografer: Stanislaus Vito (Obscura)[/box]



