• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Thursday, April 16, 2026
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Berita Kampus Info Kampus

Mahasiswa, Jangan Mau Terpojok Sistem!

sintiaastarina by sintiaastarina
September 23, 2014
in Info Kampus, Opini
Reading Time: 2 mins read
0
SHARES
194
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

ULTIMAGZ.com – Sebuah institusi harus menerapkan peraturan agar dapat mengelola dan mengawasi perilaku setiap individunya agar dapat berjalan dengan baik. Kampus adalah institusi pendidikan. Kampus wajib memiliki peraturan agar bisa mengawasi, menjaga, dan mengatur semua individu yang berkaitan dengan civitas academica-nya.

Dalam penerapannya, masih ada kebijakan yang menjadi beban di salah satu pihak, seperti masalah kehadiran mahasiswa. Kebijakan ini dibuat agar mahasiswa bisa bersikap disiplin, tetapi tidak melihat sisi manusiawinya. Apakah kehadiran mahasiswa memiliki sangkut paut terhadap intelektual mahasiswa? Bagaimana yang terjadi apabila mahasiswa tidak bisa mengikuti ujian baik UTS maupun UAS karena sakit yang dideritanya atau situasi keluarganya? Pertimbangan seperti ini tergantung dari perspektif masing – masing individu.

Secara logis, mahasiswa perlu mengeluarkan aspirasinya agar tidak terpojok oleh sistem. Sayangnya, terkadang mahasiswa hanya agresif di belakang. Hanya berani mengeluh dan bicara kepada teman-temannya akan peraturan yang menyusahkan, tetapi tidak berani bicara langsung kepada orang yang memberikan sanksi.

Butuh persiapan mental untuk bicara sesuai dengan haknya. Mungkin hanya segelintir orang yang berani terang-terangan menunjukkan aspirasi akan hak-haknya. Untuk itu, apa gunanya kita takut? Selama kita di posisi yang benar sesuai dengan rasionalitas dan realitas yang ada. Jangan takut mengeluarkan suara sendiri demi perubahan yang lebih baik ke depannya.

Mahasiswa bisa mengkritisi kebijakan dengan intelektualitas dan behave. Tidak perlu takut atau malu untuk mengutarakan masalah yang dialami karena kebijakan kampus atau dosen. Selain itu, negara kita merupakan negara demokrasi sehingga ada undang-undang mengenai hak seseorang untuk menyampaikan pendapatnya. Hal itu tertera pada Pasal 28 UUD 1945.

Mahasiswa memiliki hak untuk mengkritik dan mengkaji suatu peraturan di kampusnya masing-masing. Namun, pihak kampus atau dosen sebaiknya juga memiliki sikap toleransi yang berasaskan humanity, bukan semata-mata mengejar kredibilitas dan nama kampus. Semoga hal ini bisa kita terapkan dalam memaknai arti sebuah pendidikan.

 

[divider] [/divider] [box]Penulis: Efrem Ody Ekiriandra – Jurnalistik 2012

Editor: Oktyfany Sembiring

Foto: //belajardikampus.files.wordpress.com/2014/02/foto-students.jpg

[/box]

 

 

 

 

 

 

sintiaastarina

sintiaastarina

Related Posts

Seseorang menyukai video fan edit ship K-pop di media sosial. (ULTIMAGZ/Iskandar Gautama)
Budaya

Idola Bukan Karakter Fiksi: Menimbang Etika Shipping Culture K-pop

March 18, 2026
Ilustrasi seorang anak bermain Roblox di gawainya. (ULTIMAGZ/Tiffany Michiko P.)
Iptek

Batas Usia Media Sosial bagi Anak: Upaya Melindungi atau Mengekang?

March 18, 2026
harga emas
Opini

Harga Emas: Antara Strategi Pasar dan Ketakutan Global

February 25, 2026
Next Post

Apa yang Berbeda Dari EURO 2020?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eleven + 7 =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021