• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Sunday, August 31, 2025
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Lifestyle

4 Tips Mengatasi Mata Lelah karena Menatap Layar

Juni Darliah by Juni Darliah
September 2, 2020
in Lifestyle
Reading Time: 3 mins read
Ilustrasi mata lelah akibat menatap layar (ultimagz)

Bermain handphone ataupun laptop ditempat yang gelap dalam jangka waktu yang lama secara terus-menerus dapat mengakibatkan kerusakkan mata. (ULTIMAGZ/ Caroline Saskia)

0
SHARES
438
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com — Kegiatan menatap layar seperti pada laptop, komputer, atau gawai dapat menimbulkan beberapa efek samping pada mata karena kurangnya frekuensi berkedip. Dokter mata Rumah Sakit Bethsaida Gading Serpong, dr. Janalia K. Sjarif, Sp.M, menjelaskan bahwa efek tersebut berasal dari cahaya yang dipancarkan layar, jarak penggunaan, atau kebiasaan saat menggunakan gawai.

“Cahaya dari screen dapat menyebabkan mata lelah dan kering karena sinar yang dipancarkan,” jelas dr. Janalia K. Sjarif, SpM, kepada Ultimagz ketika dihubungi melalui aplikasi kirim pesan.

“Jarak penggunaan yang relatif dekat juga memicu kelelahan karena mata harus berakomodasi, menggunakan energi ekstra dengan tingkat yang lebih ekstrim, otot-otot mata akan menjadi lambat menyesuaikan antara melihat jarak dekat dan jauh,”  tambahnya.

Pada usia anak-anak, kebiasaan menatap layar dengan jarak dekat dalam jangka waktu yang lama akan memicu terjadinya mata minus. Kebiasaan menggunakan lampu ruangan dan cahaya layar yang terlalu gelap atau terang juga dapat memicu terjadinya kelelahan karena saraf penerimaan cahaya di mata harus bekerja lebih keras.

Berdasarkan penelitian Grace P. Kurmasela, J. S. M. Saerang, dan Laya Rares yang berjudul Hubungan Waktu Penggunaan Laptop dengan Keluhan Penglihatan, kelelahan mata adalah ketegangan pada mata yang disebabkan oleh penggunaan indera penglihatan dalam bekerja. Jarak antara layar monitor dan mata yang terlalu dekat dapat menyebabkan mata menjadi tegang, cepat lelah, dan berpotensi mengalami keluhan penglihatan.

Selain itu, mata lelah juga dapat disebabkan karena tidak mengalihkan pandangan sejauh kurang lebih enam meter selama beberapa detik setiap 30 menit saat menggunakan laptop, komputer, atau gawai. Pengalihan pandangan ini berfungsi untuk merelaksasikan ketegangan yang terjadi pada otot mata.

Ada beberapa cara yang perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan agar mata tidak lelah, yakni:

  1. Istirahatkan Mata
    Mata membutuhkan istirahat yang cukup sehingga kesehatannya tetap terjaga. Apabila mata mengalami gangguan dan memerlukan kacamata, gunakanlah kacamata sesuai kebutuhan sehingga beban mata akan berkurang. Gunakan juga pelindung mata saat mengerjakan sesuatu yang berisiko membahayakan, seperti mengelas, menghadapi cahaya laser atau sinar ultraviolet yang kuat.
  2. Ingat Berkedip
    Saat membaca atau menatap layar dalam jangka waktu yang cukup lama, ingatlah untuk berkedip. Berkedip bermanfaat untuk membasahi mata guna mencegah kekeringan dan iritasi. Biasanya ketika konsentrasi bekerja di depan layar, mata lupa berkedip sehingga air mata yang melapisi mata menguap lebih cepat, maka akan menjadi kering. Idealnya, setiap menatap layar pada selama 20 menit, mata membutuhkan istirahat selama 20 detik untuk memandang sesuatu yang berjarak minimal 20 kaki (enam meter). Jika berada dalam ruangan sempit, kita bisa membayangkan seperti sedang melihat melewati tembok atau melamun.
  3. Menjaga Asupan Makanan
    Asupan makanan juga perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan mata. Beberapa makanan yang baik untuk kesehatan mata, antara lain bluberi, jeruk, wortel, paprika, brokoli, ubi manis, kacang-kacangan, dan salmon. Selain itu, vitamin dengan antioksidan, seperti lutein, zeaxanthin, dan vitamin A juga dapat membantu mata tetap sehat.
  4. Rutin Memeriksakan Mata
    Setiap orang, mulai dari usia anak-anak hingga usia lanjut, dianjurkan memeriksakan ke dokter spesialis mata setidaknya dua tahun sekali. Hal ini diperlukan untuk mendeteksi secara dini masalah pada mata, khususnya bagi mereka yang bekerja seharian menatap layar laptop, komputer, atau gawai. 

Itulah beberapa tips bagi Ultimates untuk mengatasi mata lelah akibat menatap layar. Mata merupakan indera yang penting bagi tubuh sehingga lebih baik untuk tidak memaksa mata bekerja terlalu lelah. Sama seperti anggota tubuh lainnya, mata pun membutuhkan relaksasi karena bisa mengalami stres apabila beban kerjanya berlebih. 

 

Penulis: Sr. Angela Siallagan FCJM

Editor: Abel Pramudya Nugrahadi

Foto: Caroline Saskia

Sumber: jurnaltangerang.co, e-journal.unair.ac.id, dan repository.uinjkt.ac.id

Tags: artikelserieskesehatankesehatan matakesehatan penglihatanMatamata lelahvitamin a
Juni Darliah

Juni Darliah

Related Posts

Tempe: Hasil Fermentasi Mendunia yang Berakar dari Jawa
Kuliner

Tempe: Hasil Fermentasi Mendunia yang Berakar dari Jawa

July 16, 2025
Kopi yang berasal dari feses gajah. (antaranews.com)
Lifestyle

Dari Feses Gajah ke Cangkir Kopi: Cerita di Balik Kopi Ivory

July 16, 2025
Potret salah satu bahan sushi, kani. (istockphoto.com)
Lifestyle

Sushi Kani Ternyata Bukan Kani, tapi Surimi? Ini Faktanya!

July 16, 2025
Next Post
Glenn Fredly Aktif Aktvisme Kemanusiaan

Mengenang Glenn Fredly: Musik, Aktivisme, dan Kemanusiaan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × two =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021