SERPONG, ULTIMAGZ.com – Asosiasi Desain Grafis Indonesia (ADGI) menggelar program tahunan ADGI Design Week di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Selatan pada 19—23 November 2025. Program ini mengangkat tema “Poliformat,” membawa desain grafis ke tingkat yang lebih tinggi dengan menampilkan karya dari desainer terbaik Indonesia.
ADGI Design Week 2025 terdiri dari beberapa rangkaian acara, mulai dari Design Buffet Experience, Brand X Type, hingga Design Talks. Dengan 90 lebih pembicara dan 30 lebih sesi Design Talks, ADGI menyediakan waktu dan ruang bagi desainer untuk belajar bersama. Nama-nama besar di industri seperti Evan Wijaya, Eric Widjaja, hingga Bram Patria Yoshugi memberikan wawasan terkait karya-karya dan sudut pandang mereka.
Baca Juga: IMDES 2025 Angkat Tema Keberlanjutan: Mahasiswa Tunjukkan Gagasan Inovatif

Tema ADGI Design Week 2025 mengarahkan lampu mengenai bagaimana desain hadir dalam berbagai format, generasi, dan media. Tema ini menunjukkan bahwa desainer tidak hanya memikirkan estetika visual, tetapi juga struktur komunikasi sertaproses inovasi yang multiformat dan multidisiplin.
“Harapan dengan ADGI mengangkat tema “Poliformat”, kami bisa membawa desain grafis ke level yang lebih tinggi lagi. Kami melihat desain grafis hadir di segala aspek hidup kita. Harapannya, kami bisa berkontribusi membawa Indonesia memiliki visual culture yang mewakili Indonesia,” ucap Ritchie Ned Hansel, Ketua Umum ADGI pada Jumat (21/11/25).
Baca Juga: UMN: Sejarah, Logo, Mars, hingga Gedung Kampus

Bram Patria Yoshugi atau yang sering dikenal sebagai Bram merupakan salah satu pembicara pada ADGI Design Week 2025. Bram ialah creative director dan lead designer untuk logo dan identitas visual Hari Ulang Tahun ke-80 Indonesia. Pada ADGI Design Week kali ini, Bram berbagi mengenai perjalanan, masalah, inovasi, serta pendekatan yang dialami selama pembuatan logo hingga saat ini.
Bram mengatakan bahwa ada inovasi yang ia bawa pada logo Hari Kemerdekaan Indonesia tahun ini. Bram merasa identitas visual atau logo Hari Kemerdekaan Indonesia bukan hanya milik pemerintah ataupun Bram, melainkan bersama. Ia menyadari bahwa setiap tembok dengan hiasan hari kemerdekaan selalu memiliki interpretasi yang berbeda-beda dari setiap individu masyarakat.

Sebagai penutup, Bram mengajak generasi desainer mendatang untuk berani menyampaikan ide liar mereka. Creative Director di Thinking Room ini mengatakan, “No perfect logo exist, but brave ideas do.”
ADGI Design Week 2025 adalah tahun kedua acara ini diadakan. Acara ini menjadi penerus dari Pameran Rancangan Grafis 80 yang sering disebut Grafis 89 dan pertama kali digelar pada 16—24 Juni 1980 oleh Ikatan Perancang Grafis Indonesia (IPGI). Melalui ADGI Design Week 2024, ADGI mengusung nama GRAFIS 24 yang dinyatakan sebagai kelanjutan langsung dari Grafis 89 setelah tidur selama puluhan tahun.
Penulis: Muhammad Khairan Ananta Nugroho
Editor: Jessie Valencia
Foto: Muhammad Khairan Ananta Nugroho





