SERPONG, ULTIMAGZ.com – Fenomena kidult merujuk pada orang dewasa yang gemar mengoleksi atau bermain mainan, mulai dari action figure, Lego, boneka plushie, sampai kartu koleksi. Kidult sendiri berasal dari gabungan kata “kid” dan “adult” yang diperkenalkan pertama kali oleh psikolog Jim Ward-Nichols dari Steven Institute of Technology di New Jersey, Amerika Serikat.
Kidult muncul sebagai reaksi terhadap tekanan hidup modern. Rutinitas kuliah, pekerjaan, dan tuntutan sosial sering kali membuat orang mencari tempat aman untuk beristirahat secara emosional. Melansir bbc.co.uk, mainan yang identik dengan masa kecil menawarkan rasa nostalgia dan kenyamanan.
Industri hiburan juga berperan besar dalam mengangkat fenomena ini. Banyak merek merilis ulang karakter klasik seperti Pokémon, Transformers, dan Disney Princess dalam edisi eksklusif yang memang ditujukan untuk konsumen dewasa. Pasarnya pun besar dan stabil karena daya beli orang dewasa jauh lebih kuat dibanding anak kecil.
Baca Juga: Aksesori Tas Penunjuk Identitas: Tren Meramaikan Tas Dengan Aksesori
Toko mainan koleksi dan pameran pop culture kini ramai dikunjungi mahasiswa serta pekerja muda. Melansir antaranews.com, data industri menunjukkan bahwa konsumsi mainan oleh orang dewasa usia 18 tahun ke atas naik 5,5 persen dalam dua tahun terakhir, lebih cepat dibanding remaja yang hanya tumbuh 3,3 persen.
Media sosial memperkuat budaya kidult melalui konten unboxing, review koleksi, hingga tur kamar yang penuh rak display. Konten seperti ini memberi ruang bagi komunitas untuk berkembang, dilansir dari tsurvey.id. Mahasiswa dan pekerja muda yang merasa penat melihat bahwa ada banyak orang lain yang juga menemukan kebahagiaan sederhana lewat hobi yang sama. Fenomena ini akhirnya menormalisasi ide bahwa mainan bukan sekadar untuk anak-anak.
Baca Juga: Kenali Labubu, Karakter Monster Imut Ala Pop Mart yang Viral
Walaupun sering dianggap kekanak-kanakan, hobi ini punya sisi positif. Melansir psikogenesis.org, bermain atau merakit mainan dapat membantu mengurangi stres, meningkatkan fokus, dan memberikan rasa pencapaian kecil yang memperbaiki suasana hati. Tidak sedikit pula yang memanfaatkan hobi ini sebagai sumber penghasilan melalui jual beli koleksi atau konten kreatif di media sosial, dilansir dari idntimes.com.
Fenomena kidult menunjukkan bahwa kedewasaan bukan tentang meninggalkan hal-hal yang membuat seseorang bahagia, melainkan ruang untuk bermain di tengah tekanan hidup yang semakin kompleks. Kidult justru menjadi cara bagi banyak orang dewasa untuk tetap waras dan terhubung dengan sisi diri yang lebih ringan.
Penulis: Clarisa Renata
Editor: Kezia Laurencia
Foto: Pexels/Antoni Shkraba Studio
Sumber: bbc.co.uk, antaranews.com, tsurvey.id, psikogenesis.org, idntimes.com





