• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Saturday, February 7, 2026
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Iptek

Fenomena Kidult, Orang Dewasa yang Suka Mengoleksi Mainan

Clarisa Renata by Clarisa Renata
February 3, 2026
in Iptek
Reading Time: 3 mins read
Ilustrasi kidult, orang dewasa yang gemar bermain. (pexels/Antoni Shkraba Studio)

Ilustrasi kidult, orang dewasa yang gemar bermain. (pexels/Antoni Shkraba Studio)

0
SHARES
14
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Fenomena kidult merujuk pada orang dewasa yang gemar mengoleksi atau bermain mainan, mulai dari action figure, Lego, boneka plushie, sampai kartu koleksi. Kidult sendiri berasal dari gabungan kata “kid” dan “adult” yang diperkenalkan pertama kali oleh psikolog Jim Ward-Nichols dari Steven Institute of Technology di New Jersey, Amerika Serikat.

Kidult muncul sebagai reaksi terhadap tekanan hidup modern. Rutinitas kuliah, pekerjaan, dan tuntutan sosial sering kali membuat orang mencari tempat aman untuk beristirahat secara emosional. Melansir bbc.co.uk, mainan yang identik dengan masa kecil menawarkan rasa nostalgia dan kenyamanan.

Industri hiburan juga berperan besar dalam mengangkat fenomena ini. Banyak merek merilis ulang karakter klasik seperti Pokémon, Transformers, dan Disney Princess dalam edisi eksklusif yang memang ditujukan untuk konsumen dewasa. Pasarnya pun besar dan stabil karena daya beli orang dewasa jauh lebih kuat dibanding anak kecil. 

Baca Juga: Aksesori Tas Penunjuk Identitas: Tren Meramaikan Tas Dengan Aksesori

Toko mainan koleksi dan pameran pop culture kini ramai dikunjungi mahasiswa serta pekerja muda. Melansir antaranews.com, data industri menunjukkan bahwa konsumsi mainan oleh orang dewasa usia 18 tahun ke atas naik 5,5 persen dalam dua tahun terakhir, lebih cepat dibanding remaja yang hanya tumbuh 3,3 persen.

Media sosial memperkuat budaya kidult melalui konten unboxing, review koleksi, hingga tur kamar yang penuh rak display. Konten seperti ini memberi ruang bagi komunitas untuk berkembang, dilansir dari tsurvey.id. Mahasiswa dan pekerja muda yang merasa penat melihat bahwa ada banyak orang lain yang juga menemukan kebahagiaan sederhana lewat hobi yang sama. Fenomena ini akhirnya menormalisasi ide bahwa mainan bukan sekadar untuk anak-anak.

Baca Juga: Kenali Labubu, Karakter Monster Imut Ala Pop Mart yang Viral

Walaupun sering dianggap kekanak-kanakan, hobi ini punya sisi positif. Melansir psikogenesis.org, bermain atau merakit mainan dapat membantu mengurangi stres, meningkatkan fokus, dan memberikan rasa pencapaian kecil yang memperbaiki suasana hati. Tidak sedikit pula yang memanfaatkan hobi ini sebagai sumber penghasilan melalui jual beli koleksi atau konten kreatif di media sosial, dilansir dari idntimes.com. 

Fenomena kidult menunjukkan bahwa kedewasaan bukan tentang meninggalkan hal-hal yang membuat seseorang bahagia, melainkan ruang untuk bermain di tengah tekanan hidup yang semakin kompleks. Kidult justru menjadi cara bagi banyak orang dewasa untuk tetap waras dan terhubung dengan sisi diri yang lebih ringan.

 

Penulis: Clarisa Renata

Editor: Kezia Laurencia

Foto: Pexels/Antoni Shkraba Studio

Sumber: bbc.co.uk, antaranews.com, tsurvey.id, psikogenesis.org, idntimes.com

Tags: kidultmainanorang dewasa
Clarisa Renata

Clarisa Renata

Related Posts

Ilustrasi bubuk kunyit. (Freepik/Jigsawstocker)
Iptek

Kunyit: Bumbu Dapur yang Menyimpan Banyak Rahasia Kesehatan

February 4, 2026
Teh
Iptek

Hojicha vs Matcha: Dua Teh Hijau dari Negeri Sakura, Apa Perbedaannya?

February 4, 2026
Ilustrasi fenomena earworm. (freepik.com)
Iptek

Fenomena Earworm yang Bikin Lagu Nempel di Kepala Sepanjang Hari

February 4, 2026
Next Post
Bekel

Kenali Bekel dan Kawan-Kawannya: Mainan Masa Kecil yang Mendunia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 + nine =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021