Serpong, ULTIMAGZ.COM– Apakah Ultimates pernah bermain bekel saat kecil? Permainan ini merupakan salah satu permainan klasik bagi banyak anak yang tetap digemari hingga dewasa. Bekel memang dikenal sebagai permainan tradisional Indonesia, tetapi tahukah Ultimates bahwa permainan ini memiliki banyak variasi di berbagai belahan dunia?
Di Indonesia, bekel merupakan permainan tradisional yang dimainkan dengan sebuah bola karet dan sejumlah biji bekel, biasanya berjumlah lima. Biji bekel dapat terbuat dari logam ataupun plastik. Bekel dimainkan dengan cara melempar bola ke udara dan mengambil beberapa biji bekel dari lantai saat bola memantul dan sebelum bola jatuh kembali. Ada beberapa babak, mulai dari mengambil satu biji, dua biji, dan terus bertambah hingga berhasil mengambil seluruh biji sekaligus. Melansir gramedia.com, kata ‘bekel’ sendiri berasal dari bahasa Belanda “Bikkelen” yang berarti membanting tulang.
Baca juga: Perlahan Hilang, Kenali Beberapa Permainan Tradisional Indonesia
Pada Amerika Serikat (AS) dan Inggris, permainan ini dikenal dengan nama Jacks atau Knucklebones. Melansir britannica.com, nama ini berasal dari tulang buku jari (knucklebones) domba yang digunakan sebagai biji permainan. Sekarang, biji tersebut telah digantikan oleh potongan logam atau plastik berbentuk serupa, bersamaan dengan bola karet. Aturan main di AS dan Inggris ini menjadi yang paling mirip dengan cara bermain bekel di Indonesia.
Beranjak ke Korea, terdapat permainan tradisional serupa disebut Gonggi. Melansir tgrcampaign.com, permainan ini dimainkan dengan lima atau lebih kerikil kecil atau biji plastik berwarna yang disebut gonggitdol. Gonggi mempunyai lima level dengan tingkat kesusahan yang berbeda. Empat level pertama menambah jumlah kerikil yang harus dikumpulkan pada setiap lemparan, sementara level terakhir mengharuskan pemain menangkap kerikil di punggung tangan. Kepopuleran Gonggi meningkat setelah muncul dalam serial Netflix Squid Game.
Di India, permainan ini dikenal sebagai anju kal atau pansguti, dan dimainkan menggunakan lima hingga tujuh batu. Permainan ini melibatkan dua pemain atau lebih secara bergiliran dan terdiri dari lima ronde. Aturan mainnya sangat mirip dengan versi Korea.
Baca juga: Sejarah Trick or Treat: Permainan Menarik yang Identik dengan Halloween
Sementara itu, di Jepang permainan serupa disebut otedama dan dimainkan menggunakan kantong kain kecil berisi kacang atau biji yang disebut ojami. Melansir wa-mare.com, otedama berasal dari Tiongkok pada periode Nara dan dimainkan dengan dua cara. Cara pertama adalah yagedama, yang menyerupai juggling. Kedua adalah yosedama, yang mirip dengan permainan knucklebones modern.
Berikut beberapa versi bekel dari berbagai penjuru dunia. Kira-kira Ultimates paling tertarik dengan versi yang mana?
Penulis: Belva Putri Paramitha
Editor: Kezia Laurencia
Foto: tgrcampaign.com
Sumber: gramedia.com, britannica.com, tgrcampaign.com, wa-mare.com





