SERPONG, ULTIMAGZ.com – Bagi Ultimates yang senang berbelanja, istilah Black Friday mungkin sudah tak asing lagi. Istilah ini merujuk pada kegiatan belanja besar-besaran yang berasal dari Amerika Serikat (AS) dan mulai berlangsung setiap Jumat minggu keempat November.
Black Friday merupakan hari setelah perayaan atas kelimpahan hasil panen atau Thanksgiving yang dirayakan di AS. Sebelumnya, istilah Black Friday digunakan oleh para polisi di Philadelphia, AS pada awal 1960-an ketika terjadi kerumunan yang membludak setelah perayaan Thanksgiving.
Baca juga: Pintar Manajemen Waktu dan Hidup: Strategi Ringan untuk Rutinitas Padat
Kemudian, kerumunan tersebut berujung kekacauan, mulai dari para pembeli lokal dan turis yang mengincar promo atau berlibur hingga terjadinya kriminalitas, dikutip dari detik.com. Hal itu membuat polisi setempat merasa kewalahan dalam menangani situasinya.
Melansir kompas.com, istilah Black Friday sempat dinilai merugikan para penjual. Maka dari itu, pada 1961, istilah Black Friday sempat diganti menjadi Big Friday agar konotasinya menjadi positif. Akan tetapi, upaya tersebut tidak berhasil karena istilah Black Friday sudah sangat melekat, dikutip dari idntimes.com.
Akhirnya, para penjual menerima istilah Black Friday. Namun, mereka kembali mencoba mengubah narasinya menjadi hari belanja besar-besaran dan memperoleh keuntungan setelah perayaan Thanksgiving.
Konsep “black” pada Black Friday yang awalnya dianggap berkaitan dengan sesuatu yang kelam diubah maknanya menjadi “laba” atau “keuntungan”. Melansir idntimes.com, konsep ini dihubungkan dengan sistem pencatatan keuangan zaman dahulu, yang mana kerugian dicatat dengan tinta merah, sedangkan keuntungan menggunakan tinta hitam.
Namun, jauh sebelum itu, terdapat cerita lain yang mengisahkan terciptanya istilah Black Friday. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan situasi krisis ekonomi di AS. Mengutip antaranews.com, pada 24 September 1869, dua investor Jay Gould dan Jim Fisk membeli emas dalam jumlah besar dan meninggikan harga jualnya sehingga membuat harga pasaran anjlok.
Baca juga: Kenali Impulsive Buying dan Doom Spending, Fenomena Konsumtif dalam Kehidupan Modern
Meskipun istilah ini awalnya berasal dari AS, tetapi sudah ada beberapa negara yang mengadaptasi tradisi belanja ini, termasuk Indonesia. Berbagai penawaran spesial dan diskon lainnya yang ditawarkan pada Black Friday tersedia di gerai langsung maupun online store.
Melansir kompas.com, Black Friday di 2025 jatuh pada 28 November lalu. Secara tidak langsung, adanya Black Friday juga menandakan dimulainya musim belanja menjelang Natal.
Penulis: Jesslyn Gunawan Wijaya
Editor: Jessica Kannitha
Foto: freepik.com
Sumber: detik.com, kompas.com, idntimes.com, antaranews.com





