• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Wednesday, February 11, 2026
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Iptek

Kimi K2 Thinking: AI Baru Cina yang Hancurkan Pasar AI

Belva Putri Paramitha by Belva Putri Paramitha
February 11, 2026
in Iptek
Reading Time: 2 mins read
Logo Kimi K2, AI chatbot buatan Cina terbaru. (smyth.os)

Logo Kimi K2, AI chatbot buatan Cina terbaru. (smyth.os)

0
SHARES
4
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com– Belakangan ini, perusahaan-perusahaan model Artificial Intelligence (AI) telah didominasi oleh negara barat, khususnya Amerika Serikat (AS). Namun, kali ini muncul saingan ketat dari Cina bernama Kimi K2 Thinking, rilis pada 6 November 2025 lalu.

Kimi K2 Thinking merupakan versi terbaru dari Start up Moonshot AI yang didirikan oleh Yang Zhilin pada 2023. Model ini merupakan tambahan dari model Kimi K2 Juli 2025 lalu, dilansir cnbn.com. Seperti Large Language Model (LLM) lainnya, Kimi K2 Thinking memiliki kemampuan menjawab pertanyaan, menyelesaikan tugas berbasis teks, serta menjadi alternatif AI gratis yang dapat diakses oleh siapa saja. 

Baca Juga: Transformasi Teknologi melalui ChatGPT

Tidak hanya itu, keunggulan utama Kimi K2 justru terletak pada performanya yang melampaui beberapa model AI besar asal Barat dalam berbagai uji coba. Dengan mengusung arsitektur Mixture of Experts (MoE), Kimi K2 memiliki total 1 triliun parameter dengan 32 miliar parameter aktif, menjadikannya salah satu model AI paling canggih yang pernah dikembangkan.

Baca Juga: AI Art Generator Marak Digunakan, Bagaimana Nasib Seniman?

Melansir teknologi.id, dalam pengujian SWE-Bench untuk kemampuan pemrograman perangkat lunak, Kimi K2 mencatat akurasi 65,8%, mengungguli model milik OpenAI yang hanya mencapai 54,6% dan DeepSeek dengan 38,8%. Sementara itu, dalam pengujian LiveCodeBench, model ini memperoleh akurasi 53,7%, lebih tinggi dibanding DeepSeek maupun GPT-4.1. Keunggulan tersebut semakin diperkuat lewat uji Math-500, di mana Kimi K2 mencapai skor akurasi 97,4%, menunjukkan kemampuannya dalam memecahkan soal matematika tingkat lanjut dengan presisi luar biasa.

Selain itu, Kimi K2 Thinking bersifat open source sehingga siapa pun dapat mengunduh dan melatihnya secara mandiri. Langkah ini menjadi strategi unik dari Cina dalam menghadapi dominasi AI Barat. Melansir economist.com, Cina kini memimpin dalam pengembangan open-weight model dan secara perlahan mulai menggoyang posisi Amerika Serikat di industri AI global. Pendekatan ini menunjukkan bahwa inovasi terbuka dan kolaboratif dapat menjadi kekuatan baru dalam dunia teknologi, sekaligus menandai perubahan besar dalam peta persaingan kecerdasan buatan.

 

Penulis: Belva Putri Paramitha

Editor: Kezia Laurencia

Foto: smythos.com 

Sumber:cnbn.com, teknologi.id, economist.com. 

Tags: AIartificial intelligenceArtikelartikel 2026artikel AI 2026Kimi K2Kimi K2 ThinkingLarge Language ModelLLMMixture of ExpertsMoEMoonshot AIopen weight modelSWE-BenchYang Zhilin
Belva Putri Paramitha

Belva Putri Paramitha

Related Posts

Ilustrasi anggur laut NTT (Pixabay/Jerry Phons G)
Iptek

Anggur Laut NTT: Superfood “Kaviar Hijau” yang Mendunia, Kehidupan Ekonomi Pesisir

February 11, 2026
Ilustrasi bubuk kunyit. (Freepik/Jigsawstocker)
Iptek

Kunyit: Bumbu Dapur yang Menyimpan Banyak Rahasia Kesehatan

February 4, 2026
Teh
Iptek

Hojicha vs Matcha: Dua Teh Hijau dari Negeri Sakura, Apa Perbedaannya?

February 4, 2026
Next Post
Sampul buku As Long As The Lemon Trees Grow karya Zoulfa Katouh. (ULTIMAGZ/Radella Dagna)

Selami Harapan dan Konflik di Tengah Perang Suriah dengan As Long As The Lemon Trees Grow

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × four =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021