• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Wednesday, February 18, 2026
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Hiburan

Bukan Hanya 12 Dewa Olimpus, 3 Dewa ini Juga Tidak Kalah Keren!

Aurelia Lisbeth by Aurelia Lisbeth
February 18, 2026
in Hiburan
Reading Time: 4 mins read
Lukisan Le Soir, oleh Charles Le Brun, menggambarkan Morpheus (dewa mimpi) beristirahat di gua dikelilingi bunga poppy. (1669) (Louvre)

Lukisan Le Soir, oleh Charles Le Brun, menggambarkan Morpheus (dewa mimpi) beristirahat di gua dikelilingi bunga poppy. (1669) (Louvre)

0
SHARES
8
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Mitologi Yunani selalu identik dengan nama dewa-dewi besar seperti Zeus, Athena, atau Poseidon. Padahal, terdapat beberapa dewa-dewi lain yang jarang disorot, tetapi memegang peran krusial bagi kehidupan Olympus maupun dunia manusia. Siapa saja mereka dan apa yang membuat mereka begitu istimewa?

Morpheus: Ahli Penipu di Dunia Mimpi
Lukisan Morpheus, oleh René-Antoine Houasse (1689) (Versailles Le Soir)

Morpheus adalah dewa mimpi, anak dari Hypnos si dewa tidur. Melansir dari kompas.com, namanya diambil dari kata Yunani ‘morphe’ yang memiliki arti bentuk, karena dialah yang membentuk mimpi. Morpheus bisa mengubah dirinya menjadi siapa pun dalam mimpi, bahkan orang terdekat sekalipun. Hebatnya,  para korban tidak akan sadar sosok yang mereka temui hanyalah khayalan. 

Baca juga: Narcissus, Dewa Yunani yang Menjadi Inspirasi Kata Narsis

Melansir dari nationalgeographic.grid.id, Zeus pernah mengirim Morpheus untuk menipu Raja Agamemnon lewat mimpi palsu dalam kisah perang Troya. Morpheus muncul di hadapan Agamemnon sebagai penasehat tuanya, Nestor, dan membisikkan bahwa Zeus ada di pihaknya untuk merebut kota Troya. Agamemnon yang tertipu langsung membangunkan pasukannya untuk berperang. Alih-alih menang, sang raja justru menderita kerugian besar dan banyak prajuritnya yang terbunuh. Mimpi palsu ini membuktikan betapa berbahayanya kekuatan Morpheus, satu mimpi saja bisa mengubah jalannya perang.

Menariknya, pengaruh tokoh Morpheus masih terasa hingga hari ini. Obat morfin (morphine), salah satu penghilang rasa sakit paling kuat di dunia medis, dinamai dari Morpheus karena efek tidurnya yang kuat, dilansir dari thecollector.com. Dalam mitologi, Morpheus sendiri tidur di gua yang penuh dengan biji opium poppy, yang merupakan tanaman yang sama tempat morfin diisolasi. Sejak ditemukan pada 1804, morfin telah menyelamatkan jutaan nyawa dengan mengurangi rasa sakit pasien. 

Iris: Sang Jembatan Antara Tiga Dunia
Lukisan Junon, Iris et Flore, oleh Francois Lemoyne (1720) (Louvre)

Iris adalah dewi pelangi sekaligus bertugas menjadi pembawa pesan pribadi Hera. Dalam karya Homer, Iliad, Iris justru muncul sebagai pengirim pesan utama para dewa, bukan Hermes yang sering digambarkan sebagai dewa pengirim pesan, dilansir dari theoi.com. Iris bebas untuk keluar-masuk Underworld (dunia bawah) tanpa izin, sebuah wewenang yang bahkan tidak dimiliki oleh Hermes, dilansir dari thecollector.com.

Melansir dari kamus Merriam-Webster, kata ‘iridescent’ yang berarti warna-warni seperti pelangi berasal dari nama Iris. Dia adalah personifikasi pelangi itu sendiri dan menjadi koneksi langsung antara surga, bumi, dan dunia bawah.

Hebe: Kunci Keabadian Para Dewa
Lukisan Anne Pitt as Hebe, oleh Élisabeth Vigée Le Brun (1792) (Hermitage Museum)

Putri dari Zeus dan Hera ini merupakan dewi sekaligus personifikasi dari masa muda yang abadi. Hebe memiliki kemampuan untuk mengembalikan masa muda yang bahkan para dewa lain tidak bisa melakukannya, dilansir dari nationalgeographic.grid.id. Menurut Philostratus the Elder, seorang ahli pidato asal Yunani, Hebe merupakan dewi yang paling dihormati di Olympus karena dialah yang menjaga para dewa tetap awet muda selamanya, dilansir dari theoi.com. 

Baca juga: Heracles dan Dua Belas Tugas Penebusan Dosa

Melansir nationalgeographic.grid.id, sebelum menikah ia menjabat sebagai cupbearer resmi di Olympus. Tugasnya adalah menyajikan nektar dan ambrosia, minuman dan makanan para dewa yang memberikan keabadian. Namun, kehidupannya berubah ketika pahlawan legendaris Heracles wafat dan diangkat menjadi dewa. Zeus memberikan Hebe sebagai hadiah pernikahan untuk Heracles sebagai penghargaan atas pengabdiannya. Setelah menikah, posisi cupbearer Hebe digantikan oleh Ganymede, dan Hebe pun fokus pada perannya sebagai dewi pemuda yang menjaga keabadian para dewa.

Morpheus, Iris, dan Hebe mungkin jarang muncul dalam cerita-cerita besar mitologi Yunani,  tetapi peran mereka sangat penting. Tanpa Morpheus, tidak akan ada mimpi; tanpa Iris, tidak ada komunikasi antar dunia; dan tanpa Hebe, para dewa kehilangan keabadiannya. Ketiganya membuktikan bahwa kekuatan tidak selalu terlihat dari perang atau petir, melainkan lewat peran-peran sunyi yang menjaga keseimbangan dunia mitologi tetap berjalan sebagaimana mestinya. 

 

 

Penulis: Aurelia Lisbeth

Editor: Reza Farwan

Foto: Louvre

Sumber: kompas.com, merriam-webster.com, nationalgeographic.grid.id, thecollector.com, theoi.com

Tags: budaya yunani kunocerita mitologidewa mimpidewa olimpusdewa yunanidewi pelangidewi pemudaedukasi sejarahhebeHeraheraclesirislegenda yunanimitologi kunomitologi yunanimorpheuspengetahuan mitologiperang troyasejarah mitologiZeus
Aurelia Lisbeth

Aurelia Lisbeth

Related Posts

Sampul buku Fahrenheit 451 karya Ray Bradbury. (source.com/photographer)
Literatur

Fahrenheit 451: When Reading Becomes the Crime

February 13, 2026
Tampilan Joseph Zada dalam cuplikan terbaru (Lionsgate)
Film

Sunrise on the Reaping: Kembalinya Serial Populer Hunger Game

February 11, 2026
Sampul buku As Long As The Lemon Trees Grow karya Zoulfa Katouh. (ULTIMAGZ/Radella Dagna)
Literatur

Selami Harapan dan Konflik di Tengah Perang Suriah dengan As Long As The Lemon Trees Grow

February 11, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

13 − 5 =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021