SERPONG, ULTIMAGZ.com – Brent Faiyaz akhirnya merilis album yang ditunggu-tunggu oleh para penggemar R&B pada Jumat (13/02/26) lalu. Setelah kekecewaan penggemar akibat pembatalan album Icon ini di September tahun lalu, Brent tidak enggan memperkenalkan pergeseran citra dari toxic prince menjadi sosok yang lebih dewasa. Kembali memberikan vokal yang indah di atas sonik baru, Icon menjadi angin segar baru bagi penggemar Brent.
Dengan Raphael Saadiq sebagai produser eksekutif, Brent sedikit terpengaruh untuk melangkah jauh dari toxic R&B menuju topik percintaan yang lebih matang. Melihat tanggal rilis album yang mendekati Hari Kasih Sayang, tidak heran jika Brent memasukkan lebih banyak unsur cinta tulus dalam lirik lagunya.
Baca juga: 21 Savage Rilis Album WHAT HAPPENED TO THE STREETS? Brutalitas Berbentuk Sonik
Lagu pertama dari album ini, “White Noise”, mengejutkan pendengar dengan aransemen string tanpa vokal seolah-olah menggambarkan tokoh antagonis yang sedang berjalan di tengah kota. Melansir, ratingsgamemusic.com, Brent berhasil memberikan impresi Michael Jackson terbaik melalui “other side.”. Mulai dari improvisasi vokal, produksi yang lebih vintage, hingga pembawaan suasana tempo yang lebih cepat dari biasanya.

Baca juga: Kenali PORIS, Kolektif Hiphop yang Membawa Ombak dari Tangerang
Sebelumnya di album Wasteland, Brent membahas dunia, perspektif, hingga opini bertemakan perselingkuhan. Kali ini, ia mencoba mendefinisikan ulang maskulinitas dan citra dirinya melalui kejujuran dan pengakuan. Pada “Wrong Faces”, Brent menggambarkan bahwa ia tidak lagi berusaha terlihat dingin atau tak tersentuh karena sudah lelah menjalani dua kehidupan (bermuka dua).
Berisikan 10 lagu, penggemar Brent bertanya-tanya apakah jumlah tersebut sudah cukup memuaskan, melihat para penggemar sudah menunggu kurang lebih 3 tahun. Mendengar hal tersebut, Brent secara diam-diam merilis Icon (Director’s Cut), album deluxe dengan tambahan 2 lagu dengan harapan dapat memuaskan penggemarnya yang sudah lama menunggu. Sebagai salah satu musisi independen di genre nya, inovasi serta kreativitas Brent dalam penciptaan lirik dan sonik baru memberi inspirasi untuk industri musik, terutama di dumia R&B.
Penulis: Muhammad Khairan Ananta Nugroho
Editor: Celine Valleri
Foto: music.apple.com, newsbreak.com
Sumber: ratingsgamemusic.com, ratedrnb.com, complex.com




