• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Sunday, August 31, 2025
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Berita Kampus

Curahan Kemanusiaan dari Esther Shakadina untuk Para Pengungsi

Felix by Felix
April 23, 2018
in Berita Kampus
Reading Time: 2 mins read
Curahan Kemanusiaan dari Esther Shakadina untuk Para Pengungsi

Lomba artikel kategori tema 'They Say You're Different', Commpress 2018, dimenangkan oleh Shaka Abiel (kiri) dengan judul artikel 'Pencari Suaka di Trotoar Rumah Detensi Imigrasi Jakarta'. (ULTIMAGZ / Nadine K. Azura)

0
SHARES
320
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

TANGERANG, ULTIMAGZ.com — Esther Shakadina Abiel Husodo, akrab dengan panggilan Shaka, memulai tulisannya lewat fakta yang ia temui langsung saat terjun bertemu para pengungsi di Rumah Detensi Imigrasi, Kalideres, Jakarta Barat. Detensi yang berarti penahanan atau penawanan, mengawali jejak telusur Shaka menerobos tiap dinding-dinding terpal pinggir jalan, tempat yang disebut sebagai “rumah” bagi para pengungsi dari berbagai negara konflik.

“Awalnya dapat informasi dari Rencang (unit kegiatan/organisasi sosial kampus) yang di mana mereka pernah memberi sumbangan buat para pengungsi di rumah detensi,” ujar Shaka. “Dari situ aku juga ingin membantu mereka, namun dari cara yang berbeda.”

Shaka menilai dengan membagikan sembako atau peralatan untuk para pencari suaka mungkin memang baik, namun tidak menghasilkan imbas yang besar.

“Aku kan, ingin membantu, dalam hal ini, kalau hanya dengan memberikan sembako seperti itu, menurutku sendiri tidak akan memberi imbas yang besar, karena hanya orang-orang tertentu yang bisa mengetahui keberadaan mereka,” tambah mahasiswi jurusan Komunikasi 2017 ini.

Kemudian, ia meneruskan niatnya untuk memulai tulisan dengan mengangkat cerita dari pengungsi yang tinggal di Rumah Detensi Kalideres. Dengan begitu, ia pun menilai dampaknya akan jauh lebih besar dengan menyebarkan informasi tentang hal ini ke lebih banyak orang.

Bantuan dan kepedulian memang tidak dapat diukur dari seberapa banyak orang memberi sembako atau makanan ke pada para pengungsi, namun juga seberapa besar usaha yang kita kerahkan.

“Pikirku dengan mengangkat ini, orang-orang bisa dengan cepat mengetahui dan langsung banyak orang yang bisa bantu atau peduli, seperti itu,” jelas Shaka.

Berjudul Pencari Suaka di Trotoar Rumah Detensi Imigrasi Jakarta, mahasiswi Universitas Multimedia Nusantara (UMN) ini berhasil membawa artikelnya memenangkan juara pertama kategori artikel tema di ajang Young Journalist Award Commpress 2018, Jumat (20/04/2018).

Tulisan Bernyawa Kemanusiaan

Commpress 2018 sendiri mengusung tema artikel yang secara gamblang berbicara tentang kemanusiaan, yakni They say you’re different dan tak ayal Shaka menampik dengan pengangkatan kisah pencari suaka.

Penyebab di antaranya keberadaan pencari suaka ini tidak lain adalah perang dan konflik. Shaka mengaku bahwa dirinya tidak setuju akan peristiwa tersebut, sama sekali tidak menampilkan sisi kemanusiaan.

“Aku tidak setuju dengan adanya perang seperti itu,” tegasnya. “Pertama, buang-buang duit sebegitu banyak hanya untuk menghancurkan satu sama lain. Kenapa kita tidak membuat world full of peace?”

Relevansi yang diangkat Shaka memang tidak asing lagi di telinga para manusia, yang berbicara soal manusia, dan untuk manusia. Tujuannya memang hanya untuk menumbuhkan rasa kemanusiaan yang sudah lama terkubur dan dengan harapan dapat bangun dari kediamannya.

“Menurutku, bagaimana pun perbedaan yang dimiliki—pengungsi atau bukan, mereka semua itu deserves atau punya hak yang sama,” tutup Shaka.

Artikel Pencari Suaka di Trotoar Rumah Detensi Imigrasi Jakarta dapat diakses di sini.

 

Penulis: Felix 

Editor: Gilang Fajar Septian

Foto: Nadine K. Azura

Tags: commpress 2018juara artikelkemanusiaanrefugeesrumah detensi imigrasiShaka Abielultimagz
Felix

Felix

Related Posts

Pesan imbauan untuk mahasiswa UMN yang disebarkan oleh UMN Vara melalui WhatsApp pada Sabtu (30/08/25). (ULTIMAGZ/Ancilla Maura)
Berita Kampus

Hoaks Menyebar di UMN, Kampus Minta Jaga Keamanan dan Waspada

August 31, 2025
Penampilan Jaz pada acara Malam Puncak Maxima 2025 di Universitas Multimedia Nusantara pada Sabtu (23/08/25). (ULTIMAGZ/Tiffany Michiko Putri)
Berita Kampus

Jaz Tutup Malam Puncak MAXIMA 2025 dengan “Dari Mata”

August 27, 2025
sidang terbuka
Berita Kampus

Sidang Terbuka Senat Penerimaan Mahasiswa Baru UMN 2025 Dorong Mahasiswa untuk Terus Berdampak

August 24, 2025
Next Post
Hobi Antar Galuh Putri pada Penghargaan Pameran Commpress 2018

Hobi Antar Galuh Putri pada Penghargaan Pameran Commpress 2018

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen − 3 =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021