Nia Dinata turut hadir dalam Seminar Antikorupsi yang dilaksanakan di Universitas Multimedia Nusantara, Selasa (13/10). Sebagai seorang produser sekaligus sutradara, Nia ingin mengajak mahasiswa-mahasiswi UMN untuk turut beraksi dalam memberantas korupsi melalui film.
“Film adalah media yang paling powerful, terutama di Indonesia. Kita bisa menyampaikan pesan dengan sangat efektif melalui audio visual,” ujar Nia.
Nia memang dikenal mampu menerjemahkan ide antikorupsi dalam produksi audio visual. Hal ini terbukti melalui filmnya yang berjudul “Tanah Mama”. Film berdurasi sekitar dua jam itu berhasil mengangkat nilai keberanian dan kejujuran di mana menjadi tagline Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Melalui film, kita bisa berkampanye antikorupsi dan memberikan pendidikan antikorupsi. Yang terpenting adalah bisa entertain tanpa mengurangi value di dalam film tersebut,” tambahnya.
Tak lupa, Nia juga mengajak mahasiswa untuk ikut berkreasi dalam pembuatan film antikorupsi. “Kita bisa bikin film yang sederhana, tapi kaya akan nilai-nilai antikorupsi, seperti kejujuran, kesederhanaan, kesetaraan, perdamaian, dan tanggung jawab. Jadi, gak melulu film antikorupsi itu harus ada penjahat, KPK, apalagi polisinya,” pungkasnya.
Reporter: Nikolaus Harbowo
Foto: Doc. UMN





