SERPONG, ULTIMAGZ.com – Melihat kasus Imelda Wahab, salah satu warga yang menyerang pihak kepolisian menggunakan meme, pembicara Diskusi Jumat Pangeran Siahaan mengungkapkan bahwa masyarakat masih membutuhkan pembelajaran terkait hate speech. Hal tersebut dikarenakan banyaknya orang yang menganggap kritikan sebagai hate speech.
“Masih banyak yang belum mengerti tentang apa itu hate speech, tapi sudah banyak yang men-judge. Mereka harus bisa membedakan dulu yang mana hinaan, kritik dan hate speech,” ungkapnya dalam acara Diskusi Jumat yang berlangsung di kantin gedung C UMN, Jumat (11/12).
Menurut Pangeran, hate speech merupakan sebuah pernyataan yang dapat membuat masyarakat melakukan kekerasan. Sementara itu, dampak terbesar akan terasa saat hate speech disebarkan di media sosial.
Sayangnya, masyarakat cenderung memercayai akun anonim yang tidak memiliki dasar untuk memberikan hate speech. Ia mengatakan bahwa menyerang tanpa alasan tertentu akan menjadi sebuah permasalahan.
“Kita saja tidak tahu orang dibalik akun-akun tersebut. Kenapa kita bisa langsung percaya dengan mereka? Apa semua itu disebabkan karena kita hanya suka pada apa yang mereka sampaikan? Harus ada pertanggungjawaban, walau ada kebebasan berekspresi,” katanya.
Penulis: Josephine Valencia
Editor: Lani Diana
Fotografer: Benedict Wiyanjaya