SERPONG, ULTIMAGZ.com – Penipuan berkedok kerja paruh waktu atau freelance sudah banyak merugikan korban-korbannya secara finansial. Sejak Juli 2024, penipuan yang menawarkan pekerjaan tersebut dialami oleh banyak mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN).
Penipuan tersebut banyak ditawarkan melalui DM Instagram dan setiap pelaku mengirim pesan dengan kalimat yang sama. Pelaku menawarkan pekerjaan affiliate skincare atau partner bisnis e-commerce sambil menyebutkan jumlah keuntungan yang bisa diperoleh.
Baca juga: Satgas PPKS UMN Dinilai Redup, Dukungan Sivitas Tak Boleh Hilang
Pelaku menjebak korban dengan mengajaknya bergabung ke aplikasi pinjaman online (pinjol). Korban juga diminta untuk membeli paket skincare dengan nominal besar dan tidak diperbolehkan untuk memberitahu orang tua.

“Ada anak UMN juga (yang menjadi pelaku). Tapi, kan kita enggak tahu, ya beneran atau enggak. Bisa saja mereka ngarang gitu,” ucap M, mahasiswa UMN jurusan Manajemen angkatan 2024 dalam wawancara bersama ULTIMAGZ, Rabu (28/08/24).
M menjelaskan bahwa penipuan tersebut dilakukan oleh beberapa kelompok orang dalam jumlah yang besar. Ia menyebutkan bahwa dirinya memperoleh sekitar 8 sampai 10 pesan penawaran kerja yang berbeda-beda.
“Jadi di awal mereka mempresentasikan apa keuntungan yang mereka dapat selama seminggu, sehari, sebulan dan itu sebulan bisa sampai belasan juta,” jelas C, salah seorang korban lain yang merupakan mahasiswa UMN angkatan 2023 ketika diwawancarai oleh ULTIMAGZ, Rabu (28/08/24).
Keuntungan yang disebut-sebut dalam pesan tersebut dapat membuat korban tergiur dengan tawaran yang diberikan sehingga mudah bagi pelaku untuk memanipulasi targetnya. Meski terlihat menjanjikan, mahasiswa perlu berhati-hati ketika menerima suatu pekerjaan. Memahami ciri-ciri penipuan lowongan kerja dapat membantu mahasiswa untuk memilah lowongan-lowongan yang diperoleh serta mencegah kehilangan uang atau terlilit hutang dalam jumlah besar.
Melansir kompas.com, lowongan kerja penipu akan menjelaskan bahwa pekerjaan yang ditawarkan sangat mudah dan bayarannya tinggi. Tentu deskripsi pekerjaan tersebut menggaet perhatian orang sehingga pelaku dapat menjebak korban dengan iming-iming imbalan.
Selain itu, penipu juga menyuruh korbannya untuk mentransfer sejumlah uang sebagai “biaya pendaftaran” atau membeli produk. Syarat ini tidak lazim karena secara umum perusahaan tidak meminta uang sebagai syarat untuk bekerja.
Lalu, perusahaan yang tidak memiliki laman resmi atau terlihat tidak profesional bisa mengindikasikan perusahaan tersebut tidak sah, dikutip dari antaranews.com.
“Lebih hati-hati saja sama segala bentuk informasi baik mengenai pekerjaan, penipuan dan lain sebagainya,” saran mahasiswa Manajemen UMN angkatan 2023 berinisial A.
Baca juga: Kronologi Teror dan Penjualan Ilegal Buku Voucher Sumbangan di UMN
Mengutip idntimes.com, keaslian perusahaan dapat dipastikan dengan melihat alamat dan nomor telepon resmi. Apabila lowongan kerja mencantumkan nomor pribadi, Ultimates patut memastikan perusahaan dengan menghubungi nomor telepon resmi.
Mengambil pekerjaan yang terlalu menguntungkan tanpa memastikan kebenarannya bisa jadi merugikan Ultimates. Maka dari itu, Ultimates harus berhati-hati ketika menerima lowongan pekerjaan dan memahami ciri-ciri di atas agar tidak tertipu. Ultimates juga bisa melakukan side hustle atau kerja sampingan di kampus yang lebih terjamin agar terhindar dari penipuan.
Penulis: Radella Dagna
Editor: Cheryl Natalia, Josephine Arella, Jessie Valencia
Foto: Dok. Istimewa
Sumber: kompas.com, antaranews.com, idntimes.com