SERPONG, ULTIMAGZ.com – Mitologi Yunani selalu identik dengan nama dewa-dewi besar seperti Zeus, Athena, atau Poseidon. Padahal, terdapat beberapa dewa-dewi lain yang jarang disorot, tetapi memegang peran krusial bagi kehidupan Olympus maupun dunia manusia. Siapa saja mereka dan apa yang membuat mereka begitu istimewa?
Morpheus: Ahli Penipu di Dunia Mimpi

Morpheus adalah dewa mimpi, anak dari Hypnos si dewa tidur. Melansir dari kompas.com, namanya diambil dari kata Yunani ‘morphe’ yang memiliki arti bentuk, karena dialah yang membentuk mimpi. Morpheus bisa mengubah dirinya menjadi siapa pun dalam mimpi, bahkan orang terdekat sekalipun. Hebatnya, para korban tidak akan sadar sosok yang mereka temui hanyalah khayalan.
Baca juga: Narcissus, Dewa Yunani yang Menjadi Inspirasi Kata Narsis
Melansir dari nationalgeographic.grid.id, Zeus pernah mengirim Morpheus untuk menipu Raja Agamemnon lewat mimpi palsu dalam kisah perang Troya. Morpheus muncul di hadapan Agamemnon sebagai penasehat tuanya, Nestor, dan membisikkan bahwa Zeus ada di pihaknya untuk merebut kota Troya. Agamemnon yang tertipu langsung membangunkan pasukannya untuk berperang. Alih-alih menang, sang raja justru menderita kerugian besar dan banyak prajuritnya yang terbunuh. Mimpi palsu ini membuktikan betapa berbahayanya kekuatan Morpheus, satu mimpi saja bisa mengubah jalannya perang.
Menariknya, pengaruh tokoh Morpheus masih terasa hingga hari ini. Obat morfin (morphine), salah satu penghilang rasa sakit paling kuat di dunia medis, dinamai dari Morpheus karena efek tidurnya yang kuat, dilansir dari thecollector.com. Dalam mitologi, Morpheus sendiri tidur di gua yang penuh dengan biji opium poppy, yang merupakan tanaman yang sama tempat morfin diisolasi. Sejak ditemukan pada 1804, morfin telah menyelamatkan jutaan nyawa dengan mengurangi rasa sakit pasien.
Iris: Sang Jembatan Antara Tiga Dunia

Iris adalah dewi pelangi sekaligus bertugas menjadi pembawa pesan pribadi Hera. Dalam karya Homer, Iliad, Iris justru muncul sebagai pengirim pesan utama para dewa, bukan Hermes yang sering digambarkan sebagai dewa pengirim pesan, dilansir dari theoi.com. Iris bebas untuk keluar-masuk Underworld (dunia bawah) tanpa izin, sebuah wewenang yang bahkan tidak dimiliki oleh Hermes, dilansir dari thecollector.com.
Melansir dari kamus Merriam-Webster, kata ‘iridescent’ yang berarti warna-warni seperti pelangi berasal dari nama Iris. Dia adalah personifikasi pelangi itu sendiri dan menjadi koneksi langsung antara surga, bumi, dan dunia bawah.
Hebe: Kunci Keabadian Para Dewa

Putri dari Zeus dan Hera ini merupakan dewi sekaligus personifikasi dari masa muda yang abadi. Hebe memiliki kemampuan untuk mengembalikan masa muda yang bahkan para dewa lain tidak bisa melakukannya, dilansir dari nationalgeographic.grid.id. Menurut Philostratus the Elder, seorang ahli pidato asal Yunani, Hebe merupakan dewi yang paling dihormati di Olympus karena dialah yang menjaga para dewa tetap awet muda selamanya, dilansir dari theoi.com.
Baca juga: Heracles dan Dua Belas Tugas Penebusan Dosa
Melansir nationalgeographic.grid.id, sebelum menikah ia menjabat sebagai cupbearer resmi di Olympus. Tugasnya adalah menyajikan nektar dan ambrosia, minuman dan makanan para dewa yang memberikan keabadian. Namun, kehidupannya berubah ketika pahlawan legendaris Heracles wafat dan diangkat menjadi dewa. Zeus memberikan Hebe sebagai hadiah pernikahan untuk Heracles sebagai penghargaan atas pengabdiannya. Setelah menikah, posisi cupbearer Hebe digantikan oleh Ganymede, dan Hebe pun fokus pada perannya sebagai dewi pemuda yang menjaga keabadian para dewa.
Morpheus, Iris, dan Hebe mungkin jarang muncul dalam cerita-cerita besar mitologi Yunani, tetapi peran mereka sangat penting. Tanpa Morpheus, tidak akan ada mimpi; tanpa Iris, tidak ada komunikasi antar dunia; dan tanpa Hebe, para dewa kehilangan keabadiannya. Ketiganya membuktikan bahwa kekuatan tidak selalu terlihat dari perang atau petir, melainkan lewat peran-peran sunyi yang menjaga keseimbangan dunia mitologi tetap berjalan sebagaimana mestinya.
Penulis: Aurelia Lisbeth
Editor: Reza Farwan
Foto: Louvre
Sumber: kompas.com, merriam-webster.com, nationalgeographic.grid.id, thecollector.com, theoi.com




