• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Thursday, March 26, 2026
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Hiburan Film

Young Sherlock Ungkap Awal Mula Dua Tokoh Legendaris

Kezia Laurencia by Kezia Laurencia
March 26, 2026
in Film
Reading Time: 3 mins read
Sherlock Holmes (Hero Fiennes Tiffin) dalam serial Young Sherlock (IMBd)

Sherlock Holmes (Hero Fiennes Tiffin) dalam serial Young Sherlock (IMBd)

0
SHARES
11
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com — Serial Young Sherlock tengah mencuri perhatian publik sejak dirilis di platform Prime Video pada Rabu (04/03/2026). Disutradarai oleh Guy Ritchie, serial delapan episode ini mengangkat kisah masa muda Sherlock Holmes di Inggris, tetapi dengan pendekatan yang tidak biasa. Alih-alih menjadi musuh bebuyutan, Holmes justru bersahabat dengan James Moriarty. 

Bukan menghadirkan konflik klasik antara sang detektif jenius dengan si kriminal, Young Sherlock justru mengeksplorasi fase awal kehidupan Sherlock Holmes (Hero Fiennes Tiffin) sebagai remaja yang masih mencari jati diri. Dalam serial ini, Holmes masih jauh dari citra detektif dingin dan arogan yang selama ini kita kenal. Melansir dari variety.com, ia baru keluar dari penjara dan diutus oleh kakaknya, Mycroft Holmes (Max Irons), untuk menjadi seorang pesuruh di Universitas Oxford. 

Baca juga: Enola Holmes: Sosok Adik Pemberani Sherlock dan Mycroft

Di sinilah Holmes bertemu dengan James Moriarty (Dónal Finn), seorang mahasiswa dengan bantuan beasiswa yang sama-sama merasa asing di lingkungannya. Tidak seperti karya Sir Arthur Conan Doyle yang memosisikan Moriarty sebagai antagonis, James dan Sherlock menjadi rekan sepikiran yang menghadapi berbagai misteri bersama. 

Kerja sama ini dimulai ketika mereka dituduh mencuri sebuah artefak berharga milik putri asal China, Shou’an (Zine Tseng), yang sedang melakukan studi di Inggris. Alih-alih menyerah, keduanya memilih untuk menyelidiki kasus itu. Dan tanpa diduga, penyelidikan itu membawa mereka ke kasus yang jauh lebih besar, yakni sebuah pembunuhan yang menyentuh lingkaran pemerintahan tertinggi Inggris.

Seiring berjalannya episode, perbedaan moral keduanya perlahan muncul ke permukaan, menggarisbawahi ideologi bahwa dua orang bisa berdiri di sisi yang sama sekaligus membawa nilai yang tidak pernah benar-benar selaras, dilansir dari theguardian.com. Hal ini menunjukkan bahwa serial ini tidak hanya mengandalkan misteri, tetapi juga pengembangan karakter yang lebih emosional dan relevan bagi para generasi muda.

Dari sisi produksi, para kreator serial ini sengaja tidak mengacu pada karya orisinalnya karena ingin Young Sherlock berdiri sebagai karyanya sendiri, dengan kebebasan yang datang dari fakta bahwa ini adalah kisah asal-usul berbagai karakter sekaligus, dilansir dari deadline.com. 

Sang sutradara, Guy Ritchie tetap mempertahankan gaya khasnya yang bertempo cepat, humor tajam, dan visual dinamis yang membawa penonton dari Oxford hingga pasar-pasar di Konstantinopel, dilansir dari variety.com.

Baca juga: Jay Kelly: Mengintip ke Dalam Hidup di Depan Kamera

Pemilihan Hero Fiennes Tiffin sebagai Sherlock Holmes pun terbilang tepat sasaran. Ia berhasil menghadirkan versi Holmes yang labil dan lebih impulsif, membuat karakternya terasa segar dan mudah diikuti, dilansir dari variety.com. 

Young Sherlock menawarkan sudut pandang yang jarang hadir dalam dunia Sherlock Holmes: bagaimana dua orang cerdas bisa berada di sisi yang sama sebelum akhirnya berseberangan. Dengan fondasi cerita yang kuat, kehadiran musim kedua Young Sherlock sudah sangat dinantikan.

 

Penulis: Aurelia Lisbeth 

Editor: Kezia Laurencia

Foto: IMBd

Sumber: deadline.com, theguardian.com, variety.com

Tags: donal finnfilm 2026film sherlock holmesguy ritchiehero fiennes tiffinjames moriartymax ironsseries 2026sherlock mudashou'anyoung sherlockzine tseng
Kezia Laurencia

Kezia Laurencia

Related Posts

Poster Spider-Man: Brand New Day (Marvel Studios)
Film

Tom Holland Kembali Berayun, Trailer Spider-Man: Brand New Day Raih 718 Juta Views dalam Sehari

March 26, 2026
Sekilas keseharian perempuan di Hapur, India. (peoplesworld.org)
Film

“Period. End of Sentence.”: Ketika Tabu Menjelma Menjadi Revolusi Ekonomi

March 26, 2026
Poster Danur 4: Senjakala. (harapanrakyat.com)
Film

Segala Hal Yang Perlu Diketahui Sebelum Danur 4: Senjakala

March 21, 2026
Next Post
Poster Spider-Man: Brand New Day (Marvel Studios)

Tom Holland Kembali Berayun, Trailer Spider-Man: Brand New Day Raih 718 Juta Views dalam Sehari

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × 4 =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021