• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Sunday, March 1, 2026
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Hiburan Literatur

No Longer Human, Ungkapan Dazai Tentang Dilema Kemanusiaan

Reza Farwan by Reza Farwan
October 8, 2025
in Literatur
Reading Time: 2 mins read
Kover buku No Longer Human. (nashuproar.org/Jess Daninhirsch)

Kover buku No Longer Human. (nashuproar.org/Jess Daninhirsch)

0
SHARES
69
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Dalam dunia sastra Jepang, No Longer Human adalah sebuah karya klasik yang ditulis oleh penulis ternama, Osamu Dazai. Dengan naratif yang eksplisit dan introspektif, Dazai menyelami potret kegelapan sisi manusia akan keterasingan, hancurnya eksistensi diri, dan penderitaan mental yang mendalam.

Novel No Longer Human menceritakan perjalan hidup sang tokoh utama, Oba Yozo, seorang pria yang merasa terputus dari dunia sekitarnya. Sejak kecil, Yozo tidak dapat memahami atau berhubungan dengan orang lain karena ia merasa berbeda dari manusia lainnya. Yozo pun menciptakan “topeng sosial” berupa humor dan tingkah laku menyenangkan demi menjadi bagian dari “manusia.” Namun, di balik topeng itu, Yozo merasa hampa dan tak mampu mencintai atau menerima cinta. 

Baca juga: Sang Nabi: Ketika Kahlil Gibran Kemas Filosofi dalam Puisi

Sepanjang cerita, kehidupan Yozo dipenuhi dengan keputusan yang destruktif. Ia terjebak dalam hubungan yang tidak sehat, kecanduan alkohol, ketergantungan narkoba, hingga keputusan untuk mengakhiri hidupnya. Yozo mencoba mengakhiri hidupnya dengan seorang wanita yang sedang menjalin hubungan dengannya. Namun, upayanya gagal. Wanita tersebut kehilangan nyawa, sedangkan Yozo tetap hidup dan harus menjalani kehidupan dengan penuh penyesalan.

Kejadian itu menjadi titik balik kehidupan Yozo, memperlihatkan kehancuran batinnya yang ekstrem. Kegagalan percobaan mengambil nyawanya semakin memperburuk rasa terasingkan dari keluarga dan masyarakat, membuatnya semakin yakin bahwa dirinya telah gagal menjadi manusia.

Baca juga: Jangan Lupakan Sejarah: Ini 3 Rekomendasi Buku tentang Masa Orde Baru 

Dazai menggunakan perjalanan hidup Yozo sebagai eksplorasi tentang eksistensi kehidupan manusia. Sering sekali manusia menjalani hidupnya didasari oleh ekspektasi sosial yang harus dipenuhi sehingga manusia kehilangan jati diri yang sesungguhnya. Dalam kata-kata Yozo sendiri, ketika ia merasa gagal menjadi manusia, menunjukkan standar sosial dapat menghancurkan seseorang yang tidak dapat memenuhinya.

Dazai berhasil menyajikan cerita yang sangat tragis. Dengan menggunakan penuturan kata yang jujur dan eksplisit, kisah ini membawa nuansa gelisah untuk para pembaca. Pada akhirnya, No Longer Human menjadi sebuah karya yang memberikan ruang untuk manusia merenungkan, memahami, dan mungkin memaafkan diri sendiri. 

 

Penulis: Reza Farwan

Editor: Kezia Laurencia

Foto : nashuproar.org/Jess Daninhirsch 



Tags: bukukemanusiaanno longer humannovelosamu dazai
Reza Farwan

Reza Farwan

Related Posts

Sampul buku Fahrenheit 451 karya Ray Bradbury. (source.com/photographer)
Literatur

Fahrenheit 451: When Reading Becomes the Crime

February 13, 2026
Sampul buku As Long As The Lemon Trees Grow karya Zoulfa Katouh. (ULTIMAGZ/Radella Dagna)
Literatur

Selami Harapan dan Konflik di Tengah Perang Suriah dengan As Long As The Lemon Trees Grow

February 11, 2026
Unggahan pengumuman penerbitan novel terjemahan Zhu Yi oleh Shira Media.
Literatur

Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia, Intip Novel Zhu Yi dari Adaptasi Serial Drama

December 23, 2025
Next Post
Ilustrasi seseorang yang melakukan terapi chiropractic. (freepik/jcomp)

Terapi Chiropractic, Pengobatan Alternatif Populer untuk Atasi Nyeri

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × 5 =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021