• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Saturday, February 21, 2026
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Hiburan

Dari Wasteland ke Icon: Brent Faiyaz, Sonik, dan Konsep Baru

Muhammad Khairan Ananta Nugroho by Muhammad Khairan Ananta Nugroho
February 21, 2026
in Hiburan, Lainnya, Musik, Musisi, Review
Reading Time: 2 mins read
Sampul album Icon Brent Faiyaz.(music.apple.com)

Sampul album Icon Brent Faiyaz.(music.apple.com)

0
SHARES
4
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Brent Faiyaz akhirnya merilis album yang ditunggu-tunggu oleh para penggemar R&B pada Jumat (13/02/26) lalu. Setelah kekecewaan penggemar akibat pembatalan album Icon ini di September tahun lalu, Brent tidak enggan memperkenalkan pergeseran citra dari toxic prince menjadi sosok yang lebih dewasa. Kembali memberikan vokal yang indah di atas sonik baru, Icon menjadi angin segar baru bagi penggemar Brent.

Dengan Raphael Saadiq sebagai produser eksekutif, Brent sedikit terpengaruh untuk melangkah jauh dari toxic R&B menuju topik percintaan yang lebih matang. Melihat tanggal rilis album yang mendekati Hari Kasih Sayang, tidak heran jika Brent memasukkan lebih banyak unsur cinta tulus dalam lirik lagunya.

Baca juga: 21 Savage Rilis Album WHAT HAPPENED TO THE STREETS? Brutalitas Berbentuk Sonik

Lagu pertama dari album ini, “White Noise”, mengejutkan pendengar dengan aransemen string tanpa vokal seolah-olah menggambarkan tokoh antagonis yang sedang berjalan di tengah kota. Melansir, ratingsgamemusic.com, Brent berhasil memberikan impresi Michael Jackson terbaik melalui “other side.”.  Mulai dari improvisasi vokal, produksi yang lebih vintage, hingga pembawaan suasana tempo yang lebih cepat dari biasanya.

Kaset album Icon Brent Faiyaz.(newsbreak.com)
Kaset album Icon Brent Faiyaz.(newsbreak.com)

Baca juga: Kenali PORIS, Kolektif Hiphop yang Membawa Ombak dari Tangerang

Sebelumnya di album Wasteland, Brent membahas dunia, perspektif, hingga opini bertemakan perselingkuhan. Kali ini, ia mencoba mendefinisikan ulang maskulinitas dan citra dirinya melalui kejujuran dan pengakuan. Pada “Wrong Faces”, Brent menggambarkan bahwa ia tidak lagi berusaha terlihat dingin atau tak tersentuh karena sudah lelah menjalani dua kehidupan (bermuka dua).

Berisikan 10 lagu, penggemar Brent bertanya-tanya apakah jumlah tersebut sudah cukup memuaskan, melihat para penggemar sudah menunggu kurang lebih 3 tahun. Mendengar hal tersebut, Brent secara diam-diam merilis Icon (Director’s Cut), album deluxe dengan tambahan 2 lagu dengan harapan dapat memuaskan penggemarnya yang sudah lama menunggu. Sebagai salah satu musisi independen di genre nya, inovasi serta kreativitas Brent dalam penciptaan lirik dan sonik baru memberi inspirasi untuk industri musik, terutama di dumia R&B.

 

 

Penulis: Muhammad Khairan Ananta Nugroho
Editor: Celine Valleri

Foto: music.apple.com, newsbreak.com
Sumber: ratingsgamemusic.com, ratedrnb.com, complex.com 

Tags: 2026albumAwal TahunBrent Faiyazlagulirikmusikr&breviewrilis
Muhammad Khairan Ananta Nugroho

Muhammad Khairan Ananta Nugroho

Related Posts

Lukisan Le Soir, oleh Charles Le Brun, menggambarkan Morpheus (dewa mimpi) beristirahat di gua dikelilingi bunga poppy. (1669) (Louvre)
Hiburan

Bukan Hanya 12 Dewa Olimpus, 3 Dewa ini Juga Tidak Kalah Keren!

February 18, 2026
Pemenang D&AD New Blood 2025 (wa.campaignbrief.com)
Event

D&AD Pencil: Alat Generasi Muda untuk Menulis Karir di Industri Kreatif

February 13, 2026
Sampul buku Fahrenheit 451 karya Ray Bradbury. (source.com/photographer)
Literatur

Fahrenheit 451: When Reading Becomes the Crime

February 13, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

10 + seventeen =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021