SERPONG, ULTIMAGZ.com – Apakah Ultimates pernah mendengar lagu “mejikuhibiniu” dan “attached”? Sekilas, kedua lagu tersebut sangat erat dengan Jemsii dan Tenxi. Namun, terdapat satu kolaborator yang berandil pula dalam lagu tersebut yaitu Suisei.
Ia merupakan musisi, penulis lagu, serta produser yang tergabung dalam kolektif musik AntiNRML. Perjalanan musiknya yang unik membawakan warna baru bagi skena musik Indonesia, terutama bagi kaum Gen-Z. Perjalanan ini tak sekadar lantatur semata, tetapi penuh dengan eksplorasi dan inspirasi.
Baca juga: Perjalanan Jenny: Distorsi Band Hampir Rock – ULTIMAGZ
Mulai sebagai dextrust, Dikenal sebagai Suisei
Melansir livestream Saint House pada 2023 lalu, Mohammed Syazsa atau lebih dikenal dengan Suisei lahir di Jakarta. Namun, ia mengenyam pendidikan sekolah menengah atas (SMA) hingga kuliah di Amerika Serikat. Ia memulai langkahnya dalam dunia musik pada 2014, lebih tepatnya masa akhir di bangku SMA.
Ajakan teman-temannya dalam memproduksi musik menjadi motivasi tersendiri baginya. Pengaruh Lagu-lagu Daft Punk, Eminem, dan Skrillex serta kesukaannya pada anime melahirkan proyek pertamanya yaitu dextrust. Proyek ini berfokus pada genre Electronic Dance Music (EDM) hingga subgenre kawaii future bass.
Tahun 2016 menjadi era berjayanya musik EDM. Namun, Mohammed Syazsa lebih memilih untuk menjauh sejenak dari rana musik tersebut. Pilihan ini bukan tanpa sebab, melainkan keputusan yang muncul karena kejenuhan.
Baginya pada saat itu, semua musik EDM terdengar sama dan generik sehingga membawa kepada keputusan tersebut. Ia lebih memilih untuk merubah haluannya dan fokus membawakan cover lagu yang tetap diunggahnya dalam SoundCloud dextrust.
Masa hiatus dari musik EDM membawanya pada penemuan-penemuan genre musik baru pada skena musik seperti pop-punk, hip-hop, emo, dan rap. Akhirnya, pada 2017 ia menemukan persona baru yaitu Suisei yang terinspirasi dari anime berjudul “Kimi No Nawa” dan persona inilah yang kita kenal hingga saat ini.
Selama dua tahun, Suisei secara konsisten memproduksi lagu sembari mengenyam pendidikannya di Virginia Commonwealth University program studi Komunikasi Massa dengan penjurusan penyiaran jurnalisme. Karya-karya musiknya pada saat itu mulai mendapatkan rekognisi dari penikmat genre-genre underground.
Hijrah Menuju Audiens Tanah Air
Walaupun pada saat itu ia berbasis di Amerika, nama Suisei tetap masuk ke dalam radar musik Indonesia. Pada 2019, Mario Caesar, petinggi di PreachJa Records melihat potensi dari Suisei dan mengajaknya masuk ke skena musik emo-rap di Indonesia yang masih berkembang pada saat itu.
Kolaborasinya besama Wichigo Shawty dengan lagu berjudul “PERFECT” menjadi awal Suisei masuk ke skena musik tanah air. Introduksi ini mengoneksikan Suisei dengan berbagai musisi Indonesia diberbagai genre seperti Reikko, Wyrscape, Joshua Nathanael, Ardy Minaj, dan musisi lainnya.
Suisei pun tergabung ke dalam kolektif Brokenboys yang berisikan 14 orang dari berbagai wilayah Indonesia seperti Jakarta, Purwokerto, Malang,dan Kalimantan. Brokenboys pada saat ini hanya tersisa dua anggota aktif yaitu dirinya dan Naldooo.
Pada tahun yang sama, Suisei memutuskan untuk kembali ke Indonesia sembari menunggu greencard-nya serta bekerja sebagai penulis naskah salah satu original series Vidio. Namun, musik masih menjadi sebuah passion yang menghasilkan pertemanannya dengan kolaborator-kolaborator di Indonesia.
Pada 2023, Suisei aktif dalam sebuah trio bersama Joshua Nathanael dan Wyrscape. Trio ini lebih dikenal dengan sebutan SJW hyperpop bagi pendengar setia genre hyperpop dan menjadi momentum positif bagi Suisei.
Kolaborasi ini menghasilkan album “rinse & repeat ” pada Agustus 2024 dan memberikan angin segar bagi penikmat musik di Indonesia pada saat itu. Mulai dari “omg!” dengan nuansa Soul/R&B/pop, “eileen” yang memadukan antara afrobeat dan hyperpop, hingga “bittersweet” dengan kawaii future bass.
Baca juga: Dari En Francais ke Photogenique: Kenali Bossa-Pop Prancis Lewat Pomplamoose
Lagu “attached” yang rilis pada Agustus 2024 menjadi batu loncatan kedua bagi Suisei beserta para kolaborator lain seperti 808Bunny, Tenxi, Anangga, Jemsii, dan Wyrscape. Secara tidak langsung, lagu ini menjadi milestone yang menerbitkan eksistensi AntiNRML sebagai sebuah kolektif musik eksperimental mandiri.
Bak air yang selalu mengalir, ketenaran ini berlanjut seiring dengan munculnya “mejikuhibiniu” sebagai hasil kolaborasi Suisei, Tenxi, dan Jemsii. Mereka berhasil menggabungkan genre hip-hop dan dangdut atau yang sekarang mulai dikenal sebagai hipdut. Dengan beat yang seakan menarik gen-Z untuk berdansa, lagu ini sukses membawakan lebih dari 150.000.000 pendengar diberbagai platform streaming services.
Hasil Antologi #Klabmusik
Pendengar yang terus meningkat tak membuatnya lelap dalam kenyamanan popularitas hipdut di Indonesia. Suisei kembali membawa personanya yang sudah genap satu dekade untuk mengekspresikan genre EDM dengan fokus pada musik club atau yang sering ia labelkan sebagai klabmusik.

Umumnya, EDM terkenal dengan instrumen yang selalu dikedepankan dari vokal dan juga pemaknaan yang ingin disampaikan dalam lagu. Suisei memiliki keunikan untuk memberikan sentuhan melankoli dalam karya-karyanya.
Baca juga: Kenalan dengan Hipdut, Wajah Baru Dangdut Gen Z
Misalnya, lagu emorave dengan judul “orang ketiga” yang menggambarkan hubungan cinta segitiga. Adapun lagu “duniakitaberdua” tentang permasalahan hubungan antar kepercayaan, hingga “cuma satu” dengan pengemasan hiphop/rap/alternative pop yang berhasil membungkus sebuah harapan dan keyakinan dalam mengejar seseorang.
Jangan bilang ku crazy
Kau tahu pilihanku cuma satu
Gagasan-gagasan tanpa henti dari Suisei tetap berlanjut di awal 2026 ini. Ia telah mengumumkan untuk mengeluarkan album dengan tajuk #klabmusik dalam waktu dekat. Berbagai aliran musik telah ia cicipi dan tekuni lebih dari satu dekade. Dedikasi dan kreativitas memberikan sentuhan yang lebih personal terhadap karya-karyanya sebagai seorang musisi. Apakah Ultimates siap dengan gebrakan #klabmusik di layar handphone?
Penulis: Febrian Dwianto
Editor: Jessie Valencia
Foto: Instagram/@photoby.rai, Instagram/@suiseimusic
Sumber: Saint House, AntiNRML, music.apple.com




