SERPONG, ULTIMAGZ.com – Bayangkan jika Ultimates sedang membeli sebuah CD di toko barang bekas, membawanya pulang, dan tanpa sengaja memicu topik internasional yang berlangsung selama bertahun-tahun. Itulah awal mula kisah Panchiko, band indie-pop asal Nottingham, Inggris, yang namanya kini sejajar dengan nama-nama besar di cult music.
Melansir lhstoday.org, kisah ini dimulai pada 2016 ketika seorang pengguna di forum 4chan (situs berbagi gambar daring), yang kemudian menyebar luas di Reddit (forum diskusi daring), mengunggah foto sebuah CD-R berjudul “DOKKI DOKKI PANCHIKO”. CD tersebut ditemukan di sebuah toko amal Nottingham dengan harga bersahabat.
Baca juga: HELP(02) War Child Records: Ketika Musik Lebih Keras dari Perang
Sampulnya menampilkan seni bergaya anime yang mencolok, tetapi kondisi fisiknya cukup memprihatinkan. Ketika diputar, musik di dalamnya mengalami disc rot, yaitu kerusakan fisik pada lapisan cakram yang menghasilkan suara distorsi, desis, dan kegagalan audio yang cukup unik. Ironisnya, kerusakan ini justru memberikan estetika lo-fi dan glitchy yang sangat disukai oleh komunitas musik internet. Lagu pembukanya, D>E>A>T>H>M>E>T>A>L, menjadi viral.
Masalahnya satu, tidak ada yang tahu siapa itu Panchiko. Internet pun bergerak. Subreddit (komunitas khusus di Reddit) seperti r/Panchiko dan r/LostMedia menjadi sarana para warganet. Mereka mencoba melacak nama-nama yang tertera di kredit album yang sangat samar: Owain, Andy, Shaun, dan John. Selama bertahun-tahun, pencarian ini menemui jalan buntu, dilansir dari vice.com.
Daya tarik musik mereka yang memadukan elemen trip-hop, shoegaze, dan melodi manis britpop membuat orang-orang tidak mau menyerah. Suara distorsi akibat kerusakan CD tersebut justru dianggap sebagai elemen artistik yang tidak sengaja tercipta.
Mengutip spin.com , titik terang muncul pada 2020. Seorang penggemar berhasil melacak Owain Davies, sang vokalis, melalui media sosial. Saat dihubungi, Owain awalnya merasa bingung dan terkejut. Ia tidak menyangka bahwa demo yang ia rekam bersama teman-temannya saat remaja di tahun 1998-2000 kini menjadi obsesi ribuan orang di internet.
Panchiko ternyata adalah sekelompok kawan lama yang sudah beberapa tahunberhenti bermain musik bersama dan menjalani kehidupan normal. Mengetahui bahwa musik mereka dicintai, Owain segera menghubungi anggota lainnya. Mereka tergerak oleh dedikasi para penggemar yang bahkan berhasil menemukan salinan album asli yang tidak rusak.
Baca juga: 21 Savage Rilis Album WHAT HAPPENED TO THE STREETS? Brutalitas Berbentuk Sonik
Kejutan tidak berhenti di situ. Menyadari adanya permintaan dari berbagai pihak, Panchiko memutuskan untuk melakukan reuni. Mereka merilis ulang Extended Play (EP) D>E>A>T>H>M>E>T>A>L dalam format yang lebih bersih. Band yang dulunya hanya memproduksi 30 keping CD untuk teman-teman mereka kini tampil di festival besar dan menjual habis tiket konser di berbagai negara.
Kisah Panchiko adalah bukti kekuatan komunitas internet dalam menyelamatkan karya seni yang hampir hilang ditelan waktu. Dari tumpukan barang bekas yang berdebu, mereka kini berdiri tegak sebagai salah satu ikon musik indie modern.
Penulis: Zalfa Zahiyah Putri Wibawa
Editor: Celine Velleri
Foto: daily.bandcamp.com
Sumber: lhstoday.org, vice.com, spin.com




