• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Thursday, March 5, 2026
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Iptek

Bagaimana Ann Makosinski Mengubah Panas Tubuh Menjadi Cahaya Senter

Zalfa Zahiyah Putri Wibawa by Zalfa Zahiyah Putri Wibawa
March 5, 2026
in Iptek, Perempuan
Reading Time: 2 mins read
Ann Makosinski, pencipta berbagai mainan yang menggunakan sumber energi. (edition.cnn.com)

Ann Makosinski, pencipta berbagai mainan yang menggunakan sumber energi. (edition.cnn.com)

0
SHARES
7
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Pernahkah Ultimates belajar dan harus terhenti karena malam telah tiba? Jika saat ini mudah bagi kita untuk menyalakan lampu, bagi seorang remaja di Filipina, ketiadaan listrik adalah tembok besar yang menghalangi mimpinya. Kisah inilah yang memicu Ann Makosinski, seorang remaja berusia 15 tahun asal Kanada untuk melakukan sesuatu yang luar biasa.

Terenyuh mendengar temannya gagal naik kelas karena tidak bisa belajar di malam hari, Ann tidak memberikan sumbangan lilin atau baterai. Ia justru pergi ke garasi rumahnya dan menciptakan solusi permanen, The Hollow Flashlight.

Baca juga: Empat Tahun Hiatus, Ini Alasan Alysa Liu Kembali ke Dunia Seluncur Indah

Melansir edition.cnn.com, banyak orang menganggap bahwa untuk menciptakan cahaya, kita butuh bahan bakar atau baterai kimia yang mencemari lingkungan. Namun, Ann melihat hal yang berbeda. Ia menganggap bahwa tubuh manusia adalah mesin. Secara konstan, tubuh kita memancarkan energi panas yang setara dengan lampu 100 watt.

Ann menggunakan prinsip fisika yang disebut Efek Termoelektrik. Ia memasang komponen bernama ubin Peltier pada senter buatannya. Cara kerjanya sangat cerdas, listrik dihasilkan ketika terjadi perbedaan suhu antara dua sisi ubin tersebut. Senter ini didesain berbentuk tabung berongga (hollow) agar udara dingin bisa mengalir di bagian dalam, sementara telapak tangan manusia memberikan panas di bagian luar, mengutip cbc.ca.

Baca juga: Ada Lovelace dan Warisan Kepemimpinan Perempuan di Dunia Teknologi

Perjalanan Ann tidaklah instan. Ia menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk bereksperimen dengan berbagai material dan sirkuit listrik yang sering kali gagal. Namun, ketekunannya membuahkan hasil. Senter ciptaannya mampu menghasilkan cahaya LED yang cukup terang hanya dengan genggaman tangan, tanpa baterai, tanpa suara, dan tanpa limbah.

Melansir cfi.co, inovasi ini membawanya memenangkan penghargaan di Google Science Fair 2013 dan menarik perhatian dunia. Ann membuktikan bahwa usia muda bukanlah halangan untuk memahami sains yang kompleks demi memecahkan masalah kemanusiaan yang nyata. Ann Makosinski mengajarkan bahwa tangan kita memiliki kekuatan lebih dari sekadar untuk menggenggam ponsel atau mengetik tugas. Dengan ide dan kreativitas, tangan kita bisa menjadi sumber cahaya bagi mereka yang membutuhkan.

 

Penulis: Zalfa Zahiyah Putri Wibawa

Editor: Kezia Laurencia

Foto: edition.cnn.com

Sumber: edition.cnn.com, cbc.ca, cfi.co 

Tags: ann makosinskiArtikelartikel 2026google science fair 2013penemuperempuantermoelektrikthe hollow flashlight
Zalfa Zahiyah Putri Wibawa

Zalfa Zahiyah Putri Wibawa

Related Posts

Laki-laki memegang botol berisi minyak yang didapat dari lemak hewan.
Iptek

3 Lemak Hewan yang Ternyata Bermanfaat Untuk Kulit

March 4, 2026
Illustrasi seseorang yang mengidap skizofrenia (buzzrx.com)
Hormon

Skizofrenia: Memahami Realitas di Balik Stigma dan Mitos

March 4, 2026
Gisele Pelicot
Iptek

Gisele Pelicot dan Keputusan untuk Berdiri Tanpa Anonimitas

March 3, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7 + two =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021