• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Wednesday, March 11, 2026
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Event

Black Dahlia: Bayangan Sensasi Media terhadap Kasus Tragis

Jemima Anasya Rachman by Jemima Anasya Rachman
March 11, 2026
in Event, Iptek
Reading Time: 7 mins read
Black Dahlia

Potret penyelidikan kasus Black Dahlia. (latimes.com)

0
SHARES
8
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter


SERPONG, ULTIMAGZ .com – Black Dahlia merupakan simbol dari sebuah misteri yang membekukan waktu di Los Angeles pada 15 Januari 1947. Di sebuah lahan kosong kawasan Leimert Park, jasad seorang perempuan muda ditemukan dalam kondisi yang mengejutkan publik. Ia adalah Elizabeth Short, gadis berusia 22 tahun dengan mimpi besar di industri film, namanya kemudian tenggelam oleh sensasi media dan teori konspirasi.

Elizabeth Short lahir pada tanggal 29 Juli 1924 di Boston dan tumbuh sebagai anak dari keluarga yang menghadapi tantangan sejak kecil. Ibu Short pindah bersama anak-anaknya ke Los Angeles setelah sang ayah meninggal. Seperti pemuda lain pada era itu, Short memiliki impian besar untuk memulai karir di industri film Hollywood, dilansir dari news.detik.com .

Baca juga: Gisele Pelicot dan Keputusan untuk Berdiri Tanpa Anonimitas

Julukan “ Black Dahlia” terinspirasi dari film noir The Blue Dahlia yang dirilis setahun sebelum Short meninggal. Namun, nama tersebut juga dipadankan dengan kegemaran Elizabeth Short yang sering mengenakan pakaian hitam. Saat kasus ini mulai tersebar di berita, media surat kabar seperti Herald-Express mengubah istilah dari Werewolf Murder menjadi Black Dahlia karena terdengar dramatis dan mudah diingat, dilansir dari wegotthiscovered.com .

Melansir nationalgeographic.grid.id , begitu jenazah Black Dahlia ditemukan, penyelidikan segera dilakukan oleh polisi setempat bersama dengan bantuan FBI. Tubuh Black Dahlia ditemukan tanpa darah di area lukanya yang memberi indikasi bahwa kekerasan dilakukan di tempat lain dan jasadnya kemudian dipindahkan. Hal tersebut membuat penyelidik berspekulasi bahwa pelaku memiliki latar belakang medis karena jasad termutilasi dengan rapih.

Baca juga: Bagaimana Ann Makosinski Mengubah Panas Tubuh Menjadi Cahaya Senter
Setelah beberapa hari jasad Black Dahlia ditemukan, polisi menerima surat anonim dan barang-barang miliknya. Surat tersebut beraroma bensin, menandakan usaha untuk menghilangkan sidik jari pengirim. Sekitar 200 orang diinterogasi dan banyak di antaranya menjalani tes ringkas, tetapi semua upaya yang dilakukan gagal untuk mengungkap dalang di balik pembunuhan Black Dahlia . Terdapat spekulasi di luar teori resmi polisi seperti keterlibatan anggota keluarga pelaku, konspirasi struktur kepolisian, dan hubungan kriminal dengan tokoh berpengaruh di Hollywood.

Kasus Black Dahlia menjadi salah satu misteri paling menarik dalam sejarah kriminal Amerika karena banyak pertanyaan yang belum terjawab hingga saat ini. Elizabeth Short kini lebih dikenal melalui julukan yang diberikan media, sensasi dari tragedinya, dan melalui pemikiran masyarakat. Dalam kisah yang penuh kebingungan ini, penting mengingat di balik setiap misteri kriminal ada sosok manusia yang kehilangan nyawa, bukan sekadar judul berita.

 

Penulis: Jemima Anasya R.

Editor: Reza Farwan

Foto: Latimes.com

Sumber: New.detik.com, nationalgeographic.grid.id, wegotthiscovered.

Tags: americaAmerika Serikatanti kekerasanartisthari anti kekerasan perempuanIsu PerempuanKasuskeamanan perempuankekerasankonspirasimisteripembunuhanskandalsutradara Hollywoodtim amerika serikat
Jemima Anasya Rachman

Jemima Anasya Rachman

Related Posts

Lanyard bagi penyandang disabilitas tak tampak oleh Hidden Disabilities Sunflower (vantagegroup.com)
Iptek

Memahami Disabilitas Taktampak: Apa Arti di Balik Lanyard Bunga Matahari?

March 10, 2026
Alternatif
Iptek

Dari Lolita Hingga Gyaru: Kenali Dunia Fesyen Alternatif dari Jepang

March 10, 2026
Bad Bunny
Hiburan

Bad Bunny Tampil di NFL Halftime: Sebarkan Cinta Kasih di Tengah Kebencian

March 5, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × 5 =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021