SERPONG, ULTIMAGZ.com – Di Indonesia, sebutan disabilitas taktampak atau hidden disability masih terdengar asing bagi sebagian orang. Kurangnya pemahaman tersebut membuat kebutuhan teman-teman disabilitas sering kali sulit terpenuhi.
Mengutip dari hdsunflower.com, secara global, sekitar 16% penduduk dunia hidup dengan disabilitas. Dari jumlah tersebut, diperkirakan hingga 80% hidup dalam kelompok disabilitas yang tidak terlihat atau dapat disebut sebagai disabilitas taktampak.
Dari luar permukaan, penyandang disabilitas taktampak sering kali terlihat baik-baik saja. Mereka dapat beraktivitas dan bekerja seperti pada umumnya. Namun, di balik itu para penyandang disabilitas taktampak memiliki kondisi tertentu yang dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari mereka.
Menyadari pandangan negatif sekaligus minimnya pengetahuan, sebuah inisiatif untuk mendukung penyandang disabilitas dikembangkan di bandara Gatwick, Inggris. Program ini kemudian dikenal dengan nama Hidden Disabilities Sunflower.
Sejak diluncurkan pada 2016, inisiatif tersebut telah membantu meningkatkan kesadaran masyarakat. Jaringan Sunflower kini digunakan di lebih dari 300 bandara, serta berbagai sektor lain seperti kereta, kampus, maupun taman bermain.
Disabilitas Taktampak di Indonesia
Di Indonesia, Perhimpunan Reumatologi Indonesia (PP IRA) turut mengadopsi lambang bunga matahari sebagai penanda untuk gerakan disabilitas taktampak. Dengan memiliki arti kebahagiaan dan kekuatan.

Ketua PP IRA, Dr. Rudy Hidayat, mengutip dari mediaindonesia.com, menjelaskan bahwa terdapat lanyard khusus yang dapat digunakan oleh teman-teman dengan penyakit reumatik autoimun sebagai alat identifikasi.
Tidak hanya melakukan pembagian lanyard, PP IRA juga turut melakukan upaya advokasi di sejumlah sektor, mulai dari kementerian, instansi pemerintah, hingga transportasi publik. Salah satunya adalah Transjakarta yang dijadikan proyek percontohan (pilot project) yang diharapkan dapat menjadi contoh bagi layanan transportasi serupa di masa mendatang.
Dalam acara seminar dan konferensi pers yang diadakan PP IRA pada Minggu (01/07/2025), Transjakarta turut hadir sebagai pembicara. Melalui forum, mereka menekankan pentingnya inklusivitas transportasi.
Meski begitu, untuk saat ini lanyard yang dikeluarkan oleh PP IRA masih difokuskan bagi pasien dengan reumatik-autoimun atau autoimun sistemik.
Apa Saja yang Tergolong Disabilitas Taktampak?
Dikutip dari reumatologi.co.id, terdapat sejumlah penyakit yang termasuk dalam kategori ini, antara lain sebagai berikut:
- Lupus
- Artritis reumatoid
- Penyakit Sjogren
- Sklerosis sistemik/skleroderma
- Artritis psoriatik
- Miositis
- Vaskulitis
- Ankylosing spondylitis
- IBD-related arthritis
- Spondiloartritis
- Mixed connective tissue disease
- Juvenile idiopathic arthritis (JIA)
- Adult-onset Still disease
- Behcet disease
Selain mengenali jenis penyakit yang termasuk dalam disabilitas tak tampak, masyarakat juga dapat berpartisipasi dalam penggunaan lanyard melalui beberapa langkah sederhana. Proses pendaftaran tersebut pun tidak memungut biaya apa pun.
Tata Cara Pendaftaran Lanyard Bunga Matahari
Bagi teman-teman yang ingin mendaftarkan diri, berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan:
- Mendaftarkan diri melalui Google Form: bit.ly/FormDisabilitasTaktampak
- Verifikasi data oleh Perhimpunan Reumatologi Indonesia.
- Email konfirmasi berisi Nomor ID dan e-Certificate Disabilitas Taktampak.
- Distribusi lanyard kepada pasien melalui Perhimpunan Reumatologi Indonesia dan juga komunitas.
Terakhir, kehadiran gerakan disabilitas tak tampak di Indonesia menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kondisi disabilitas yang tidak selalu terlihat secara fisik.
Harapannya, melalui inisiatif PP IRA, masyarakat dapat lebih merangkul teman-teman penyandang disabilitas serta menciptakan lingkungan yang lebih inklusif.
Penulis: Annabelle Chloe
Editor: Reza Farwan
Foto: vantagegroup.com, reumatologi.or.id
Sumber: reumatologi.or.id, mediaindonesia.com, hdsunflower.com, kompendiumlupusindonesia.com





