SERPONG, ULTIMAGZ.com – Kentang merupakan salah satu sumber karbohidrat yang banyak dikonsumsi masyarakat di seluruh dunia. Selain mudah diolah menjadi berbagai hidangan, umbi satu ini menyimpan beragam manfaat kesehatan yang menjadikannya alternatif karbohidrat yang lebih sehat dibandingkan nasi putih.
Kentang kaya akan vitamin dan mineral penting seperti vitamin C, vitamin B6, kalium, dan magnesium. Kandungan vitamin C nya berperan sebagai antioksidan yang membantu meningkatkan imunitas dan melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, dilansir dari kompas.com. Sementara itu, kalium berfungsi mengatur tekanan darah sehingga baik untuk kesehatan jantung.
Baca Juga: Mengulik Kuliner Unik Indonesia: Dari Nasi Kucing Hingga Kentang Mustofa
Selain tinggi nutrisi, kentang juga mengandung serat yang mampu meningkatkan kesehatan pencernaan. Melansir healthline.com, serat dalam kentang membantu memperlancar buang air besar, menjaga keseimbangan mikrobiota usus, dan dapat membuat tubuh merasa kenyang lebih lama. Oleh karena itu, kentang sering menjadi pilihan dalam diet penurunan berat badan.
Kandungan karbohidrat kompleks dalam kentang membuat energinya dilepaskan lebih perlahan ke dalam tubuh. Hal ini membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, terutama jika kentang dimasak dengan cara sehat seperti direbus atau dikukus. Indeks glikemiknya juga dapat menurun jika kentang didinginkan setelah dimasak karena terbentuknya resistant starch yang baik untuk usus dan metabolisme, dilansir dari webmd.com.
Baca Juga: Kentang Goreng yang Tidak Biasa Ala HiFries
Tidak hanya kaya manfaat, kentang juga merupakan bahan makanan yang mudah diakses dan terjangkau. Umbi ini mampu menjadi sumber energi utama sekaligus pelengkap nutrisi harian. Dengan pengolahan yang tepat, menghindari gorengan dan penggunaan minyak berlebih, kentang bisa menjadi pilihan karbohidrat sehat bagi berbagai kelompok usia.
Pada akhirnya, kentang bukan hanya makanan pokok yang mengenyangkan, tetapi juga sumber nutrisi penting yang dapat mendukung kesehatan tubuh dalam jangka panjang. Mengonsumsinya secara seimbang dan bervariasi dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan, jantung, dan metabolisme tubuh.
Penulis: Clarisa Renata
Editor: Kezia Laurencia
Foto: Unsplash/Silas Baisch
Sumber: kompas.com, healthline.com, webmd.com





