• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Friday, January 23, 2026
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Budaya

Roehana Koeddoes, Perempuan Penggerak Pena dan Perubahan

Jemima Anasya Rachman by Jemima Anasya Rachman
January 15, 2026
in Budaya, Iptek
Reading Time: 3 mins read
Roehana Koeddoes

Potret Roehana Koeddoes salah satu jurnalis perempuan pertama di Indonesia. (kovermagz.com)

0
SHARES
17
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Roehana Koeddoes merupakan seorang perempuan yang tumbuh di desa sunyi bernama Koto Gadang, tetapi pemikirannya sudah berkembang melampaui perempuan pada zamannya. Di tengah aturan sosial Minangkabau yang nyaris tak memberikan ruang bagi perempuan untuk belajar, Roehana menemukan kebebasan dalam selembar kertas dan pena. Bermula dari rasa ingin tahu sederhana, perlahan berubah menjadi dorongan kuat untuk memahami dunia.

Roehana Koeddoes lahir di Sumatera Barat dengan nama Siti Rohana pada 20 Desember 1884. Ia adalah anak dari seorang Kepala Jaksa di Pemerintahan Hindia Belanda, Moehammad Rasjad Maharadja Sutan. Sejak dini, Roehana tumbuh di lingkungan yang gemar membaca. Ia senang membaca buku, majalah, ataupun surat kabar milik ayahnya, dilansir dari news.detik.com.

Baca juga: Simone De Beauvoir, Jejak Pemikiran Feminis Modern

Saat berusia enam tahun, Roehana mulai belajar membaca, menulis, dan menghitung ketika berada di Alahan Panjang. Semua itu diajarkan oleh Adiesa yang merupakan istri dari  Lebi Jaro Nan Sutan, Jaksa Alahan Panjang. Pasangan suami istri tersebut telah menganggap Roehana Koeddoes sebagai anak kandung mereka. 

Di usia tujuh tahun, ia bertekad kuat untuk mengembangkan kesenangannya pada bidang pendidikan dan jurnalistik. Oleh karena itu, Roehana sering membaca dan membagikan berita lokal dengan teman-teman sebayanya. 

Pada 1911, Roehana Koeddoes membangun sekolah perempuan pertama di Indonesia bernama Kerajinan Amai Setia (KAS). Setelah itu, Roehana pindah ke kota Bukittinggi dan mengawali kariernya sebagai salah satu jurnalis perempuan pertama di Indonesia. Kegigihannya dalam menerbitkan surat kabar perempuan pertama bernama Soenting Melajoe menjadi sebuah inspirasi yang mendorong perkembangan dunia jurnalistik, dilansir dari cnnindonesia.com.

Melansir kompas.com, Roehana Koeddoes selalu berupaya untuk mewakilkan suara dan nasib kaum perempuan. Ia juga berusaha mengajak beberapa pemimpin surat kabar untuk berkoresponden, salah satunya adalah Pemimpin Redaksi Utusan Melayu Soetan Maharadja. 

Kerja samanya dengan Soetan Maharadja menjadi awal mula terciptanya surat kabar Soenting Melajoe yang mempunyai arti perempuan melayu. Pada 1912, Roehana Koeddoes menjadi pemimpin redaksi dan membuat beberapa surat kabar lain seperti Perempoean Bergerak di Medan.

Baca juga: Svapna Gayatri 2025: “Duhai Nona” Suarakan Emansipasi Wanita

Perjalanan Roehana Koeddoes membuktikan bahwa perubahan besar dapat lahir dari keberanian untuk menantang batas yang dianggap wajar. Bermula di Koto Gadang, ia membuka pintu bagi perempuan untuk belajar, bekerja, dan bersuara. 

Semua itu Roehana Koeddoes upayakan melalui penyediaan sekolah kerajinan, tulisan-tulisan kritis, dan surat kabar perempuan pertama di Indonesia. Ia mewariskan sebuah sudut pandang bahwa literasi, pendidikan, dan keberanian menyuarakan keadilan adalah dasar untuk memajukan perempuan. 

 

 

Penulis: Jemima Anasya R.

Editor: Jessie Valencia

Foto: kovermagz.com.

Sumber: news.detik.com, cnnindonesia.com, kompas.com.

Tags: Aktivis Perempuandiskriminasi perempuandunia jurnalismegerak perempuangerakan perempuanhak perempuanhari perempuaninstitut perempuanIsu Perempuanjurnalisjurnalis perempuanJurnalistikkampanye perempuankebutuhan perempuanliterasi sejarahSejarahSejarah Indonesia
Jemima Anasya Rachman

Jemima Anasya Rachman

Related Posts

salem witch trials
Iptek

Salem Witch Trials, ketika Ketakutan Mengalahkan Akal Sehat

January 20, 2026
Ilustrasi macam-macam bunga yang dapat dikonsumsi. (Shutterstock/Madeleine Steinbach)
Iptek

Keindahan yang Bisa Dinikmati: Mengenal Bunga yang Dapat Dikonsumsi

December 17, 2025
Potret kelelawar atau kampret sedang terbang. (curadas.com)
Iptek

Kampret: Bukan Umpatan tetapi Kelelawar Kecil? Kok Bisa?

December 17, 2025
Next Post
salem witch trials

Salem Witch Trials, ketika Ketakutan Mengalahkan Akal Sehat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twelve − 2 =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021