• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Thursday, February 12, 2026
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Iptek

SkyBender 40 Kali Lebih Cepat Ketimbang Koneksi 4G

Elisabeth by Elisabeth
February 3, 2016
in Iptek
Reading Time: 1 min read
SkyBender 40 Kali Lebih Cepat Ketimbang Koneksi 4G

Google kini sedang mengembangkan proyek barunya, yakni SkyBender. Dalam proyek ini, Google menggunakan milimeter waves ke dalam drone bertenaga solar, Centaur.

0
SHARES
58
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

NEW MEXICO, ULTIMAGZ.com –  Pada awal 2016 ini, Google sedang mengembangkan proyek barunya yang dinamakan SkyBender. Untuk mengembangkan proyek ini, pihak Google telah menyewa tanah seluas 1.393 meter persegi di Spaceport America, tepatnya di New Mexico, dan menggunakan metode transmisi data tercepat, yakni milimeter waves ke dalam drone bertenaga solar, Centaur.

Apabila milimeter waves diterapkan, pengguna mampu mengalirkan data dengan kecepatan gigabit per second (Gbps) yang 40 kali lebih cepat ketimbang koneksi 4G. Seperti yang dilansir theverge.com, kemungkinan besar milimeter waves akan digunakan sebagai landasan utama dalam koneksi 5G di masa mendatang.

Sementara itu, untuk mengembangkan milimeter waves tidaklah mudah. Kendala terbesar dalam pengembangan metode transmisi tersebut adalah jangkauannya yang sangat terbatas, yakni hanya berkisar 200 meter.

Hal ini menjadikan milimeter waves sangat sulit dikembangkan dan akan dibanderol mahal, karena menara Base Transceiver Station (BTS) harus disediakan dalam jumlah banyak agar mampu menangani kebutuhan jutaan pelanggan. Selain itu, kinerja metode ini pun rentan terhadap perubahan cuaca.

Melihat hal tersebut, Google akan fokus pada teknologi phased array untuk mengatasi pendeknya jangkauan milimeter waves. Phased Array merupakan teknologi yang memungkinkan operator untuk menggunakan antena yang mudah dikendalikan dan bersifat fleksibel. Sebelumnya, penelitian phased array telah dilakukan oleh perusahaan Ericsson dan IBM pada 2014.

Penulis: Elisabeth

Editor: Lani Diana

Sumber: theverge.com, theguardian.com, mobileeurope.co.uk

Foto: theverge.com

Tags: proyek googleSkyBender 40 Kali Lebih Cepat Ketimbang Koneksi 4G
Elisabeth

Elisabeth

Nama lengkap : Elisabeth Email : elisabeth@student.umn.ac.id

Related Posts

Ilustrasi kentang (Freepik/stockking)
Iptek

Mengapa Kentang Baik untuk Kesehatan? Ini Penjelasan dan Manfaatnya

February 12, 2026
Logo Kimi K2, AI chatbot buatan Cina terbaru. (smyth.os)
Iptek

Kimi K2 Thinking: AI Baru Cina yang Hancurkan Pasar AI

February 11, 2026
Ilustrasi anggur laut NTT (Pixabay/Jerry Phons G)
Iptek

Anggur Laut NTT: Superfood “Kaviar Hijau” yang Mendunia, Kehidupan Ekonomi Pesisir

February 11, 2026
Next Post
Dianggap Tak Realistis, Mattel Luncurkan Inovasi Barbie

Dianggap Tak Realistis, Mattel Luncurkan Inovasi Barbie

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen + twenty =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021