• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Saturday, August 30, 2025
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Diskriminasi Terhadap Anak Penderita HIV/AIDS Masih Terjadi

Natalia Setiawan by Natalia Setiawan
December 9, 2015
in Lifestyle
Reading Time: 1 min read
Diskriminasi Terhadap Anak Penderita HIV/AIDS Masih Terjadi
0
SHARES
216
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com — Tanpa kita sadari, masih banyak mereka yang kurang beruntung di sekitar kita. Salah satunya anak-anak yang terinveksi HIV sejak dini. Tak hanya penyakit, mereka seringkali mendapat perlakuan diskriminatif di masyarakat.

Stigma yang tumbuh di tengah masyarakat membuat anak-anak tersebut didiskriminasi secara terus-menerus, dan hingga kini belum ada undang-undang yang melindungi hak asasi anak-anak penderita HIV/AIDS untuk memperoleh pendidikan yang layak dan sama seperti anak-anak lainnya.

Lentera Anak Pelangi, sebuah lembaga pendamping anak-anak penderita HIV/AIDS di Jakarta, mencatat sejak tahun 2009 hingga 2014 setidaknya ada enam kasus penolakan terhadap anak penderita HIV/AIDS yang ingin bersekolah karena penyakit HIV.

Menanggapi hal tersebut, orangtua ODHA (orang dengan HIV/AIDS) cenderung mengambil sikap menerima, dan memilih untuk mengalah. Pengelola rumah binaan LSM Lentera, Puger Mulyono mengatakan anak-anak yang dibinanya adalah balita yatim piatu yang tertular HIV/AIDS dari orang tua mereka.

“Begitu positif menderita HIV/AIDS, mereka dibuang keluarganya. Biasanya salah seorang atau kedua orang tuanya sudah meninggal, sementara keluarga lain tidak bersedia menampung mereka,” ujar Puger. Ia jugamenjelaskan bahwa beberapa anak ada yang diserahkan langsung kepada LSM, namun ada juga yang ditemukan di tempat yang tidak layak, seperti di kandang ayam.

Anak-anak penderita HIV/AIDS juga bertambah dalam jumlah yang signifikan. UNICEF menyebutkan pada tahun 2005, sekitar 71.000 remaja usia 10-19 tahun meninggal dunia akibat virus HIV. Jumlah tersebut meningkat hingga 110.000 jiwa pada tahun 2012.

 

 

Penulis: Natalia Setiawan

Editor: Alif Gusti Mahardika

Sumber: voaindonesia.com, www.dw.com

Foto: voaindonesia.com

Tags: aidsanakhivhiv/aidsIndonesiaodha
Natalia Setiawan

Natalia Setiawan

Related Posts

Tempe: Hasil Fermentasi Mendunia yang Berakar dari Jawa
Kuliner

Tempe: Hasil Fermentasi Mendunia yang Berakar dari Jawa

July 16, 2025
Kopi yang berasal dari feses gajah. (antaranews.com)
Lifestyle

Dari Feses Gajah ke Cangkir Kopi: Cerita di Balik Kopi Ivory

July 16, 2025
Potret salah satu bahan sushi, kani. (istockphoto.com)
Lifestyle

Sushi Kani Ternyata Bukan Kani, tapi Surimi? Ini Faktanya!

July 16, 2025
Next Post
Tak Lanjut Kuliah, Kylie Jenner Ingin Bisnis Saja

Tak Lanjut Kuliah, Kylie Jenner Ingin Bisnis Saja

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen + four =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021