• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Thursday, February 12, 2026
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Lingkungan

Sampah Plastik di Laut: Ancaman Serius bagi Ekosistem dan Biota Laut

Clarisa Renata by Clarisa Renata
February 12, 2026
in Lingkungan
Reading Time: 2 mins read
Ilustrasi sampah plastik di laut (Freepik.com)

Ilustrasi sampah plastik di laut (Freepik.com)

0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Sampah plastik di laut dapat membahayakan keseimbangan ekologi dengan merusak habitat, mencemari rantai makanan, dan menghambat regenerasi ekosistem laut. Sampah plastik yang dibuang sembarangan, mulai dari kantong plastik, kemasan makanan, hingga botol air minum umumnya terbawa arus sungai sebelum berakhir di laut. 

Mengutip tempo.co, pencemaran sampah plastik di laut menunjukkan tren yang semakin mengkhawatirkan, terutama karena volume sampah yang terus meningkat dan kemampuan plastik yang hampir tidak dapat terurai secara alami. Sampah ini mengambang di permukaan laut, tenggelam ke dasarnya, atau tersangkut di ekosistem pesisir. Hal ini menciptakan ancaman jangka panjang bagi lingkungan laut.

Baca Juga: Paus Sperma Ditemukan Mati Akibat Konsumsi Sampah

Kerusakan habitat menjadi salah satu dampak paling serius. Sampah plastik dapat menutupi terumbu karang, menempel pada permukaannya, atau menghambat proses fotosintesis yang vital bagi biota laut. Plastik yang menyangkut di karang dapat membawa patogen dan memicu penyakit sehingga merusak area penting bagi ribuan spesies laut, dilansir dari mongabay.co.id. 

Ketika habitat-habitat utama seperti terumbu karang, padang lamun, dan area pesisir terganggu, banyak organisme kehilangan tempat hidup atau tempat berkembang biak. Semakin banyak sampah plastik yang masuk ke laut, semakin besar potensi kerusakan ekologis yang sulit dipulihkan dalam jangka panjang, dilansir dari waste4change.com. 

Dampak jangka panjang dari pencemaran ini tidak hanya dirasakan oleh biota laut, tetapi juga mengganggu regenerasi ekosistem. Populasi ikan dapat menurun karena kerusakan habitat dan gangguan reproduksi, sementara kualitas air laut terus menurun akibat akumulasi sampah. 

Baca Juga: Pay as You Throw: Cara Korea Selatan Kurangi Sampah Makanan

Upaya mengurangi sampah plastik membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Menurut Karsa Institute, langkah pengurangan harus dimulai dari hulu, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah sejak dari rumah, dan meningkatkan kapasitas daur ulang. Pentingnya edukasi masyarakat, penguatan regulasi pemerintah, serta gerakan komunitas seperti bersih pantai yang berperan besar dalam mencegah sampah masuk ke laut, dilansir dari karsainstitute.org. Perubahan pola konsumsi masyarakat juga dapat menjadi faktor kunci untuk mengurangi volume sampah plastik yang berpotensi mencemari laut.

Dengan langkah kolektif dari masyarakat, pemerintah, dan industri, dampak pencemaran plastik bisa ditekan. Namun, tanpa perubahan perilaku dan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik, lautan akan semakin terancam oleh akumulasi sampah plastik yang tidak kunjung berkurang.

 

Penulis: Clarisa Renata

Editor: Kezia Laurencia

Foto: Freepik.com

Sumber: tempo.co, mongabay.co.id, karsainstitute.org

Tags: biota lautekosistem biota lautsampahsampah ancaman ekosistemsampah biota lautsampah plastisampah plastik di lautsampah plastik laut
Clarisa Renata

Clarisa Renata

Related Posts

Situasi banjir bandang dan longsor yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sejak Senin (24/11/25). (Antara/Syifa Yullinas)
Berita Kampus

Banjir Bandang dan Longsor di Aceh dan Sumatra, Status Bencana Nasional Belum Ditetapkan

December 4, 2025
Sistem Pay as You Throw untuk mengelola sampah organik dengan lebih bijak. (freepik.com)
Iptek

Pay as You Throw: Cara Korea Selatan Kurangi Sampah Makanan

September 30, 2025
Perbandingan antara minyak goreng baru dan minyak jelantah. (Freepik/KamranAydinov)
Iptek

Jangan Dibuang! Mari Daur Ulang Minyak Jelantah, Minyak Goreng Bekas Pakai

February 24, 2025

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 − eight =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021