SERPONG, ULTIMAGZ.com – Sampah plastik di laut dapat membahayakan keseimbangan ekologi dengan merusak habitat, mencemari rantai makanan, dan menghambat regenerasi ekosistem laut. Sampah plastik yang dibuang sembarangan, mulai dari kantong plastik, kemasan makanan, hingga botol air minum umumnya terbawa arus sungai sebelum berakhir di laut.
Mengutip tempo.co, pencemaran sampah plastik di laut menunjukkan tren yang semakin mengkhawatirkan, terutama karena volume sampah yang terus meningkat dan kemampuan plastik yang hampir tidak dapat terurai secara alami. Sampah ini mengambang di permukaan laut, tenggelam ke dasarnya, atau tersangkut di ekosistem pesisir. Hal ini menciptakan ancaman jangka panjang bagi lingkungan laut.
Baca Juga: Paus Sperma Ditemukan Mati Akibat Konsumsi Sampah
Kerusakan habitat menjadi salah satu dampak paling serius. Sampah plastik dapat menutupi terumbu karang, menempel pada permukaannya, atau menghambat proses fotosintesis yang vital bagi biota laut. Plastik yang menyangkut di karang dapat membawa patogen dan memicu penyakit sehingga merusak area penting bagi ribuan spesies laut, dilansir dari mongabay.co.id.
Ketika habitat-habitat utama seperti terumbu karang, padang lamun, dan area pesisir terganggu, banyak organisme kehilangan tempat hidup atau tempat berkembang biak. Semakin banyak sampah plastik yang masuk ke laut, semakin besar potensi kerusakan ekologis yang sulit dipulihkan dalam jangka panjang, dilansir dari waste4change.com.
Dampak jangka panjang dari pencemaran ini tidak hanya dirasakan oleh biota laut, tetapi juga mengganggu regenerasi ekosistem. Populasi ikan dapat menurun karena kerusakan habitat dan gangguan reproduksi, sementara kualitas air laut terus menurun akibat akumulasi sampah.
Baca Juga: Pay as You Throw: Cara Korea Selatan Kurangi Sampah Makanan
Upaya mengurangi sampah plastik membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Menurut Karsa Institute, langkah pengurangan harus dimulai dari hulu, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah sejak dari rumah, dan meningkatkan kapasitas daur ulang. Pentingnya edukasi masyarakat, penguatan regulasi pemerintah, serta gerakan komunitas seperti bersih pantai yang berperan besar dalam mencegah sampah masuk ke laut, dilansir dari karsainstitute.org. Perubahan pola konsumsi masyarakat juga dapat menjadi faktor kunci untuk mengurangi volume sampah plastik yang berpotensi mencemari laut.
Dengan langkah kolektif dari masyarakat, pemerintah, dan industri, dampak pencemaran plastik bisa ditekan. Namun, tanpa perubahan perilaku dan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik, lautan akan semakin terancam oleh akumulasi sampah plastik yang tidak kunjung berkurang.
Penulis: Clarisa Renata
Editor: Kezia Laurencia
Foto: Freepik.com
Sumber: tempo.co, mongabay.co.id, karsainstitute.org




