SERPONG, ULTIMAGZ.com — Atlet seluncur indah Amerika Serikat (AS), Alysa Liu, berhasil meraih medali emas kategori tunggal putri Olimpiade Musim Dingin di Milan, pada Kamis (19/02/26). Kemenangan ini membuat dirinya menjadi atlet wanita pertama di AS yang memenangkan medali emas di kategori tersebut sejak Sarah Hughes pada Olimpiade Salt Lake City 2002.
Melansir dari nbcchicago.com, Liu masuk ke seluncur bebas dari posisi ketiga setelah meraih skor 76.59 di short program, di belakangnya terdapat pesaing dari Jepang, yaitu Ami Nakai (78.71) dan Kaori Sakamoto (77.23). Meski demikian, peraih gelar juara dunia 2025 itu tampil luar biasa dengan melakukan serangkaian lompatan sulit, termasuk triple lutz dan triple salchow, dilansir dari cbsnews.com.
Baca juga: Cetak Sejarah, Papadakis/Cizeron Raih Emas di Olimpiade Beijing 2022
Hasil tersebut membuat atlet kelahiran 2005 itu meraih skor kombinasi sebesar 226.79, melampaui dua pesaing terdekatnya yaitu Kaori Sakamoto (224.90) hanya bisa meraih medali perak, dan Ami Nakai (219.16) meraih medali perunggu. Medali emas ini pun bukan satu-satunya emas yang diperoleh oleh Liu di Milan. Sebelumnya, ia sudah lebih dulu meraih emas bersama tim AS di kategori team event, dilansir dari olympics.com.
“Saya sangat senang dengan penampilan saya. (Itu adalah) perasaan yang luar biasa ketika saya selesai skating. Saat saya sedang skating dan mendengar sorakan-sorakan, saya merasa begitu terhubung dengan penonton. Saya ingin berada di sana lagi,” ujar Liu setelah upacara penghargaan medali, dilansir dari nbcolympics.com.
Pencapaian ini semakin istimewa mengingat perjalanannya yang luar biasa. Melansir dari nbcolympics.com, atlet kelahiran AS itu meraih gelar juara nasional pertamanya di usia 13 tahun. Liu menjadi perempuan ketiga AS yang berhasil melakukan triple Axel, sekaligus yang pertama mendarat quad dalam kompetisi resmi.
Baca juga: CL, EXO, dan Honey Lee Semarakkan Upacara Penutupan Olimpiade Musim Dingin 2018
Setelah meraih posisi keenam di Olimpiade Beijing 2022, Alysa Liu mengejutkan dunia seluncur indah dengan memutuskan untuk pensiun di usia 16 tahun. Melansir dari sports.yahoo.com, keputusan itu ia ambil karena merasa tidak bahagia dan mulai menghindari es. Bahkan ayahnya, Arthur Liu, menyebut sang atlet sempat mengalami trauma.
Liu mengalami jenuh parah setelah berlatih sejak usia lima tahun dan ingin menjalani kehidupan normal sebagai remaja, mulai dari berkuliah, mendapatkan SIM, hingga sekadar menghabiskan waktu bersama adik-adiknya, dilansir dari sports.yahoo.com.
Namun, dua tahun kemudian, Liu mulai merasa rindu dengan tantangan dari seluncur indah dan memutuskan kembali berlatih. Dalam waktu kurang dari setahun berlatih, ia berhasil menjuarai Kejuaraan Dunia seluncur indah 2025 di Boston yang mengejutkan semua orang, termasuk dirinya sendiri, dilansir dari theguardian.com. Kini, dirinya hadir pada Olimpiade Musim Dingin 2026 di Milan sebagai puncak dari perjalanan karirnya.
“Saya pikir kisah saya lebih penting dari apa pun bagi saya, dan itu yang paling saya hargai. Perjalanan ini sungguh luar biasa, saya tidak punya keluhan dan saya sangat bersyukur atas segalanya,” ujar Alysa Liu, dilansir dari espn.com.
Melansir dari nbc.com, kemenangan Liu di Milan pun menorehkan catatan sejarah yang lebih luas bagi seluncur indah AS. Sarah Hughes, pemegang emas terakhir AS di kategori ini pada 2002, bahkan hadir langsung di arena dan menyaksikan momen bersejarah tersebut. Kini, 24 tahun setelah Hughes berdiri di podium yang sama, Liu membuktikan bahwa AS kembali hadir sebagai kekuatan di panggung seluncur indah dunia.
Penulis: Aurelia Lisbeth Angelica
Editor: Reza Farwan
Foto: theguardian.com
Sumber: cbsnews.com, espn.com, nbcchicago.com, nbcolympics.com, olympics.com, sports.yahoo.com, theguardian.com





