JAKARTA, ULTIMAGZ.com– Pebulutangkis tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting berhasil menyabet gelar juara dalam Indonesia Masters 2018 di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (28/01/18). Memboyong gelar pertama bagi cabang tunggal putra tanah air di 2018, Ginting menghadirkan angin segar dan menjadi harapan baru tunggal putra Indonesia.
Pemain kelahiran 1996 ini mengalahkan pemain asal Jepang, Kazumasa Sakai dengan skor telak, yakni 21-13 dan 21-12 dalam waktu 33 menit. Tak ingin berikan kemudahan pada lawan, lelaki berdarah Batak Karo ini bermain cepat dan jarang melakukan kesalahan.
Permainan juara Korea Open 2017 dalam Indonesia Masters 2018 ini patut diacungi jempol. Tiket untuk masuk ke final tidak didapatkan dengan mudah. Pasalnya, ia harus menghadapi lawan-lawan yang berat. Dapat dikatakan pertarungan Ginting sesungguhnya terletak di babak perempat dan semifinal. Pada perempat final, pemain berkumis tipis ini harus bertemu pebulutangkis peringkat 4 dunia asal Tiongkok, Chen Long. Seperti tak diizinkan bernafas, ia juga dihadapkan dengan peringkat 6 dunia asal Taiwan, Chou Tien Chen pada babak semifinal.

Baru pada Desember 2017 kemarin, legenda bulu tangkis Indonesia, Taufik Hidayat, mengungkapkan kegelisahannya pada cabang tunggal putra Indonesia. Taufik mengunggah foto di akun Instagram pribadinya (@th_natanayo) dan memberikan selamat atas kemenangan Kevin/Marcus pada BWF Superseries 2017. Namun dalam caption yang diunggah suami Ami Gumelar ini terdapat sindiran akan kemarau gelar di cabang tunggal putra.
https://www.instagram.com/p/Bczme9KhsUE/?hl=en&taken-by=th_natanayo
Tak ayal, kemenangan dan permainan apik peringkat 16 tunggal putra dunia ini seperti menjawab kegelisahan para legenda terdahulu dan pecinta bulu tangkis akan nasib tunggal putra Indonesia.
Kejayaan tunggal putra Indonesia di kancah internasional memang sudah lama tidak terlihat. Setelah generasi Rudy Hartono, Lim Swie King, Hariyanto Arby, dan Taufik Hidayat berakhir, cabang tunggal putra merupakan salah satu cabang yang mengalami paceklik gelar. Nama-nama seperti Sony Dwi Kuncoro, Simon Santoso, Jonatan Christie pun timbul-tenggelam dan kurang mampu menyamai kualitas serta kuantitas prestasi para pendahulunya.
Penulis: Diana Valencia
Editor: Gilang Fajar Septian
Foto: Superball.id/Feri Setiawan dalam Tribunnews.com, Bola.com/M Iqbal Ichan, Instagram Taufik Hidayat (@th_natanayo)