SERPONG, ULTIMAGZ.com – Grand Prix Abu Dhabi menjadi balapan terakhir F1 musim 2025. Namun, bagi Lewis Hamilton, ajang tersebut memiliki makna lebih karena menjadi penutup musim debutnya dengan Ferrari.
Menurut Hamilton, musim ini dipenuhi dengan drama, amarah, dan penderitaan. Hamilton mengakhiri balapan Grand Prix Abu Dhabi di urutan kedelapan dan mengakhiri musim untuk pertama kali dalam sepanjang karirnya di F1 tanpa menyentuh podium dari total 24 balapan yang telah digelar.
Baca juga: Kemenangan Terakhir Verstappen Tak Cukup, Lando Norris Sabet Gelar Juara Dunia 2025
Berita Hamilton bergabung ke tim Ferrari dari tim Mercedes yang sudah menjadi timnya selama dua belas tahun menggemparkan dunia F1. Bergabungnya Hamilton membawa harapan bagi para fans Ferrari (Tifosi) untuk kembali ke masa kejayaannya. Hamilton sang tujuh kali juara dunia diharapkan mampu membawa Ferrari kembali menjadi juara, mengingat tim itu sudah 18 tahun puasa gelar, dilansir dari formula1.com.
Namun, ekspektasi tersebut runtuh secara perlahan. Sepanjang musim, Ferrari kesulitan menemukan konsistensi performa mobilnya. Hamilton yang mencoba beradaptasi dengan tim Ferrari harus menghadapi mobil SF-25 yang sulit dikendalikan, tidak stabil, dan sering kali tertinggal dari rivalnya, seperti McLaren, Mercedes, dan Red Bull.
Walaupun sepanjang musim Hamilton tidak bisa mengendalikan performa SF-25, Grand Prix Mexico menjadi peluang terbaik Hamilton. Hamilton tampil impresif di kualifikasi dan mendapatkan posisi ketiga, menempatkannya menjadi salah satu kandidat terkuat untuk meraih podium.
Namun, terjadi insiden dengan Max Verstappen di mana Hamilton dianggap memotong jalur trek balapan untuk mengambil keuntungan naik posisi dari duelnya dengan Verstappen. Akibat insiden tersebut, Hamilton mendapatkan lima detik pinalti dan turun ke posisi kedelapan, dilansir dari beritasatu.com.
Sepanjang perjalanan musim 2025, Hamilton sering kali dikalahkan oleh rekan setimnya, Charles Leclerc. Berbeda dengan Hamilton yang tidak mendapatkan podium, Leclerc berhasil meraih tujuh podium untuk Ferrari.
Tidak hanya itu, melansir formula1.com, jarak poin antara Hamilton dengan Leclerc di tabel pembalap mencapai 80 poin. Hamilton mendapatkan 156 poin dan Leclerc meraih 242 poin.
Melansir beritasatu.com, musim debut Hamilton mencatat rekor buruk. Ia menjadi pembalap pertama sejak Ivan Capelli pada 1992 yang bergabung dengan Ferrari di awal musim dan gagal meraih satu pun podium. Selain itu, Hamilton juga memegang rekor kurang baik karena keluar dari kualifikasi Q1 secara beruntun sebanyak tiga kali, dilansir dari crash.net.
Mengakhiri musim terburuknya, Hamilton berkata bahwa ia akan menenangkan diri hingga musim 2026 tiba.
“Sekarang ini, saya hanya akan fokus pada istirahat. Benar-benar terputus dari segala hal. Tidak ada yang bisa mengontak saya, karena saya tidak akan memegang gawai saya. Saya akan fokus pada istirahat,” ujar Hamilton, dilansir dari motorsport.com.
Baca juga: Mengenal Lewis Hamilton, Sang Pembalap F1 Legendaris
Meski musim debut Hamilton di Ferrari berakhir jauh dari ekspektasi, perjalanannya masih belum selesai. Musim 2026 menjadi sebuah musim di mana regulasi baru mobil akan diterapkan.
Tahun depan, semua tim F1 akan memulai dari titik yang sama dan setara. Musim 2025 mungkin menjadi musim terburuk Hamilton sepanjang karirnya di F1. Akan tetapi, masih ada ruang untuk bangkit dan menulis kembali sejarah hebat bagi sang tujuh kali juara dunia.
Penulis: Reza Farwan
Editor: Jessica Kannitha
Foto: planetf1.com
Sumber: formula1.com, beritasatu.com, crash.net, motorsport.com





