• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Sunday, August 31, 2025
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Olahraga

IBL Sanksi Tegas Pemain Yang Terlibat Pengaturan Skor

Geofanni Nerissa Arviana by Geofanni Nerissa Arviana
November 25, 2017
in Olahraga
Reading Time: 2 mins read
IBL Sanksi Tegas Pemain Yang Terlibat Pengaturan Skor

Pertandingan Indonesian Basketball League (IBL) musim lalu antara Bandung Utama (sekarang Siliwangi Bandung) dan Bimasakti. Delapan pemain dan satu ofisial Siliwangi Bandung diberi sanksi seumur hidup oleh IBL karena terbukti melakukan pengaturan skor pertandingan (match fixing) pada IBL 2017 lalu.

0
SHARES
692
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, ULTIMAGZ.com – Sembilan orang yang terbukti melakukan pengaturan skor pertandingan (match fixing) pada musim Indonesian Basketball League (IBL) Pertalite 2017 lalu dinyatakan mendapat hukuman larangan bermain di IBL oleh Manajemen IBL. Hal tersebut diungkapkan melalui rilis pers yang ditulis oleh pihak IBL dalam situs resminya, iblindonesia.com.

Sembilan orang tersebut terdiri atas delapan pemain dan satu ofisial Siliwangi Bandung. Mereka adalah Ferdinand Damanik, Tri Wilopo, Gian Gumilar, Haritsa Harlusdityo, Untung Gendro Maryono, Fredy, Vinton Nolan Surawi, Robertus Riza Raharjo. Ditambah juga dengan Zulhilmi Fatturohman yang merupakan ofisial tim.

“Hukuman ini harus diberikan karena mereka melakukan tindakan yang tak bisa ditolerir,” ujar Direktur IBL Hasan Gozali, dilansir dari liputan6.com.

Hukuman berat yang diberikan kepada sembilan nama tersebut diberikan sesuai peraturan pelaksanaan IBL bab 4 pasal 7 ayat 2 yang berisi, “Apabila terdapat salah satu personel klub IBL yang terbukti melakukan game fixing (pengaturan skor), maka personel klub iBL tersebut akan dikenakan sanksi minimal Rp. 100.000.000 (seratus juta rupiah) dan tidak boleh mengikuti seluruh kegiatan PT BBI seumur hidup”.

Pemberian hukuman yang berat ini diberikan IBL dengan tujuan agar tidak terjadi hal serupa pada musim-musim selanjutnya.

“Siapa pun yang terbukti melanggar akan terkena hukuman termasuk pemain asing, wasit, hingga pemilik klub,” tegas Hasan.

Sebelumnya, sembilan orang yang dianggap melakukan pengaturan skor pertandingan tersebut telah diberi sanksi oleh PP Perbasi. Mereka tidak diperkenankan bertanding dalam basket nasional dengan durasi yang berbeda-beda. Sebut saja Ferdinand yang dihukum skors lima tahun, Wilopo, Gian, Haritsa, dan Untung diskors empat tahun, Vinton, Fredy, dan Riza menerima hukuman skors tiga tahun, dan Zulhilmi diskors dua tahun.

Manajemen Klub Siliwangi Bandung mengungkapkan kekecewaannya pada delapan pemain dan satu ofisialnya tersebut. Mereka mengatakan akan melakukan jalur hukum untuk menindaklanjuti masalah ini.

“Kami jelas sangat kecewa sekali dengan kejadian ini. Dan karena kejadian match fixing ini kita sangat dirugikan dan loss of business sangat besar terkait tim ini dan perusahaan. Selanjutnya kami sudah menunjuk tim kuasa hukum kami untuk melakukan langkah-langkah hukum,” ujar Direktur Utama PT. Bandung Utama Raya Dennis Depriadie seperti dilansir pikiran-rakyat.com.

Tidak hanya itu, Ketua Umum Persatuan Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Danny Kosasih juga mengungkapkan adanya 13 nama lain yang diduga terlibat pengaturan skor pertandingan IBL musim lalu.

“Di Perbasi, ada daftar nama 13 orang yang antre (untuk dijatuhkan sanksi). Setelah mendapatkan bukti, saya akan jatuhkan sanksi,” ucapnya.

Penulis: Geofanni Nerissa Arviana

Editor: Hilel Hodawya

Foto: republika.co.id

Sumber: iblindonesia.com, bola.com, pikiran-rakyat.com, liputan6.com

Tags: 2017basketBasketballcurangGameIBLmatchmatch fixingolahragaperbasiPertandinganSiliwangi Bandungultimagz
Geofanni Nerissa Arviana

Geofanni Nerissa Arviana

Related Posts

Lewis Hamilton memenangkan gelar juara dunia keduanya pada 2014. (independent.co.uk)
Hiburan

Mengenal Lewis Hamilton, Sang Pembalap F1 Legendaris

July 16, 2025
Oscar Piastri, Max Verstappen, dan Charles Leclerc berdiri di atas podium pada balapan F1 Grand Prix Saudi Arabia. (autosport.com)
Olahraga

Oscar Piastri Berhasil Mendominasi Grand Prix Saudi Arabia

April 24, 2025
Atlet profesional terakhir Amerika dalam Jai Alai, Leon Shepherd. (shsnorsenews.org)
Iptek

Jai Alai: Olahraga dengan Lemparan Bola Tercepat yang Hampir Punah

April 23, 2025
Next Post
Film “Get Out” dan “Call Me By Your Name” Ungguli Nominasi Independent Spirit Awards 2018

Film "Get Out" dan "Call Me By Your Name" Ungguli Nominasi Independent Spirit Awards 2018

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × 4 =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021