SERPONG, ULTIMAGZ.com – “Period (bahasa gaul yang digunakan Generasi Z bermakna titik) harusnya menjadi akhir sebuah kalimat, bukan akhir dari pendidikan seorang anak perempuan.” Kalimat ini merangkum esensi dari film Period. End of Sentence. yang mengambil latar di sebuah desa di Hapur, India.
Mengutip documentary.org, disutradarai Rayka Zehtabchi, film berdurasi 26 menit ini dirilis pada 2018 dan memenangkan Oscar untuk Best Documentary Short Subject pada 2019. Film dokumenter ini menyoroti perjuangan perempuan dalam menghadapi stigma menstruasi yang selama ini sering dianggap sebagai penyakit.
Baca juga: Cantik Itu Luka : Tamparan Keras Dibalut Ketikan Vulgar Eka Kurniawan
Di awal film, penonton disuguhkan pada realitas pahit mengenai minimnya akses sanitasi yang layak bagi perempuan di wilayah pedesaan. Stigma yang mendalam membuat banyak remaja perempuan merasa malu, tersisih, dan terpaksa putus sekolah karena tidak memiliki sarana untuk mengelola menstruasi dengan higienis.
Penggunaan kain bekas yang tidak sehat menjadi standar umum karena harga pembalut pabrikan sangat tidak terjangkau bagi mereka. Hal ini menciptakan siklus ketidakadilan gender yang sistemik, membuat potensi besar perempuan terhambat hanya karena fungsi alami tubuh mereka sendiri yang belum dipahami secara luas oleh masyarakatnya, dilansir dari naturalwomanhood.org.
Namun, harapan besar muncul melalui instalasi mesin pembalut murah hasil inovasi Arunachalam Muruganantham. Dari perspektif manajemen dan kewirausahaan sosial, bagian ini memperlihatkan transisi luar biasa perempuan desa dari sekadar konsumen pasif menjadi produsen aktif. Mereka mulai belajar mengoperasikan mesin, menjaga kualitas produk, hingga menyusun strategi pemasaran door-to-door untuk merek pembalut lokal bernama Fly. Akhirnya, para perempuan ini tidak hanya memproduksi alat sanitasi, tetapi juga membangun martabat bagi diri mereka sendiri di tengah lingkungan yang patriarkal.
Baca juga: Genderlect Theory: Memahami Pengaruh Gender Terhadap Komunikasi
Secara visual, Zehtabchi berhasil menangkap transformasi emosional yang kuat. Salah satu momen paling emosional adalah ketika salah satu perempuan menyatakan impiannya untuk membiayai pendidikannya sendiri dari pendapatan penjualan pembalut agar bisa menjadi polisi.
Film ini menjadi bukti kuat bahwa solusi sederhana tapi tepat sasaran mampu meruntuhkan tembok ketidakadilan yang sudah berdiri selama berabad-abad. Period. End of Sentence. menjadi pengingat penting bahwa kesehatan reproduksi dan pendidikan adalah hak asasi manusia yang penting dan menjadi kunci utama bagi kemerdekaan perempuan.
Penulis: Zalfa Zahiyah Putri Wibawa
Editor: Celine Valleri
Foto: peoplesworld.org
Sumber: documentary.org, naturalwomanhood.org




