• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Wednesday, February 11, 2026
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Lainnya

Berjalan Dapat Mendeteksi Penyakit Alzheimer

Natalia Setiawan by Natalia Setiawan
December 4, 2015
in Lainnya
Reading Time: 1 min read
Berjalan Dapat Mendeteksi Penyakit Alzheimer
0
SHARES
194
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com — Berjalan dengan kecepatan lambat bisa menjadi indikasi awal penyakit alzheimer. Para ilmuwan mengatakan, kecepatan berjalan yang lambat pada orang-orang alzheimer mungkin berhubungan dengan perubahan dalam otak yang terjadi sebelum timbulnya penyakit.

Ppemimpin penelitian Natalia del Campo dari Rumah Sakit Universitas Toulouse, Perancis mengatakan bahwa ada kemungkinan gangguan berjalan ringan merupakan masalah memori yang menandakan penyakit alzheimer, bahkan sebelum orang tersebut menunjukkan gejala klinis.

Dalam studi yang diterbitkan dalam jurnal online Neurology ini menganalisis otak pada 128 manusia yang rata-rata berusia 76 tahun. Para peserta tidak memiliki demensia, tapi memiliki gejala gangguan memori. Hasil pemindaian medis menganalisis kadar protein amyloid, yakni prekursor (senyawsa pendahulu) alzheimer, yang secara signifikan berkorelasi dengan kecepatan berjalan rata-rata.

Selain itu, penyakit alzheimer juga dapat dideteksi dengan teknologi virtual reality. Dengan penggunaan cara virtual reality (VR) ini, penyakit Alzheimer dapat dideteksi puluhan tahun sebelum muncul.

Penelitian di Jerman ini melibatkan sejumlah orang berusia 18 hingga 30 tahun yang diminta untuk ‘berkelana’ di dalam labirin untuk menguji fungsi tertentu pada sel-sel otak.

Menurut para ilmuwan syaraf dari Jerman, orang-orang yang memiliki risiko genetik tinggi untuk Alzheimer dapat dikenali dari hasil ‘perjalanan’ mereka.

Di bawah pimpinan Lukas Kunz, para ilmuwan yang bernaung di bawah Pusat Penyakit Syaraf Degeneratif Jerman di Bonn mengatakan bahwa kelompok yang memiliki risiko tinggi akan berkelana di dalam labirin secara berbeda. Bersamaan dengan itu, ada juga penurunan fungsi jenis sel tertentu dalam otak yang terlibat dalam navigasi ruang.

Reporter : Natalia Setiawan

Editor : Ghina Ghaliya

Sumber : cnnindonesia.com

Foto : detikindonesia.com

Natalia Setiawan

Natalia Setiawan

Related Posts

Pria menggunakan baju turtleneck berwarna pink (freepik.com)
Lainnya

Siapa Bilang Pink untuk Perempuan? Sejarah Bicara Lain

December 18, 2025
Sampul album 21 Savage, WHAT HAPPENED TO THE STREETS? (genius.com)
Hiburan

21 Savage Rilis Album WHAT HAPPENED TO THE STREETS? Brutalitas Berbentuk Sonik

December 14, 2025
Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan untuk merayakan Hari Nusantara. (pixabay/christopher1710)
Lainnya

Hari Nusantara: Sarana Tunjukkan dan Lestarikan Kekayaan Indonesia

December 13, 2025
Next Post
Kim Kardashian dan Sederet Aktris Lainnya Tampak Babak Belur

Kim Kardashian dan Sederet Aktris Lainnya Tampak Babak Belur

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ten − one =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021