Serba Keju di Sun Kee Cheese Noodle Hong Kong

Suasana restoran Sun Kee Cheese Noodle. Sun Kee Cheese Noodle merupakan restoran dengan berbagai makanan dengan keju. Mie keju dengan berbagai 'topping' merupakan daya tarik utama dari restoran yang berlokasi di Champagne Court, Tsim Sha Tsui, Hong Kong.
Share:

HONGKONG, ULTIMAGZ.com – Keju adalah makanan yang populer dan memiliki banyak penggemar di seluruh dunia. Melihat peluang ini, Sun Kee Cheese Noodle, sebuah destinasi kuliner di Hong Kong, hadir dan menawarkan berbagai makanan khas Asia dengan lelehan keju di dalamnya.

Berlokasi di Champagne Court di salah satu distrik perbelanjaan terbesar di Hong Kong, Tsim Sha Tsui, tempat ini terletak di pojok pertokoan kumuh yang tidak seberapa besar. Namun, restoran ini merupakan restoran yang terkenal di kalangan masyarakat lokal, terlihat dengan ramainya restoran ini, bahkan sampai hampir tengah malam.

Menu andalan restoran ini adalah mie keju yang tersedia dengan berbagai topping. Daging babi menjadi favorit, namun, pengunjung juga bisa memilih daging lain seperti ayam, seafood, dan sapi. Meski bertekstur dan punya rasa yang mirip mie instan, lelehan saus keju racikan Sun Kee dengan daging babi yang juicy berhasil menjadi aspek yang paling menonjol. Mie keju ini dibanderol dengan harga mulai dari 38 Dolar Hong Kong sampai 48 Dolar Hong Kong atau sekitar Rp65.000 sampai Rp85.000.

143456 copy

(Pork cheese noodle, salah satu menu andalan dari Sun Kee Cheese Noodle)

Tak hanya mie keju, bola keju yang pada dasarnya adalah bakso ikan goreng isi keju juga menjadi salah satu kudapan andalan restoran ini. Memadukan rasa manis dari bakso ikan dan rasa asin gurih dari saus keju yang menjadi isian dari bakso goreng ini, makanan ini memiliki cita rasa yang nikmat dan unik yang jarang ditemukan di Hong Kong bahkan negara lain.

143457 copy

(Cheese ball, kudapan khas restoran ini, berupa bakso ikan goreng dengan isian saus keju)

Sebagai penutup, teh susu hangat khas Hong Kong menjadi minuman yang tepat, terutama dengan udara dan hembusan angin Hong Kong yang dingin di pertengahan Desember sampai Februari.

Penulis: Christian K. Yang

Editor: Kezia Maharani Sutikno

Foto: Christian K. Yang