• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Monday, January 26, 2026
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Event

Makna dan Cerita Kehidupan dalam Tari Balet Kontemporer

Evan Andraws by Evan Andraws
May 1, 2016
in Event
Reading Time: 1 min read
Makna dan Cerita Kehidupan dalam Tari Balet Kontemporer

Marich Prakoso mebawakan tarian "Kenangan Indah" karya Arya Yudistira Syuman, pada pentas Kreativitat Dance Indonesia di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki (TIM), Sabtu (30/4) kemarin.

0
SHARES
4.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, ULTIMAGZ.com – Maestro balet Farida Oetoyo memang telah berpulang dua tahun silam, namun grup yang ia dirikan yakni Kreativitat Dance Indonesia tidak lantas berhenti menyuguhkan tari. Kali ini, Kreativitat Dance Indonesia dipimpin oleh Arya Yudistira Syuman pada Sabtu (30/4) kemarin di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki (TIM), menyuguhkan pentas balet kontemporer yang memiliki makna dan cerita kehidupan pada masing-masing karya.

Acara ini dimulai dengan penampilan tarian bertajuk “Di Lantai Dansa” karya Yudistira. Sesuai makna judul tarian ini, seorang gadis menari balet di atas panggung dengan gemulai, seolah mengisyaratkan kecantikannya di lantai dansa.

Berikutnya, “This Girl” karya Anindya Krisna, memiliki makna akan kekerasan yang sering menimpa perempuan. Tarian ini pun menggambarkan ketidak setaraan antara perempuan dan laki-laki.

Cerita-cerita yang dilalui manusia dalam kehidupannya digambarkan juga oleh Yudistira dalam karyanya, yakni “Tersenyumlah”, “Perkembangan Cinta”, dan “Kenangan Indah”. Marich Prakoso membawakan karya Yudistra yang berjudul “Kenangan Indah”.

Lalu, Nabila Rasul menampilkan karyanya yang berjudul “Suara”. Dalam karya tersebut, tarian yang ditunjukkan bermakna permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh perempuan di dalam masyarakat. Dalam tarian ini, dua orang penari perempuan menari dengan mulut tertutup dan tidak dapat berbicara.

Terakhir dari Yudistira, karya berjudul “Small Imperceptible Incidents of Love” terinspirasi dari kejadian-kejadian dalam satu kisah cinta. Dalam tarian tersebut, ada dua sepasang kekasih melalui tariannya menunjukkan sedang beradu mulut dan lainnya. Karya yang terakhir dalam pentas ini adalah karya Marich yang berjudul “Bias Sendja”, yang bercerita tentang semua permasalahan yang terjadi disebabkan oleh satu orang.

Pentas Kreativitat Dance Indonesia kali ini diselenggarakan dua hari, yaitu pada 29 & 30 April kemarin. Pentas yang dimulai puku 20.00 WIB ini dipersembahkan oleh Rumah Karya Sjuman.

 

Penulis : Evan Andraws

Editor : Alif Gusti Mahardika

Fotografer : Evan Andraws

Tags: 2016baleteventkreativitat dance indonesiaSenitarianultimagz
Evan Andraws

Evan Andraws

Nama lengkap : Evan Andraws Latief Email : evanlatief@gmail.com

Related Posts

HUNT
Event

Mahasiswa UMN Gelar Treasure Hunt di Kampus lewat HUNT UMN 2025

December 9, 2025
Karya dari Satu Collective pada ADGI Design Week 2025.
Event

ADGI Design Week 2025: Lebaran Anak Desain Kembali Tahun Ini

December 6, 2025
Salah seorang pemain ganda putra saat rally dalam pertandingan perebutan tiket ke babak semifinal. (ULTIMAGZ/Peter Jonathan)
Berita Kampus

Padel Pop Buktikan Mahasiswa UMN Mampu Adakan Acara Olahraga Profesional

December 5, 2025
Next Post
a friendship concert, Konser Pra-Kompetisi dan Ajang Pembelajaran

a friendship concert, Konser Pra-Kompetisi dan Ajang Pembelajaran

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 + 18 =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021