• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Sunday, August 31, 2025
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Event

Dunia Maia, Peperangan Batin dan Emosi dalam Balutan Drama Musikal

Kezia Maharani by Kezia Maharani
May 31, 2016
in Event
Reading Time: 2 mins read
Dunia Maia, Peperangan Batin dan Emosi dalam Balutan Drama Musikal

Pertunjukan drama musikal Dunia Maia yang digelar di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Sabtu (28/5) menampilkan cerita tentang batin dan emosi Maia.

0
SHARES
219
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, ULTIMAGZ.com – Art Division Universitas Pelita Harapan (UPH) menggelar sebuah pertunjukkan drama musikal bertajuk “Dunia Maia” di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Sabtu (28/5). Pertunjukkan yang mengusung tema anti seks bebas, alkohol, dan narkoba ini merupakan bentuk kelanjutan kerjasama UPH dengan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Art Division UPH sendiri merupakan gabungan dari sepuluh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) seni yaitu Lighthouse Singer, Manna Proxia Theatre, UPH Choir, Art Band, tari Saman Bireun Seudati, Nusantara Dance Company, Photography Art, Movie Production Club, dan Production Troops. Disutradarai oleh Boy Marpaung yang telah sukses menelurkan 800 pertunjukkan dan acara, “Dunia Maia” menghadirkan sebuah drama dengan konsep yang berbeda.

“Yang menarik dari ‘Dunia Maia’ itu adalah ceritanya, di mana kita menciptakan emosi Maia menjadi klan-klan, dan kita tampilkan dengan konsep yang lebih menarik lagi yaitu digital mapping,” ungkap Boy dalam siaran pers.

“Dunia Maia” merupakan drama musikal bercerita tentang seorang remaja bernama Maia, yang terus-menerus dirundung rasa bersalah akibat kematian adiknya, Yuna. Namun tak hanya sampai di sana, Maia juga kerap di-bully oleh teman-temannya, diganggu oleh pria-pria pemabuk, dan diajak untuk memakai obat-obatan terlarang. Hal-hal ini membuat Maia membentuk sebuah dunia dalam pikirannya bernama Dunia Semosimesta.

Dalam dunia tersebut, ada lima klan yang menjadi representasi emosi-emosi yang dirasakan Maia; Klan Der yang merupakan pencerminan diri temperamental, ambisius, dan bernafsu tinggi, Klan Hsub yang merupakan pencerminan diri kompleks dan dilematis, Klan Enots yang merupakan pencerminan diri keras kepala dan egois, Klan Sgurd yang merupakan pencerminan diri picik, tidak peduli, dan tidak punya tujuan hidup, dan Klan Ecarg yang merupakan pencerminan diri suka menolong, damai, dan rela berkorban.

Peperangan batin dan emosi dalam diri Maia divisualisasikan menjadi peperangan nyata yang dilakukan oleh kelima klan tersebut. Kemenangan akhirnya didapatkan oleh Klan Ecarg, setelah Maia berdamai dengan dirinya sendiri.

Pertunjukkan yang digarap kurang lebih delapan sampai sepuluh bulan ini melibatkan 350 mahasiswa aktif UPH, baik sebagai pemeran maupun kru. Walau persiapan yang dilakukan telah cukup panjang, masih ada beberapa hal yang terlewat dan perlu diperbaiki ke depannya. Hal ini disampaikan oleh Aloysius Ary, mahasiswa Universitas Atma Jaya.

“Dari segi teknis menurut gue agak kurang karena mic-nya beberapa kali mati dan dialognya jadi nggak terdengar jelas. Itu juga yang bikin gue kurang nangkep jalan ceritanya. Kalau dari segi teaternya sih, menurut gue udah mantap tiap individunya,” ungkapnya.

Berkaitan dengan hal ini, Head of Management Dunia Maia Keia Laturiuw menuturkan bahwa kesalahan teknis kecil adalah hal biasa, karena yang terpenting seluruh kru telah menampilkan yang terbaik. “Wajar sih, semua pementasan pasti ada warna-warna seperti itu. Namun, kami puas karena akhirnya kerja keras kami bisa dinikmati orang banyak,” tuturnya.

 

Penulis: Kezia Maharani Sutikno

Editor: Alif Gusti Mahardika

Fotografer: Kezia Maharani Sutikno

Tags: 2016art divisiondramadunia maiaeventmusikalteaterultimagzuniversitas pelita harapanuph
Kezia Maharani

Kezia Maharani

Nama lengkap : Kezia Maharani Sutikno Email : maharanikezia@gmail.com

Related Posts

Baskara Putra vokalis Hindia saat membawakan lagu “Rumah ke Rumah” dalam konser Pesta Bebas Berselancar 2025 pada Sabtu (19/07/2025). (ULTIMAGZ/Andita Chayara)
Event

Penampilan Hindia Ramaikan Pesta Bebas Berselancar 2025

July 22, 2025
Nyoman Paul tampil perdana di BNI Java Jazz Festival 2025 yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (30/05/25). (ULTIMAGZ/Putri C. Valentina)
Event

Nyoman Paul Debut di Java Jazz Festival 2025 dengan Album LUAP

July 16, 2025
IMDES 2025 menggelar Student Exhibition di area Nusakara, Universitas Multimedia Nusantara, pada Kamis (15/05/25). (ULTIMAGZ/Putri C. Valentina)
Event

IMDES 2025 Angkat Tema Keberlanjutan: Mahasiswa Tunjukkan Gagasan Inovatif

July 16, 2025
Next Post
Semangat Independen dan Kedalaman dalam Film Indie

Semangat Independen dan Kedalaman dalam Film Indie

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × five =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021