• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Sunday, March 1, 2026
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Event

Wayang Sukuraga Kemukakan Konflik Internal Manusia di Coalesce 2018

Ignatius Raditya Nugraha by Ignatius Raditya Nugraha
November 6, 2018
in Event
Reading Time: 2 mins read
Wayang Sukuraga Kemukakan Konflik Internal Manusia di Coalesce 2018

Dalang wayang Effendi Sukuraga mengisahkan konflik internal manusia melalui Wayang Sukuraga. Pertunjukan tersebut menarik perhatian para siswa dan pengunjung Coalesce 2018 di SMA Islam Al-Alzhar 1 Jakarta, Minggu (04/11/18). (ULTIMAGZ/Ergian Pinandita)

0
SHARES
473
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, ULTIMAGZ.com – Wayang Sukuraga dengan kisah konflik internal manusia memukau para siswa dan pengunjung Coalesce 2018 di SMA Islam Al-Alzhar 1 Jakarta, Minggu (04/11/08). Pertunjukan Wayang Sukuraga tersebut menampilkan iringan musik, nyanyian, tarian, dan kisah bernuansa tradisional. Dalam pertunjukan tersebut, konflik internal manusia digambarkan oleh tokoh-tokoh wayang bernama telinga, mata, tangan, dan mulut. 

Wayang Sukuraga adalah bentuk wayang yang mulai dipertunjukkan kepada khalayak umum sejak tahun 1997 dan ditemukan oleh Effendi Sukuraga. Uniknya, Wayang Sukuraga tidak mengambil cerita wayang umum, seperti Ramayana dan Mahabrata. Wayang Sukuraga menceritakan konflik internal manusia melalui tokoh-tokoh wayang berupa anggota tubuh manusia.

Pertunjukan Wayang Sukuraga diawali dengan iringan musik dan nyanyian sekitar 15 menit. Kemudian, dilanjutkan dengan pembacaan kutipan-kutipan bernuansa puitis yang dibacakan dengan lantang. Pembacaan ini menjadi semakin menarik setelah para anggota wayang menampilkan tarian bersama atribut anggota tubuh manusia berukuran raksasa, seperti telinga, mata, tangan, dan mulut. 

Kemudian, cerita dimulai dengan interaksi antar wayang. Sebagai yang pertama, wayang telinga mengisahkan bahwa dia mempunyai profesi, yaitu mendengarkan yang disukainya. Lebih lanjut, telinga mengaku bahwa dia suka mendengarkan petuah guru dan nasihat orang tua, tidak untuk bergosip dan mengetahui aib orang lain.

Cerita dilanjutkan dengan kemunculan para tokoh wayang lainnya, seperti mata, tangan, dan mulut yang identik dengan telinga. Mata berprofesi untuk melihat, tapi tidak suka mengintip aib orang lain, melainkan suka membaca dan belajar sumber ilmu. Tangan berprofesi untuk memegang, tapi tidak suka mencubit atau menyakiti orang lain, melainkan mengulurkan atau memberi sesuatu yang dibutuhkan orang lain. Mulut berprofesi untuk berbicara, tapi tidak suka membicarakan aib atau berbohong kepada sesama, melainkan saling memberikan semangat dan bantuan.

Mulut memang berprofesi sebagai pembicara. Namun, berbicara yang baik untuk sesama, bukan membicarakan aib orang lain. (ULTIMAGZ/Ergian Pinandita)

Creator atau Penggali Wayang Sukuraga Effendi Sukuraga menjelaskan esensi pertunjukannya. Menurutnya, jika setiap orang memakai sukuraga atau anggota tubuhnya dengan baik dan benar, maka orang tersebut akan menjadi semakin baik.

“Misalnya tangan, bila digunakan untuk mencubit atau melukai orang lain tidak baik. Sebaiknya, diletakkan di atas, yaitu untuk memberi atau mengulurkan bantuan kepada sesama yang membutuhkan,” ungkap Effendi.

 

Penulis: Ignatius Raditya Nugraha

Editor: Geofanni Nerissa Arviana

Foto: Ergian Pinandita

Tags: Coalesce 2018Effendi SukuragaKonflikmanusiaMoralSeniWayangWayang Sukuraga
Ignatius Raditya Nugraha

Ignatius Raditya Nugraha

Related Posts

Pemenang D&AD New Blood 2025 (wa.campaignbrief.com)
Event

D&AD Pencil: Alat Generasi Muda untuk Menulis Karir di Industri Kreatif

February 13, 2026
HUNT
Event

Mahasiswa UMN Gelar Treasure Hunt di Kampus lewat HUNT UMN 2025

December 9, 2025
Karya dari Satu Collective pada ADGI Design Week 2025.
Event

ADGI Design Week 2025: Lebaran Anak Desain Kembali Tahun Ini

December 6, 2025
Next Post
Pekan Sinemasi Wadah Baru dan Unik Untuk Jurusan FTV

Pekan Sinemasi Wadah Baru dan Unik Untuk Jurusan FTV

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nine + eighteen =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021