SERPONG, ULTIMAGZ.com – Robo Camp, kompetisi yang diadakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UMN Robotic Club resmi diadakan di Universitas Multimedia Nusantara (UMN) pada Senin (05/02/2024) lalu.
“Harapannya perlombaan ini bukan hanya sekedar kompetisi bagi kalian, teknologi robotika berkembang dengan secara pesat dengan adanya lomba ini memicu keingintahuan kalian untuk lebih mendalami soal robotika,” ungkap Ahmad Syahril Muharom selaku Kepala Program Studi (Kaprodi) Teknik Elektro.
Sebelum lomba dimulai, peserta diberi pemaparan materi mikrokontroler, aktuator, sensor, arduino IDE, dan C++ language yang berkaitan erat dengan Robotic Club UMN. Pemaparan bertujuan untuk mengenalkan komponen yang akan digunakan peserta di dalam lomba. Selain itu, tidak semua sekolah peserta memiliki ekstrakulikuler robotik, pemaparan ini diharapkan dapat memberi pemahaman kepada semua peserta.
Ketua Pelaksana Robocamp, Aryadharma Sudhartio mengungkapkan bahwa Robo Camp diadakan untuk mematahkan anggapan bahwa robotika sulit dan menakutkan. Ia juga berharap bahwa para peserta dapat berlomba secara sportif.
“Kami mengadakan Robo Camp untuk mengenalkan robotik dan mematahkan stigma bahwa robotik itu sulit dan menyeramkan, kami mengharapkan yang terbaik dan berharap para peserta dapat berlomba secara jujur dan adil,” ungkap Arya.
Robo Camp sendiri memiliki dua cabang lomba, yaitu Hebocon dan Robot Sumo. Kedua cadang lomba dilaksanakan di ruangan yang berbeda. Lomba Hebocon dilaksanakan di lobby gedung B UMN dan Robot Sumo di student lounge gedung B UMN.
Baca juga: CRAM, Kecoa Robot Penyelamat Korban Bencana Alam

Robot sumo berfokus kepada pemrograman dari robot yang sudah disediakan Robotic Club. Pertandingan dari robot tersebut dibagi menjadi dua bagian yaitu, track dan battle arena.
Pada track robot diberi waktu dua menit untuk mencapai garis akhir. Jika waktu habis dan robot tidak mencapai garis akhir, maka poin yang diberikan kepada robot bervariasi sesuai dengan jarak tempuhnya. Pengurangan dua poin diberikan setiap robot menabrak dinding.
Pada battle arena robot dari dua robot akan diletakkan di atas arena. Setiap pertandingan berlangsung selama tiga menit. Robot dianggap kalah apabila terjatuh dari arena dan mendapat pengurangan 10 poin jika terjatuh di dalam arena.
Baca juga: Departemen Pertahanan AS Ciptakan ‘Manusia Robot’ Lewat Proyek NESD

Selanjutnya, lomba Hebocon yang mengharuskan para peserta membuat robot dengan meminimalisir komponen canggih seperti mikrokontroler, aktuator, dan sensor. Misalnya, menggunakan tutup botol bekas sebagai roda robot. Lomba ini berfokus untuk meningkatkan fungsionalitas robot dalam mengerjakan tugas. Selain merakit, peserta juga menggelar pameran dan presentasi di gedung B UMN.
Kompetisi yang diikuti oleh lima sekolah wilayah Jabodetabek ini melahirkan pemenang sebagai berikut.
Bidang Hebocon
Juara 1: Moses Ortanes dan Marvel Brennan Jahanto dari SMAK Kanaan Tangerang.
Juara 2: Dominick Utomo dan Chrisnaldi Arik Tanzil dari SMA Terpadu Pahoa.
Juara 3: Paulus Nathanael Manurung dan Nathan Rosella dari SMA Tarakanita Gading Serpong.
Bidang Robo Sumo
Juara 1: Nathan Lie dan Ducan Chris Hypon dari SMA Kristen 6 Penabur Jakarta.
Juara 2: Justin Emerald Oentara dan Kenneth Justyn dari SMAK Kanaan Tangerang.
Juara 3: Jason Cannavaro dan Bodhi Puspita dari SMK Buddhi Dharma.
Penulis: Novela Chin
Editor: Mianda Florentina
Foto: Robo Camp