SERPONG, ULTIMAGZ.com – Tusuk sate yang kerap digunakan karena praktis dan mudah dipakai dapat memberi ancaman bagi manusia dan hewan. Limbahnya yang tercampur dengan sampah lain akan membahayakan lingkungan sekitar.
Bentuknya yang memiliki ujung runcing dan terbuat dari bambu dapat melukai tubuh manusia dan hewan. Mengutip kumparan.com, seorang petugas kebersihan di Bandung meninggal karena terkena tetanus setelah menginjak tusuk sate.
Baca Juga: Sate Kambing, Pemicu Kolesterol? Mitos atau Fakta?
Hal serupa dapat terjadi pada hewan liar yang mencari makan di tumpukan sisa-sisa makanan. Mereka dapat terkena infeksi bila kaki mereka tersangkut dan terluka karena tusuk sate.
Mengutip waste4change.com, tusuk sate yang tidak dibersihkan memang dapat menjadi sarang bakteri dan menimbulkan berbagai penyakit. Untuk itu, sampahnya harus dibuang dengan baik agar tidak melukai dan mencemari lingkungan sekitar.
Langkah Aman dalam Membuang Tusuk Sate
Berbagai upaya dapat dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan atau terluka akibat tusuk sate dengan lebih berhati-hati ketika membuangnya. Berikut beberapa cara aman yang bisa Ultimates lakukan.
1. Mengubur di tanah
Mengutip detik.com, cara ini dapat dilakukan dengan menggali tanah hingga kedalamannya cukup untuk mengubur. Hal ini juga dapat membantu penguraian alami dari tusuk sate yang termasuk sebagai limbah organik.
2. Membungkus dengan kertas
Jika mengubur limbah tusuk sate akan merepotkan karena Ultimates tidak punya halaman yang cukup, membungkus dengan kertas dapat menjadi cara yang lebih efektif. Untuk melakukan cara ini, Ultimates hanya perlu mengumpulkan limbah bekasnya dan membungkusnya menjadi satu dengan kertas.
Setelah itu, tuliskan “Hati-hati, tusuk sate” agar petugas kebersihan dapat lebih berhati-hati dengan limbah tersebut. Ultimates juga dapat membungkusnya dengan kertas bekas agar tidak menambah jumlah limbah kertas.
3. Memasukkan ke dalam botol
Cara ini memiliki kesamaan dengan cara sebelumnya, tetapi lebih mudah untuk dilakukan. Ultimates cukup memasukkan limbahnya ke dalam botol bekas yang juga ingin dibuang. Nantinya, botol tersebut akan menjadi wadah tertutup sehingga limbahnya tidak tercecer atau membahayakan.
Baca Juga: Sate Susu, Makanan Unik Khas Kampung Jawa
Kesadaran Bersama untuk Lingkungan yang Lebih Baik
Membuang tusuk sate dengan cara yang benar adalah salah satu langkah kecil berdampak besar dalam menjaga keselamatan dan kebersihan lingkungan. Ultimates diharapkan semakin sadar dan lebih peduli terhadap pengelolaan limbah kecil yang sering diabaikan.
Oleh karena itu, mari bersama-sama menerapkan kebiasaan kecil yang bertanggung jawab dalam membuang sampah untuk keamanan bersama!
Penulis: Clarisa Renata
Editor: Jessica Kannitha
Foto: Pixabay/Hartono Subagio
Sumber: kumparan.com, waste4change, detik.com
aku sebagai sate lovers harus lebih memperhatikan ya, terima kasih