SERPONG, ULTIMAGZ.com – Universitas Multimedia Nusantara (UMN) mengirimkan imbauan resmi kepada seluruh mahasiswa pada Sabtu (30/08/25) pukul 11.20 WIB. Imbauan tersebut mengajak mahasiswa untuk lebih berhati-hati serta menjaga ketenangan dalam beraktivitas di luar kampus.
Dalam surat elektronik (surel) yang dikirim melalui alamat info@umn.ac.id serta WhatsApp Virtual Assistant multimedia nusantaRA (VARA) , terdapat sejumlah poin penting, antara lain agar mahasiswa tetap tenang dan waspada, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta melaporkan hal-hal mencurigakan ke Student Support UMN.

Pihak kampus menekankan pentingnya kewaspadaan mahasiswa, etika dalam menerima dan menyebarkan informasi, serta solidaritas seluruh civitas akademika UMN dalam menjaga keamanan bersama sampai situasi terlewat dengan baik. UMN juga menegaskan bahwa seluruh informasi yang belum terkonfirmasi dapat ditanyakan kepada Student Support UMN.
Imbauan berikutnya pun dikirimkan pada 15.30 WIB melalui WhatsApp VARA. Kali ini, imbauan tersebut menegaskan mahasiswa untuk tetap berada di tempat tinggal masing-masing jika tidak ada kepentingan di luar.

“Demi menjaga keamanan bersama, kami menyarankan agar para mahasiswa tetap berada di rumah, dormitory, atau kost, bila tidak ada keperluan penting di luar,” tulis kampus pada pesan WhatsApp VARA.
Imbauan ini muncul setelah beredar berbagai informasi simpang siur sejak Jumat (29/08/25), termasuk pesan berantai yang menyebutkan adanya potensi kericuhan hingga ancaman keamanan di sekitar Tangerang. Informasi yang tidak terverifikasi tersebut menimbulkan keresahan di kalangan mahasiswa setempat.
Mahasiswa Komunikasi Strategis angkatan 2023 berinisial S mengatakan bahwa dirinya menerima informasi mengenai provokasi rasial di area Gading Serpong yang menargetkan mahasiswa dengan ras tertentu.
“Ada yang ngaku-ngaku kalau mereka sudah jadi korban diteriakin yang rasis-rasis gitu,” jelas S ketika diwawancara oleh ULTIMAGZ pada Sabtu (30/08/25).
Baca juga: Mahasiswa Turun ke Jalan: Harapan bagi Demokrasi Indonesia yang Gelap
Adapun informasi mengenai penculikan mahasiswi UMN yang tersebar di kalangan mahasiswa, terutama di kampus-kampus yang berlokasi di Gading Serpong dan sekitarnya. S juga menjelaskan bahwa informasi-informasi tersebut ia peroleh melalui group chat angkatan 2024. Namun, usut punya usut, berita tersebut nyatanya merupakan berita provokasi untuk menimbulkan ketakutan.
“Ada yang klarifikasi bahwa informasi yang disebar itu salah dan itu sudah diklarifikasi sama yang menyebarkan informasi hoaks tersebut,” ucap S.
Informasi serupa juga diterima oleh Silvy Laurensia, mahasiswa Manajemen UMN angkatan 2022. Ia ditunjukkan oleh teman-temannya mengenai informasi terjadinya kasus provokasi terhadap ras tertentu via group chat.
“Dari grup tongkrongan sama kawan nge-share gitu. Awalnya enggak tahu (kalau informasi tersebut hoaks). Di medsos (media sosial) juga banyak sebenarnya, dari story orang,” ujar Silvy kepada ULTIMAGZ, Sabtu (30/08/25).
Steven Eduard, mahasiswa Komunikasi Strategis angkatan 2023 mengatakan bahwa terdapat salah satu unggahan yang mengklaim adanya ancaman bagi individu dengan penampilan tertentu. Ia juga mengaku sudah tidak lagi percaya dengan informasi yang beredar di grup percakapan daring. Menurutnya, kabar-kabar yang beredar tidak memiliki bukti kuat dan tidak didukung sumber berita yang kredibel.
Sejalan dengan kondisi tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMN pada Jumat (29/08/25) juga mengumumkan penundaan sementara kegiatan kemahasiswaan hingga minggu depan melalui akun Instagram resmi @bemumn.

“Kami menghimbau seluruh mahasiswa untuk segera pulang ke tempat tinggal masing-masing apabila sudah tidak ada kegiatan belajar mengajar di kelas,” tulis BEM UMN GEN XV.
Situasi Nasional di Balik Misinformasi
Berbagai regulasi dan berita politikus Indonesia selama beberapa waktu terakhir mendorong terjadinya aksi demonstrasi pada Kamis (28/08/25). Melansir cnnindonesia.com, aksi yang awalnya digelar oleh buruh dalam Koalisi Serikat Pekerja dan Partai Buruh (KSP-PB) tersebut menuntut beberapa poin, seperti menghapus outsourcing, meningkatkan Upah Minimum Tahun 2026, membentuk satuan tugas (satgas) pemutusan hubungan kerja (PHK), hingga reformasi pajak.
Baca juga: Mahasiswa UMN Jadi Target Penipuan, Jangan Mau Jadi Korban!
Sayangnya, demonstrasi tersebut berakhir dengan kekerasan dan tindakan represif aparat sehingga memicu gelombang aksi susulan pada Jumat (29/08/25) yang menuntut reformasi di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Situasi ini pun berimbas pada munculnya kericuhan serta tersebarnya berbagai informasi menyesatkan di ruang publik hingga menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, termasuk mahasiswa.
Di tengah kondisi yang memanas beberapa hari terakhir, Ultimates diajak untuk tetap waspada dan saling menjaga. Kewaspadaan bukan berarti diam, melainkan sikap tenang dan solidaritas yang justru menjadi bentuk perlawanan. Jangan mudah terprovokasi atau termakan informasi menyesatkan, Ultimates!
Penulis: Radella Dagna
Editor: Jessie Valencia, Jessica Kannitha, Kezia Laurencia
Sumber: cnnindonesia.com
Foto: Ancilla Maura