• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Friday, January 23, 2026
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Hiburan Musik

Kenali “Love Is a Laserquest”, Lagu Penuh Eksplorasi Permainan Cinta

Jemima Anasya Rachman by Jemima Anasya Rachman
October 10, 2025
in Musik
Reading Time: 3 mins read
Love Is a Laserquest

Poster anggota band rock Arctic Monkeys. (poppedmusic.co.uk)

0
SHARES
72
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com – “Love Is a Laserquest” merupakan salah satu lagu ciptaan grup musik Arctic Monkeys pada album keempat mereka yaitu “Suck It and See” yang dirilis pada 2011 silam. Judul lagu ini mengarah kepada permainan laser quest atau laser tag yang merupakan permainan petualangan angkasa di area gelap menggunakan senjata laser untuk menembak lawan dan mengumpulkan skor tertinggi, dilansir dari wokingsuperbowl.com.

Melansir wowkeren.com, lagu “Love Is a Laserquest” mengindikasikan bahwa cinta hanyalah sebuah permainan. Lirik lagu ini mendeskripsikan perspektif cinta yang berubah seiring berjalannya waktu karena prioritas individu.

Baca juga: Gangubai Kathiawadi, dari Jalanan Kamathipura ke Bioskop

Do you still feel younger than you thought you would by now

Or darling have you started feeling old yet?

Don’t worry I’m sure that you’re still breaking hearts

With the efficiency that only youth can harness

And do you still think love is a laserquest?

Or do you take it all more seriously?

I’ve tried to ask you this in some daydreams that I’ve had

But you’re always busy being make believe

Melansir svenjaside.com, perkataan yang digunakan dalam bait lirik tersebut mendeskripsikan rasa sakit dari nostalgia kejujuran yang pahit. Selain itu, Arctic Monkeys turut mendeskripsikan rasa ragu dalam menjalankan hubungan di masa muda.

Now I can’t think of her without thinking of you

I doubt that comes as a surprise

And I can’t think of anything to dream about

I can’t find anywhere to hide

And when I’m hanging on by the rings around my eyes

And I convince myself I need another

For a minute it gets easier to pretend that you were just some lover

Baca juga: Kenalan dengan Hipdut, Wajah Baru Dangdut Gen Z

Penggalan lirik lagu “Love Is a Laserquest” tersebut mengibaratkan cinta sebagai permainan rumit yang membutuhkan strategi, mirip dengan permainan laser tag. Dalam lagu ini, Arctic Monkeys menggambarkan rasa nostalgia terhadap kehadiran seseorang yang ingin dihindari pada suatu tempat. 

Secara keseluruhan, lagu ini lebih melankolis dibandingkan lagu Arctic Monkeys lainnya yang terasa energik. Melodi lagu “Love Is a Laserquest” lebih lembut, cocok untuk merenungkan rasa kehilangan cinta yang mendalam. 

 

 

Penulis: Jemima Anasya R.

Editor: Jessica Kannitha

Sumber: wokingsuperbowl.com, wowkeren.com, svenjaside.com

Foto: poppedmusic.co.uk

Tags: alternatif rockalternative rockband alternatif rockband musikband rockband ukbritishcintalagupop-rock
Jemima Anasya Rachman

Jemima Anasya Rachman

Related Posts

Visual Jenny dalam acara Hingar Bingar Hampa di Hosel Bistro, Mlati, D.I. Yogyakarta, Sabtu (21/12/24). (prodvokatif/Anto Wibowo)
Hiburan

Perjalanan Jenny: Distorsi Band Hampir Rock

December 24, 2025
Pernak-pernik dan dekorasi Natal. (freepik/pvproductions)
Musik

Jelang Natal, Mari Lengkapi Playlist dengan Rekomendasi Lagu Bernuansa Natal!

December 23, 2025
Sampul album 21 Savage, WHAT HAPPENED TO THE STREETS? (genius.com)
Hiburan

21 Savage Rilis Album WHAT HAPPENED TO THE STREETS? Brutalitas Berbentuk Sonik

December 14, 2025
Next Post
Penampilan Banda Neira pada acara Penutupan COMMFEST 2025 di Function Hall, Universitas Multimedia Nusantara pada Kamis (30/10/2025). (ULTIMAGZ/Ancilla Maura)

COMMFEST 2025 Ajak Penonton Rayakan Halloween Sekaligus Bernyanyi bersama Banda Neira

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × 1 =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021