SERPONG, ULTIMAGZ.com – Pasar Subuh Senen menyimpan cerita hangat di tengah dinginnya dini hari. Ketika sebagian besar warga Jakarta beristirahat, kawasan ini justru hidup dengan aroma jajanan-jajanan, suara pedagang yang saling sapa, dan kedatangan pembeli untuk berburu rasa. Di bawah cahaya lampu pasar, deretan kue berwarna-warni tertata rapi, menandakan bahwa pagi di Pasar Senen bangun lebih awal.
Melansir food.detik.com, awal mula Pasar Subuh Senen muncul pada 1988, Elkana Tju dan empat rekannya mulai berdagang kue di area pinggiran Pasar Senen menggunakan lima meja. Mereka berjualan dari 02.00 WIB sampai 08.00 WIB untuk menyediakan kebutuhan kue warga Senen. Seiring berjalannya waktu, jumlah penjual kue bertambah hingga memerlukan 50 meja dagang.
Baca juga: Kawah Ijen, Destinasi Wisata Jawa Timur dengan Sejuta Daya Tarik
Perkembangan tersebut membuat Elkana mengajukan perizinan untuk berjualan di area parkir kepada pengelola Senen Blok 4. Semenjak diterimanya perizinan tersebut, pedagang-pedagang dan pengunjung Pasar Subuh Senen meningkat pesat. Akhirnya pada 1995, waktu buka dari 02.00 WIB berubah menjadi pukul 19.00 WIB hingga 02.00 WIB.
Berbagai macam jajanan tradisional dengan cita rasa yang unik tersedia untuk dinikmati, seperti dadar gulung, kue putu ayu, bolu kukus, kue koe, dan lain-lain. Tidak hanya kue-kue manis, tetapi terdapat juga gorengan yang variatif seperti risol, bakwan, dan pastel. Variasi kudapan-kudapan dijual dengan harga terjangkau, berkisar dari Rp1,000 – Rp5.000. Hal tersebut merupakan faktor utama larisnya dagangan di Pasar Subuh Senen, dilansir dari kompas.com.
Dari banyaknya ragam kue, dapat diketahui bahwa pasar tersebut populer sebagai pasar kue basah terlengkap di Jakarta. Secara keseluruhan, area Sentra Kue Subuh mempunyai luas 1.760 meter persegi dan 500 penjual dengan 1.200 meja dagangan. Kelengkapan hidangan tradisional di sini menjadi tempat andalan distributor kue di pasar lain karena penerimaan pesanan dalam jumlah banyak, dilansir dari goodnewsfromindonesia.id
Berdasarkan kompas.com, Pasar Subuh Senen mulai ramai dengan pengunjung pada kurang lebih pukul 20.30 WIB. Pasar ini secara spesifik terlokasi di pintu masuk mobil Pasar Senen Jaya 1 dan 2. Di sudut kanan dari pintu masuk, dapat terlihat papan dengan tulisan “Sentra Kue Subuh” yang menyala penuh warna.
Baca juga: Tapaki Jejak Sejarah di Tangerang: Cina Benteng
Dengan cerita yang bermula dari lima meja dagang sederhana pada 1988, sekarang Pasar Subuh Senen berkembang menjadi sentra kue basah terbesar di Jakarta. Ragam jajanan tradisional mempertahankan pesona pasar sebagai pusat kuliner yang hidup sejak gelap masih menyelimuti kota.
Harga yang terjangkau dan aktivitas jual-beli yang dinamis menjadikannya ruang pertemuan tradisi, ekonomi, dan interaksi sosial. Pasar Subuh Senen merupakan bukti bahwa warisan kuliner Indonesia tetap dicintai dan terus menemukan tempat di tengah modernitas Jakarta.
Penulis: Jemima Anasya R.
Editor: Jessie Valencia
Foto: bangizaltoy.com.
Sumber: food.detik.com, goodnewsfromindonesia.id, kompas.com.





