• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Wednesday, January 28, 2026
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Hiburan

Pasar Subuh Senen: Menyusuri Jejak Jajanan Tradisional

Jemima Anasya Rachman by Jemima Anasya Rachman
December 5, 2025
in Hiburan, Jalan-jalan, Kuliner
Reading Time: 2 mins read
Pasar Subuh Senen

Potret keadaan Pasar Subuh Senen. (bangizaltoy.com)

0
SHARES
31
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Pasar Subuh Senen menyimpan cerita hangat di tengah dinginnya dini hari. Ketika sebagian besar warga Jakarta beristirahat, kawasan ini justru hidup dengan aroma jajanan-jajanan, suara pedagang yang saling sapa, dan kedatangan pembeli untuk berburu rasa. Di bawah cahaya lampu pasar, deretan kue berwarna-warni tertata rapi, menandakan bahwa pagi di Pasar Senen bangun lebih awal. 

Melansir food.detik.com, awal mula Pasar Subuh Senen muncul pada 1988, Elkana Tju dan empat rekannya mulai berdagang kue di area pinggiran Pasar Senen menggunakan lima meja. Mereka berjualan dari 02.00 WIB  sampai 08.00 WIB untuk menyediakan kebutuhan kue warga Senen. Seiring berjalannya waktu, jumlah penjual kue bertambah hingga memerlukan 50 meja dagang. 

Baca juga: Kawah Ijen, Destinasi Wisata Jawa Timur dengan Sejuta Daya Tarik

Perkembangan tersebut membuat Elkana mengajukan perizinan untuk berjualan di area parkir kepada pengelola Senen Blok 4. Semenjak diterimanya perizinan tersebut, pedagang-pedagang dan pengunjung Pasar Subuh Senen meningkat pesat. Akhirnya pada 1995, waktu buka dari 02.00 WIB berubah menjadi pukul 19.00 WIB hingga 02.00 WIB. 

Berbagai macam jajanan tradisional dengan cita rasa yang unik tersedia untuk dinikmati, seperti dadar gulung, kue putu ayu, bolu kukus, kue koe, dan lain-lain. Tidak hanya kue-kue manis, tetapi terdapat juga gorengan yang variatif seperti risol, bakwan, dan pastel. Variasi kudapan-kudapan dijual dengan harga terjangkau, berkisar dari Rp1,000 – Rp5.000. Hal tersebut merupakan faktor utama larisnya dagangan di Pasar Subuh Senen, dilansir dari kompas.com. 

Dari banyaknya ragam kue, dapat diketahui bahwa pasar tersebut populer sebagai pasar kue basah terlengkap di Jakarta. Secara keseluruhan, area Sentra Kue Subuh mempunyai luas 1.760 meter persegi dan 500 penjual dengan 1.200 meja dagangan. Kelengkapan hidangan tradisional di sini menjadi tempat andalan distributor kue di pasar lain karena penerimaan pesanan dalam jumlah banyak, dilansir dari goodnewsfromindonesia.id

Berdasarkan kompas.com, Pasar Subuh Senen mulai ramai dengan pengunjung pada kurang lebih pukul 20.30 WIB. Pasar ini secara spesifik terlokasi di pintu masuk mobil Pasar Senen Jaya 1 dan 2. Di sudut kanan dari pintu masuk, dapat terlihat papan dengan tulisan “Sentra Kue Subuh” yang menyala penuh warna.

Baca juga: Tapaki Jejak Sejarah di Tangerang: Cina Benteng

Dengan cerita yang bermula dari lima meja dagang sederhana pada 1988, sekarang Pasar Subuh Senen berkembang menjadi sentra kue basah terbesar di Jakarta. Ragam jajanan tradisional mempertahankan pesona pasar sebagai pusat kuliner yang hidup sejak gelap masih menyelimuti kota. 

Harga yang terjangkau dan aktivitas jual-beli yang dinamis menjadikannya ruang pertemuan tradisi, ekonomi, dan interaksi sosial. Pasar Subuh Senen merupakan bukti bahwa warisan kuliner Indonesia tetap dicintai dan terus menemukan tempat di tengah modernitas Jakarta.

 

 

Penulis: Jemima Anasya R.

Editor: Jessie Valencia

Foto: bangizaltoy.com.

Sumber: food.detik.com, goodnewsfromindonesia.id, kompas.com.

 

Tags: Bisnis KulinerBukan Pasar Malamgerai makananjajajajananjajanan malamjajanan tradisionalkulinerkuliner IndonesiaKuliner mahasiswakuliner malamkuliner nusantaramakananmakanan enakpasarreview kuliner
Jemima Anasya Rachman

Jemima Anasya Rachman

Related Posts

Momen kebersamaan saat menikmati tontonan bersama di tengah dekorasi hangat khas Natal. (crosswalk.com)
Film

Hangatkan Akhir Tahun, Ini 3 Film Natal untuk Temani Liburan

December 24, 2025
Visual Jenny dalam acara Hingar Bingar Hampa di Hosel Bistro, Mlati, D.I. Yogyakarta, Sabtu (21/12/24). (prodvokatif/Anto Wibowo)
Hiburan

Perjalanan Jenny: Distorsi Band Hampir Rock

December 24, 2025
Pernak-pernik dan dekorasi Natal. (freepik/pvproductions)
Musik

Jelang Natal, Mari Lengkapi Playlist dengan Rekomendasi Lagu Bernuansa Natal!

December 23, 2025
Next Post
Potret kolektif PORIS. (hypebeast.com)

Kenali PORIS, Kolektif Hiphop yang Membawa Ombak dari Tangerang

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one + seventeen =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021